Batam

Apindo Batam: Kenaikan Upah 6,5 Persen Beratkan Dunia Usaha, Takut Investor Hengkang

AriraNews.com, Batam – Apindo Kota Batam menilai naiknya upah 6,5 persen pada tahun 2025 mendatang sangat memberatkan dunia usaha. Dasar pemerintah menaikkan upah sebesar itu juga dipertanyakan.

“Angka 6,5 persen itu kalau kita lihat dari pertumbuhan ekonomi dan kondisi pasar global yang melambat sekarang, akan memberatkan dunia usaha,” kata Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam, Rafki Rasyid, pada wartawan, Senin (2/11/2024).

Menurutnya, pemerintah tidak mempertimbangkan kondisi dunia usaha saat ini yang sedang mengalami tekanan global. Dikhawatirkan kenaikan 6,5 persen ini akan berdampak pada pengurangan tenaga kerja besar besaran di Batam.

“Kita juga cukup kaget upah minimum harus diputuskan oleh presiden. Karena selama ini keputusan upah minimum berada di tangan gubernur atas rekomendasi yang disampaikan oleh Dewan Pengupahan,” kata Rafki.

Kwin Fo Bantah Commissioning Data Center Picu Blackout Batam

Jika kenaikan upah minimum diputuskan oleh presiden, lanjut dia, tentunya tidak semua informasi bisa dipertimbangkan presiden seorang diri. Ia berharap kalau keputusan upah minimum itu dilakukan di daerah tidak ditarik ke pusat seperti sekarang ini.

“Karena yang paham dengan daerahnya, tentulah masyarakat di daerah masing-masing. Setiap daerah juga memiliki karakteristik yang berbeda-beda sehingga tidak bisa disamaratakan kenaikan upah minimumnya,” katanya.

Rafki melanjutkan saat ini disparitas upah antar wilayah juga semakin lebar. Seharusnya upah minimum yang masih ketinggalan itu yang didorong naik lebih tinggi.

Di daerah yang upah minimumnya sudah tinggi, maka kenaikan upah cukup dengan mempertimbangkan naiknya kebutuhan hidup layak saja. Di mana naiknya kebutuhan ini tercermin dari angka inflasi.

Dengan begitu maka, disparitas upah antar wilayah bisa diperkecil. Kalau dipukul rata dengan satu angka 6,5 persen seperti sekarang, maka upah di daerah yang sudah tinggi akan melambung.

Sementara di daerah yang upah minimumnya masih rendah, nilai rupiahnya juga akan naik kecil. Sehingga disparitas semakin parah ke depannya.

PLN Batam Ungkap Kejanggalan di Balik Blackout, CCTV Bergeser hingga Pagar Bertegangan Listrik Tak Berfungsi

“Kita berharap pemerintah mempertimbangkan lagi semua faktor sebelum menerbitkan aturan terkait upah minimum ini. Jangan sampai aturan pengupahan yang terus berubah-ubah ini membuat investor hengkang dari Indonesia,” katanya. (ara)

Redaksi

Recent Posts

Kwin Fo Bantah Commissioning Data Center Picu Blackout Batam

AriraNews.com, BATAM – Direktur Utama PT PLN Batam, Kwin Fo, membantah isu yang berkembang di…

6 jam ago

PLN Batam Ungkap Kejanggalan di Balik Blackout, CCTV Bergeser hingga Pagar Bertegangan Listrik Tak Berfungsi

AriraNews.com, BATAM – PT PLN Batam mengungkap sejumlah kejanggalan terkait pemadaman listrik meluas (blackout) yang…

8 jam ago

Kepala BMKG Hang Nadim, Ramlan: Hujan Sporadis Tiga Hari ke Depan Berpeluang Redakan Kabut Asap Batam

AriraNews.com, BATAM – Kondisi kabut asap yang menyelimuti Kota Batam masih tergolong kondusif bagi aktivitas…

12 jam ago

Batam–Penang Kini Terhubung Penerbangan Langsung Batik Air Malaysia, Buka Jalan Baru Wisata dan Medical Tourism

AriraNews.com, BATAM — Perjalanan dari Batam menuju Penang, Malaysia, kini semakin mudah. Tak perlu lagi…

13 jam ago

Batik Air Malaysia Resmi Buka Rute Penerbangan Langsung Batam–Penang, Tiga Kali Seminggu

AriraNews.com, BATAM — Batik Air Malaysia resmi membuka rute penerbangan langsung Batam–Penang, Malaysia, melalui penerbangan…

14 jam ago

Batam Bakal Pecahkan Rekor MURI di HJB ke-197 Melalui Nasi Besar

AriraNews.com, Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam mulai mematangkan persiapan peringatan Hari Jadi Batam (HJB)…

1 hari ago