AriraNews.com, BATAM – Kondisi kabut asap yang menyelimuti Kota Batam masih tergolong kondusif bagi aktivitas penerbangan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim mencatat jarak pandang di wilayah tersebut masih berada di atas 3.000 meter atau 3 kilometer, sehingga masih memenuhi standar untuk pendaratan pesawat.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim, Ramlan menjelaskan, meski kabut asap masih terpantau, kondisi jarak pandang saat ini belum mengganggu operasional penerbangan secara signifikan.
“Dengan kondisi asap saat ini, kita masih kondusif. Artinya, jarak pandang yang kita saksikan masih di atas 3.000 meter atau 3 kilometer. Itu masih dalam standar untuk penerbangan, untuk landing,” ujarnya, Minggu (18/10/2026).
Ia menjelaskan, kabut asap yang menyelimuti Batam merupakan kiriman dari sejumlah wilayah lain di Indonesia, bukan berasal dari aktivitas kebakaran di Batam semata. Distribusi asap tersebut dapat terbawa angin dari berbagai daerah, di antaranya Sumatera Selatan, Jambi, hingga Kalimantan. Bahkan, dalam beberapa pekan sebelumnya, asap dari Papua juga dilaporkan dapat terbawa hingga ke Kalimantan.
Besarnya sebaran sumber asap tersebut membuat kondisi di Batam turut dipengaruhi oleh dinamika cuaca dan arah angin di wilayah sekitarnya. BMKG berharap potensi hujan dalam beberapa hari ke depan dapat membantu mengurangi konsentrasi asap yang menyelimuti Batam. Namun, hujan yang berpeluang turun dalam tiga hari mendatang diperkirakan masih bersifat sporadis atau hanya terjadi di sejumlah titik, sehingga belum merata di seluruh wilayah.
“Untuk tiga hari ke depan masih ada potensi hujan, namun sifatnya sporadis. Ada titik-titik kecil dan belum secara merata,” jelasnya.
Selain itu, Batam dan wilayah Kepulauan Riau secara umum mulai memasuki masa peralihan menuju musim hujan. Perubahan pola cuaca ini diperkirakan berlangsung secara bertahap, dengan penguatan angin dari utara mulai terjadi pada awal November.
Saat ini, angin di wilayah Batam masih didominasi angin timuran atau selatan yang berkaitan dengan pola pergerakan angin dari wilayah Australia. Memasuki akhir Oktober hingga awal November, perubahan arah angin diperkirakan menjadi bagian dari transisi menuju periode yang lebih basah.
BMKG berharap peningkatan potensi hujan pada periode tersebut dapat membantu meredakan kabut asap sekaligus menjadi penanda peralihan menuju musim penghujan yang diperkirakan semakin terasa pada bulan-bulan berikutnya.
Terkait upaya modifikasi cuaca untuk mengurangi dampak kabut asap, BMKG menjelaskan bahwa pelaksanaannya sangat bergantung pada kondisi atmosfer, terutama ketersediaan awan yang berpotensi mendukung proses tersebut.
Modifikasi cuaca tidak dapat dilakukan secara otomatis tanpa mempertimbangkan kondisi atmosfer yang memadai. Karena itu, keberadaan awan dengan potensi yang sesuai menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan kemungkinan pelaksanaannya.
Dengan kondisi jarak pandang yang masih berada di atas 3 kilometer dan adanya peluang hujan dalam beberapa hari ke depan, BMKG berharap kabut asap di Batam dapat berangsur berkurang. Meski demikian, masyarakat tetap diimbau untuk memperhatikan perkembangan kondisi cuaca, terutama apabila kabut asap kembali menebal atau mengganggu jarak pandang. (emr)
AriraNews.com, BATAM — Perjalanan dari Batam menuju Penang, Malaysia, kini semakin mudah. Tak perlu lagi…
AriraNews.com, BATAM — Batik Air Malaysia resmi membuka rute penerbangan langsung Batam–Penang, Malaysia, melalui penerbangan…
AriraNews.com, Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam mulai mematangkan persiapan peringatan Hari Jadi Batam (HJB)…
AriraNews.com, Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengajak jajaran pemerintah dan elemen masyarakat mengedepankan…
AriraNews.com, Batam – Sebanyak 321.932 pekerja di Kota Batam telah terlindungi program BPJS Ketenagakerjaan hingga…
AriraNews.com, Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam bersama DPRD Kota Batam menyepakati pembentukan panitia khusus…