Advertisement
Infrastruktur Kepri Natuna

Pemkab Natuna Siapkan Dua Skema Pembangunan Jembatan Subi dan Akses Sekolah Antarpulau

Kadis PUPR Natuna saat di konfirmasi seusai pertemuan dan dialog bersama Ketua MPR RI.

Natuna, Ariranews.com – Pemerintah Kabupaten Natuna menyiapkan dua skema pembangunan Jembatan Subi melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat konektivitas antarpulau di wilayah perbatasan.

Selain Jembatan Subi, Pemkab Natuna juga tengah mengkaji pembangunan infrastruktur untuk memudahkan akses anak-anak sekolah dari Pulau Kerdau dan Pulau Panjang. Pilihannya mencakup pembangunan jembatan maupun pelabuhan atau dermaga yang disesuaikan dengan kondisi geografis dan kebutuhan masyarakat.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Natuna, Agus Supardi, mengatakan bentuk infrastruktur untuk akses pendidikan antarpulau masih dalam tahap kajian.

“Nanti akan dikaji apakah bentuknya jembatan atau pelabuhan maupun dermaga menuju daerah terdalam. Karena ketika kondisi pasang surut, anak-anak harus melintasi dan menyeberangi laut untuk menuju sekolah,” ujar Agus Supardi, Rabu (30/9/2026), di lobi Kantor Bupati Natuna, seusai pertemuan dan dialog bersama Ketua MPR RI Ahmad Muzani.

Ditkrimsus Polda Kepri Sita Tiga Mesin Pesawat Senilai Rp 30 Miliar, Diduga Akan Diecer Jadi Suku Cadang

Menurut Agus, kajian tersebut diperlukan agar pembangunan infrastruktur benar-benar menyesuaikan kondisi geografis wilayah kepulauan serta kebutuhan masyarakat.

Khusus pembangunan Jembatan Subi, Agus menjelaskan terdapat dua mekanisme yang dapat ditempuh Pemkab Natuna melalui Kementerian PUPR.

Skema pertama dilakukan melalui Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah. Dalam mekanisme ini, pemerintah daerah berkewajiban menyiapkan dokumen teknis berupa Detail Engineering Design (DED) dan Feasibility Study (FS).

“Kalau melalui Inpres Jalan Daerah, pemerintah daerah berkewajiban menganggarkan DED dan FS. Biayanya cukup besar,” jelas Agus.

Sementara skema kedua dilakukan melalui pengajuan proposal langsung kepada Kementerian PUPR. Jika mekanisme tersebut ditempuh, pembangunan nantinya dapat ditangani langsung oleh kementerian.

“Sedangkan mekanisme kedua, kita mengajukan proposal langsung ke kementerian dan nantinya kementerian yang menangani secara langsung,” katanya.

Pemko Batam Perkuat Perlindungan Sosial, Setahun Jumlah Warga Miskin di Batam Berkurang 10 Ribu Jiwa

Selain Jembatan Subi dan akses pendidikan antarpulau, Pemkab Natuna juga mengusulkan revitalisasi kawasan Pantai Piwang, khususnya pembangunan dan pembenahan infrastruktur pada bagian atas kawasan tersebut.

Agus mengatakan pemerintah daerah saat ini diminta menyiapkan proposal untuk sejumlah usulan pembangunan tersebut.

Penguatan konektivitas antarpulau menjadi kebutuhan penting di Natuna yang memiliki karakter wilayah kepulauan. Karena itu, pemerintah daerah masih menyesuaikan bentuk infrastruktur dengan kondisi geografis, kebutuhan masyarakat, serta skema pembangunan yang dapat ditempuh.

(Dod)

Polsek Jemaja Tindak Pemakai Knalpot Brong

Berita Terbaru



Batam




Kepri




Berita Populer

01

Ditkrimsus Polda Kepri Sita Tiga Mesin Pesawat Senilai Rp 30 Miliar, Diduga Akan Diecer Jadi Suku Cadang

02

Pemko Batam Perkuat Perlindungan Sosial, Setahun Jumlah Warga Miskin di Batam Berkurang 10 Ribu Jiwa

03

Pemkab Natuna Siapkan Dua Skema Pembangunan Jembatan Subi dan Akses Sekolah Antarpulau

04

RUPSLB Telkom 2026, Tunjuk Nanang Hendarno Sebagai Direktur Utama