5 Juli, Ibu Hamil, Menyusui, dan Anak 12-17 Tahun Mulai Divaksin

Avatar photo

Ariranews.com, Batam – Gubernur Kepri, H. Ansar Ahmad memimpin rapat melalui video conference guna memformulasikan persiapan awal pelaksanaan vaksinasi bagi ibu hamil dan menyusui serta anak usia 12 – 17 tahun, Selasa (30/6/2021) di  Gedung Daerah Tanjungpinang. Hal ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas launching vaksinasi pada hari sebelumnya.

“Tujuannya kita rapat ini agar dapat langsung melaksanakannya setelah segala persiapan teknis sudah selesai,” kata Gubernur pada kesempatan ini.

Jenis vaksin yang digunakan untuk ibu hamil, ibu menyusui dan anak-anak adalah Sinovac.

Gubernur meminta agar selambat-lambatnya dalam dua hari ke depan OPD terkait sudah selesai melakukan pendataan, kemudian melakukan  rasionalisasi jumlah vaksinator yang diperlukan.

BACA JUGA:  Kasat Lantas Natuna Pimpin Pengamanan Pawai 500 Siswa, Lalu Lintas Lancar

Sesuai data, jumlah penduduk di Kepri dengan usia 12 sampai 17 tahun sebanyak 227.664 orang, dengan rincian 117.663 orang laki-laki dan 110.001 orang perempuan.

“Sasaran awal kita adalah anak sekolah yang berada dalam usia tersebut. Makanya perlu adanya  pemetaan dari dinas pendidikan dari seluruh kabupaten dan kota, serta Kanwil Kemenag yang membawahi madrasah,” jelas Gubernur.

Begitu juga, lanjut Gubernur pemetaan untuk ibu hamil dan menyusui oleh dinas kesehatan bekerja sama dengan instansi  terkait lainnya.

Direncanakan, vaksinasi ini menurut Gubernur akan dimulai pada  5 Juli 2021 yang akan datang di sekolah saat melakukan kunker ke Kabupaten Natuna. Gubernur yakin jika efektif, pelaksanaan vaksinasi anak sekolah akan tuntas dalam 20 hari.

BACA JUGA:  Ajak Masyarakat dan ASN Hidup Lebih Sehat, Pemkab Karimun Gencarkan Program Cek Kesehatan Gratis

Dengan vaksinasi ini, harap Gubernur tidak  sampai mengganggu proses vaksinasi bagi masyarakat umum yang saat ini masih berjalan. Juga agar screening betul-betul dilakukan secara ketat terhadap ibu hamil dan menyusui sebelum dilakukan vaksinasi.

Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi BKKBN dr. Eni Gustina menyampaikan, latar belakang dilaksanakannya vaksinasi ini adalah kasus kematian ibu dan bayi yang meningkat akibat fokus rumah sakit terhadap Covid-19.  Serta jumlah dokter spesialis obsgyn yang meninggal akibat Covid-19 menempati urutan kedua berdasarkan profesi kedokteran.

“Belakangan ini, ternyata terdapat satu anak yang terpapar dari 8 kasus terkonfirmasi positif Covid-19  dengan 50 persen di antaranya meninggal dunia” ungkapnya.

BACA JUGA:  Dari Sampah Menjadi Karya, Lanud RSA Tanamkan Kesadaran Lingkungan di Wilayah Perbatasan

Hadir dalam rapat secara virtual kali ini Wakil Gubernur Kepri Hj. Marlin Agustina,  Sekdaprov Kepri Ir. Lamidi,  Sekdakab dari Kabupaten dan kota se Kepri, Dinkes  dan Diadik kabupaten kota se Kepri, Kepala Perwakilan BKKBN Kepri, dan Komda KIPI Kepri.

Sedangkan yang hadir  secara langsung tampak Staf Khusus Gubernur Suyono dan Sarafudin Aluan, Kadinkes Kepri M. Bisri, Kadisdik Kepri M. Dali, Kadis PMD Dukcapil Sardison, Kadis P3AP2KB Misni, Plt. Karo Pemerintahan M. Darwin, Plt. Karo Humprohub Hasan, dan Wakahar Satgas Covid-19 Tjetjep Yudiana.(*/emr)