Ariranews.com, Natuna — Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Natuna mengedukasi masyarakat tentang pentingnya membawa alat keselamatan sederhana saat beraktivitas di laut maupun di hutan. Peralatan seperti peluit, senter, dan cermin dinilai memiliki peran besar dalam membantu proses penyelamatan ketika terjadi kondisi darurat.
Kesadaran masyarakat terhadap perlengkapan keselamatan masih dianggap rendah. Banyak yang merasa pengalaman dan kebiasaan sudah cukup untuk menghadapi kondisi alam, padahal situasi di lapangan dapat berubah sewaktu-waktu tanpa bisa diprediksi.
“Ah, kami pulang sebelum gelap.”
“Kami sudah biasa melaut.”
“Ribet bawa-bawa ginian.”
Kalimat seperti itu masih sering terdengar. Namun, alam tidak selalu berjalan sesuai rencana manusia. Gelombang laut yang awalnya tenang dapat berubah tinggi dalam waktu singkat. Begitu juga jalur hutan yang biasa dilalui bisa menjadi berbahaya saat cuaca berubah atau kabut turun.
Dalam kondisi darurat, alat sederhana seperti peluit, senter, dan cermin dapat digunakan untuk mengirim sinyal SOS atau tanda minta pertolongan yang dipahami secara universal.
Kode SOS menggunakan pola tiga pendek, tiga panjang, dan tiga pendek. Sinyal tersebut dapat disampaikan melalui bunyi peluit, cahaya senter, maupun pantulan cermin ke arah langit atau cakrawala.
Berbeda dengan teriakan yang mudah tertutup suara ombak dan angin, bunyi peluit dapat menjangkau jarak lebih jauh dan lebih mudah dikenali tim penyelamat.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Natuna, Abdul Rahman, mengatakan kesiapan masyarakat sangat penting untuk membantu proses evakuasi saat terjadi keadaan darurat.
“Masyarakat yang beraktivitas di laut maupun di hutan, kami berharap kesadaran akan kesiapan dan persiapan semakin meningkat. Baik itu wawasan pengetahuan maupun peralatan seperti yang disebutkan tadi. Itu semua akan sangat membantu tim penyelamat saat terjadi kondisi darurat,” ujarnya, Minggu (24/5/2026).
Ia juga mengingatkan masyarakat agar membawa perlengkapan keselamatan lain seperti pelampung, radio komunikasi, serta memberitahukan rencana perjalanan kepada keluarga sebelum berangkat.
Selain itu, masyarakat diminta menghindari aktivitas seorang diri dan memastikan seluruh perlengkapan dalam kondisi baik sebelum digunakan.
“Dan hindari beraktivitas seorang diri. Pastikan semua dalam kondisi baik dan layak sebelum berangkat,” pesannya.
SAR Natuna berharap edukasi keselamatan ini dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya perlindungan diri saat beraktivitas di alam terbuka.
Sebab dalam banyak situasi darurat, keselamatan sering kali ditentukan oleh alat sederhana yang selama ini dianggap sepele, seperti peluit dan senter.
(Dod)









