Batam  

Tak Pernah Pergi: Ziarah PWI Kepri dan Batam untuk Messa Haris

Avatar photo
PWI Batam dan Kepri ziarah ke makam Messa Haris di TPU Sambau, Nongsa, Batam.

AriraNews.com, Batam – Di bawah panas matahari siang, Senin 30 Juni 2025, langkah demi langkah para pengurus PWI Provinsi Kepulauan Riau dan PWI Kota Batam menyusuri jalan menuju Tempat Pemakaman Umum Sambau, Nongsa. Bukan sekadar kunjungan biasa, ini adalah perjalanan hati untuk mengenang seseorang yang pernah mengisi ruang hidup mereka dengan tawa, kerja keras, dan ketulusan: Messa Haris, jurnalis muda yang wafat di usia 39 tahun pada 8 Agustus 2023 lalu setelah berjuang melawan kanker.

Ia memang telah tiada, tapi tak pernah benar-benar pergi.

Messa Haris—atau Haris, begitu ia biasa disapa—bukan hanya wartawan berbakat. Ia sahabat. Ia saudara. Sosok bersahaja yang selalu hadir dengan senyum dan tulisan yang penuh semangat. Dari Posmetro Batam, ke Kantor Berita Antara, hingga Batam Pos Online, Haris meninggalkan jejak yang rapi, tulus, dan bersinar.

BACA JUGA:  Kepala BP Batam Apresiasi Konsolidasi Kadin Batam, Dorong Percepatan Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi

Di antara diam dan doa, para sahabatnya membawa kenangan yang tak pudar.

Dipimpin Ketua PWI Kepri Andi Gino dan Ketua PWI Batam Agus Bagjana, para jurnalis ini tak datang dengan tangan kosong. Mereka mempercantik pusara Haris, mengganti batu nisan dengan yang baru bertuliskan namanya dalam warna emas, dan melapisi makam dengan keramik hitam yang bersih dan rapi—seperti semangat Haris semasa hidup.

BACA JUGA:  Zamis, Rising Star Jazz Batam, Siap Pukau Panggung International Jazz Day 2026

“Biar makamnya terlihat rapi. Layak untuk seorang sahabat yang begitu berarti. Semoga Allah melapangkan kuburnya dan menjadikannya taman dari taman-taman surga,” ucap Andi Gino pelan, sarat harap.

Agus Bagjana, sahabat sekaligus rekan kerja Haris selama bertahun-tahun, tak mampu menyembunyikan emosinya. Di depan pusara itu, ia berbicara dengan suara yang hampir pecah.

“Ini bukan sekadar rekan kerja. Ini sahabat kita semua. Semangatnya, kebaikannya, akan selalu hidup dalam diri kami.”

Lebih dari ziarah, ini adalah janji untuk tak melupakan.

BACA JUGA:  Jumlah Permintaan Hewan Kurban di Batam Tahun 2026 Diperkirakan Menurun

Bagi PWI Kepri dan Batam, kunjungan ini bukan sekadar tradisi atau kewajiban. Ini adalah bentuk kasih, penghormatan, dan persaudaraan. Haris mungkin telah berpulang, tetapi semangatnya terus menyala—dalam tulisan, dalam cerita, dan dalam setiap langkah mereka yang masih melanjutkan perjuangan di dunia jurnalistik.

Di bawah langit biru dan tanah yang mulai mengering, mereka menunduk, menengadahkan tangan, dan berdoa. Agar sahabat mereka—yang semasa hidup begitu hangat—diberi tempat terbaik di sisi-Nya.

Karena bagi mereka, sahabat sejati tak pernah benar-benar hilang. Ia hanya berpindah tempat, dari dunia… ke dalam hati. (ara)