Advertisement
Natuna

Jaga Harmoni Antar Warga, Pemkab Natuna Dorong Penyelesaian Damai Tapal Batas

Kepala Bagian Tata Pemerintahan (Kabag Tapem), Izhar.

Ariranews.com, Natuna – Pemerintah Kabupaten Natuna melalui Kepala Bagian Tata Pemerintahan (Kabag Tapem), Izhar, menyatakan akan memfasilitasi pertemuan guna membahas polemik batas wilayah antara Desa Pengadah dan Desa Teluk Buton. Rencana ini merupakan tindak lanjut dari aspirasi masyarakat yang meminta peninjauan ulang terhadap tapal batas kedua desa tersebut.

“Kami sudah menerima usulan dari masyarakat, dan dalam waktu dekat akan menggelar rapat bersama pihak-pihak terkait,” ujar Izhar di ruang kerjanya, Senin (30/06/2025).

Izhar menjelaskan bahwa penetapan batas wilayah desa di Natuna sejatinya telah diatur melalui Peraturan Bupati (Perbup). Namun, pemerintah daerah tetap membuka ruang untuk melakukan peninjauan kembali, apabila ada permintaan perubahan yang disertai bukti dan dilakukan melalui proses sesuai regulasi.

“Kalau nantinya memang ada perubahan, maka akan kita kaji kembali sesuai aturan yang berlaku. Perda Tata Ruang memang memungkinkan adanya penyesuaian,” jelasnya.

Bukan Sekadar Penonton, HMI Natuna Dorong Pemuda Ikut Menentukan Arah Pembangunan

Pertemuan tersebut, lanjut Izhar, akan menjadi wadah untuk mendengar keterangan dari berbagai pihak, termasuk para tokoh masyarakat dari wilayah yang bersengketa. Hal ini dinilai penting guna menelusuri sejarah tanah dan batas wilayah yang sebenarnya, demi menghasilkan solusi yang adil dan bijak.

“Kami dari pemerintah daerah sebagai representasi masyarakat akan memfasilitasi pertemuan ini. Harapannya, pertemuan ini dapat menghasilkan kesepakatan yang baik untuk semua pihak,” tambahnya.

Mengenai persoalan kepemilikan lahan, Izhar menegaskan bahwa hal tersebut berada di luar kewenangan pihaknya dan menjadi tanggung jawab instansi teknis lainnya.

Dalam pertemuan mendatang, pemerintah daerah berencana mengundang berbagai unsur penting, di antaranya DPRD, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), Badan Pertanahan Nasional (BPN), camat, kepala desa, serta para tokoh dari Kecamatan Bunguran Utara dan Bunguran Timur Laut dan dua wilayah yang terlibat dalam sengketa tapal batas tersebut.

“Kami berharap ke depannya tidak ada lagi konflik serupa. Yang paling penting adalah duduk bersama, mencari solusi, dan menjaga keharmonisan antar warga,” tutup Izhar. (dod)

Peringati Sumpah Pemuda ke-98, Danlanud RSA Natuna Tekankan Patriotisme dan Empati

Berita Terbaru



Batam




Kepri




Berita Populer

01

Jalan Gajah Mada Depan Hotel Vista Ditargetkan Kembali Dibuka 1 November

02

‎Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Bupati Aneng Ajak Generasi Muda Berjiwa Patriotik

03

Amsakar Tekankan PSN Wiraraja di Galang Tak Boleh Berhenti di Atas Kertas, Minta Segera Direalisasikan

04

Kado Istimewa di Hari Bakti ke-55, Kepala BP Batam Raih Penghargaan Inovasi Membangun Negeri 2026