Advertisement
Headline Hot News Nasional

Fenomena, Tanah Makam Tua di Sumbar Naik Sampai 1,5 Meter

Ariranews.com, Sumbar: Tiga makam di Korong atau Kampung Sungai Asam, Nagari atau Desa Sungai Asam, Kecamatan 2×11 Enam Lingkung, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat viral.

Tanah kuburan tiba-tiba meninggi mencapai satu setengah meter itu membawa naik tiga makam lainnya.

Video makam itu viral di media sosial. Akun facebook Desi Fitri membagikan unggahan video itu, Kamis (25/3/2021) dan sudah ribuan kali dibagikan.

Dalam video itu terlihat ada pengunjung yang melihat tiga makam yang tanahnya meninggi dan berbeda dengan makam lain.

Menko Pangan Zulkifli Hasan Diundang Buka Rakernas III PJS di Batam

Wali Korong Sungai Asam, Anuar mengakui peristiwa itu terjadi di kampungnya.

“Benar, tiba-tiba tanah makamnya naik sekitar 1,5 meter. Tidak tahu kapan naiknya, tapi baru Minggu kemarin,” kata Anuar yang dilansir Kompas.com, Jumat (26/3/2021) lalu.

Anuar mengatakan tidak ada tanda-tanda makam itu dinaikkan seseorang dan papan nisannya tidak rusak dan juga naik

Fenomena itu kemudian mendapat perhatian dari Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Kementerian ESDM dan BPPT melakukan survei awal ke lokasi dengan melibatkan ahli geologi asal Sumbar.

“Sudah kita lakukan survei awal beberapa waktu lalu. Inisiasi dari Kementerian ESDM dan BPPT,” kata ahli Geologi Sumbar Ade Edwar dilansir Kompas.com, Rabu (31/3/2021).

Ketum DPP PJS Minta Janji Kapolri Usut Pengancaman Wartawan

Ade mengatakan kesimpulan awal 75 persen fenomena itu terjadi secara alamiah.

Meski demikian, menurut Ade harus ada kajian dan penelitian lebih lanjut agar bisa menjelaskan fenomena itu secara keilmuan.

“Sudah dicek kondisi fisik kuburan itu. Sementara disimpulkan, ya sekitar 75 persen fenomena itu terjadi secara alamiah. Survei ini untuk mengumpulkan data atau info awal terkait geologi dan situasi sosial kemasyarakatn untuk kesiapan menurunkan tim survei georadar dari BPPT,” kata Ade.

Menurut Ade kesimpulan terjadinya fenomena itu secara ilmiah, di antaranya dilihat dari struktur dan jenis pasir tanah kuburan tersebut.

“Jenis pasir yang menjadi gundukan itu adalah, pasir krikil yang merupakan produk vulkanik andesit Gunung Tandikat. Tanah itu, keluar dan tercipta menjadi gundukan karena diduga disebabkan adanya dorongan material dari dalam perut bumi,” jelas Ade.

Telkom Akselerasi Program Streamlining, Pastikan Portofolio TelkomGroup Fokus pada Bisnis Inti

Namun demikian, menurut Ade pihaknya belum bisa menyimpulkan material apa yang mendorong pasir itu hingga muncul ke permukaan tanah dan membentuk gundukan.

“Termasuk juga pasir ini, merupakan lapisan tanah dengan kedalaman berapa. Yang jelas, harus ada pembuktian dan penelitian lebih lanjut tentang hal ini,” jelas Ade.

Untuk melakukan penelitian lebih lanjut, kata Ade dibutuhkan izin dari pihak kampung di sana.

Kita sudah sampaikan tadi ke perangkat kampung dan tokoh masyarakat di sana. Jika nanti kita diizinkan melakukan penelitian lebih lanjut, maka kemungkinan kita datang lagi. Tapi, kembali lagi kesepakatan semua elemen di kampung di sana,” ujar Ade.(emr)

sumber: kompas.com
foto: kompas.com

Berita Terbaru



Batam




Kepri




Berita Populer

01

Listrik Batam Pulih, Amsakar Achmad: Pemerintah Kawal Pemulihan Seluruh Layanan Dasar

02

Ringankan Beban Masyarakat, Lanud Hang Nadim Bagikan Air Bersih untuk Warga Kavling Sambau

03

Listrik Batam Pulih, BP Batam Turun Langsung Kawal Layanan dan Dunia Usaha

04

Batam Travel Mart 2026 Digelar 15–18 Oktober, Saatnya Berburu Promo Liburan di Mega Mall