Natuna  

Ketua DPRD Natuna Daeng Amhar Pimpin Paripurna Pandangan Fraksi, Dukung Wacana Pembentukan Provinsi Khusus Kepulauan Natuna Anambas

Avatar photo
Ketua DPRD Natuna, Daeng Amhar menerima pandangan fraksi dalam rapat paripurna dengan agenda penyampaian pandangan akhir fraksi-fraksi terhadap rencana pembentukan Provinsi Khusus Kepulauan Natuna Anambas yang digelar di Kantor DPRD Natuna, Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Batu Hitam Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, Rabu (02/08/2023).

AriraNews.co.Natuna – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Natuna menggelar rapat paripurna dengan agenda penyampaian pandangan akhir fraksi-fraksi terhadap rencana pembentukan Provinsi Khusus Kepulauan Natuna Anambas.

Acara digelar di Ruang Rapat Paripurna Kantor DPRD Natuna, Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Batu Hitam Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, Rabu (02/08/2023).

Rapat dipimpin oleh Ketua DPRD Natuna, Daeng Amhar yang didampingi oleh Wakil Ketua I DPRD Natuna, Daeng Ganda Rahmatullah dan Wakil Ketua II, Jarmin Sidik.

“Berdasarkan mekanisme dan tatib DPRD, rapat dinyatakan korum dan dapat dilanjutkan,” ujar Daeng Amhar sembari mempersilahkan juru bicara fraksi menyampaikan pendapat akhirnya.

BACA JUGA:  Peringati Hari Kartini, Srikandi SAR Natuna Edukasi Pelajar soal Keselamatan
Ketua BP3K2NA, Umar Natuna, menyerahkan proposal wacana pembentukan Provinsi Khusus Natuna-Anambas pada Ketua DPRD Natuna, Daeng Amhar.
Anggota DPRD Natuna mengikuti rapat paripurna dengan agenda penyampaian pandangan akhir fraksi-fraksi terhadap rencana pembentukan Provinsi Khusus Kepulauan Natuna Anambas.

Pada dasarnya seluruh Fraksi DPRD Kabupaten Natuna menyetujui rencana pembentukan Provinsi Khusus Kepulauan Natuna Anambas.

Seperti yang disampaikan oleh Fraksi PAN melalui juru bicaranya Wan Ricci Saputra mengatakan, pemekaran Provinsi Khusus Kepulauan Natuna Anambas tersebut.

“Wacana ini akan memberi dampak pada percepatan pemerataan pembangunan, pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.

Sementara Fraksi Golkar, dengan juru bicaranya Eri Marka menyampaikan, sebagai kawasan strategis sudah seharusnya wilayah Natuna dan Anambas  dimekarkan menjadi provinsi.

“Dipandang dari segi manapun Natuna dan Anambas itu tetap strategis, oleh karenanya pemekaran dianggap perlu agar penganggaran pembangunan bisa maksimal,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Terbentur Kuota, Nelayan Natuna Kesulitan Penuhi Kebutuhan Solar

Fraksi Gerindra melalui juru bicaranya, Marzuki menyampaikan, ada banyak manfaat dari pemekaran Provinsi Khusus Kepulauan Natuna Anambas.

“Untuk itu kami dari Fraksi Gerindra mendukung rencana pemekaran ini, dengan harapan terjadinya percepatan pertumbuhan ekonomi dan percepatan pembangunan,” sebutnya.

Fraksi PPDN melalui juru bicaranya, Erwan Haryadi menyampaikan, pemekaran wilayah akan berdampak pada peningkatan APBD dan PAD yang signifikan dan peningkatan pembangunan infrastruktur.

“Tentunya hal ini akan berdampak tinggi pada perputaran perekonomian sehingga berdampak pula pada peningkatan taraf hidup masyarakat yang lebih baik,” ucapnya.

Terakhir Fraksi PNR melalui juru bicaranya, Junaidi menyampaikan, Natuna Anambas merupakan episentrum dunia, ketika poros maritim telah dicanangkan oleh Pemerintah RI, maka Natuna Anambas menjadi salah satu koridor strategis karena berada di jalur pelayaran internasional.

BACA JUGA:  Tingkatkan Kesiapan Operasi, Lanud RSA Natuna Kirim Personel Ikuti Latihan di Pekanbaru

“Maka sudah sepantasnya Natuna Anambas dijadikan Provinsi Khusus guna menunjang perekonomiannya,” tutup Junaidi.

Sementara Ketua DPRD Kabupaten Natuna, Daeng Amhar sebelum menutup Paripurna berharap pembentukan Provinsi Khusus Kepulauan Natuna Anambas dapat segera terwujud.

“Mari kita doakan bersama-sama semoga apa yang telah kita rencanakan dapat berjalan dengan baik,” tutupnya.

Tampak hadir Ketua BP3K2NA, Umar Natuna beserta anggota, tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda.(adv/dod)