Kabel Bawah Laut Putus, Telkom Sementara Alihkan Layanan Telekomunikasi Riau Kepulauan ke Teknologi Radio

Avatar photo
Pemasangan kabel laut. Ilustrasi/Internet.

AriraNews.com, Jakarta – Sehubungan dengan adanya aktivitas labuh jangkar, menyebabkan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) terdeteksi putus di KM 13,5 dari Sentral Telepon Otomat (STO) Tanjung Batu, Riau Kepulauan pada Senin, (31/7). Putusnya SKKL tersebut mengakibatkan layanan suara dan data terganggu.

“Saat ini tim recovery Telkom tengah berupaya memperbaikinya. Untuk memulihkan layanan suara dan data yang terganggu, Telkom mengalihkan layanan telekomunikasi menggunakan teknologi Radio yang sudah menyala untuk kebutuhan terbatas,” jelas GM Witel Riau Kepulauan (Rikep) Muhammad Zaidan Jauhari.

BACA JUGA:  Sustainability Report 2025: TelkomGroup Perkuat Transformasi Bisnis dan Komitmen ESG

Lebih jauh dijelaskan, pengalihan layanan telekomunikasi menggunakan teknologi radio dilakukan sebagai back up layanan dan bersifat sementara selama proses penyambungan kabel laut yang putus berlangsung. Saat ini, titik putus SKKL telah ditemukan dan proses perbaikan penyambungan tengah menunggu kapal khusus yang menangani SKKL.

Guna mengoptimalkan back up layanan, Telkom wilayah Riau Kepualauan turut berkolaborasi dengan tim dari Medan. Beberapa trafik layanan telah berhasil dialihkan, seperti dari Tanjung Batu ke arah Pulau Burung, termasuk repointing Radio IP Akses ke Tanjung Balai Karimun dari Urung, Prayun dan Teluk Radang.

BACA JUGA:  ASR Festival 2026 Tarik Lebih dari 7.000 Pengunjung, Ascott Indonesia Perkuat Komitmen Beyond the Stay

Dalam kesempatan terpisah, VP Corporate Communication Telkom Andri Herawan Sasoko turut menyampaikan permohonan maaf atas gangguan pada SKKL tersebut.

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan, khususnya yang berada di wilayah terdampak atas terjadinya gangguan ini. Telkom tengah mengupayakan agar pemulihan akses internet dan layanan komunikasi dapat segera diselesaikan secepatnya.  Adapun penanganan SKKL juga akan dilakukan sehingga pelanggan dapat kembali menikmati layanan telekomunikasi secara optimal,” tutup Andri.(***)

BACA JUGA:  Sustainability Report 2025: TelkomGroup Perkuat Transformasi Bisnis dan Komitmen ESG