Sekjen Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas), Laksdya TNI Dadi Hartanto serahkan cenderamata pada Wakil Bupati Natuna, Rodhial Huda.
AriraNews.com, Natuna – Wakil Bupati Natuna, Rodhial Huda sambut kunjungan, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas), Laksdya TNI Dadi Hartanto, di Kantor Bupati Natuna, Jalan Batu Sisir, Bukit Arai, Kecamatan Bunguran Timur, Senin (29/5/2023).
Kunjungan ini, dalam rangka perumusan kebijakan kerawanan ketahanan nasional terkait daerah tertentu dengan tema
“Pengelolaan Sumber Daya Nasional di Pulau Natuna Guna Mengatasi Potensi Gangguan Keamanan di Laut Natuna Utara Dalam Rangka Keamanan Nasional”.
Wakil Bupati Natuna, Rodhial Huda menyampaikan, Natuna adalah kepulauan yang harus dijaga, sebagai wilayah perbatasan. Natuna harus dijaga agar negara tetangga segan terhadap Kepulauan Natuna.
“Negara tetangga tidak pernah membodohi kita namun mereka memanfaatkan kebodohan dari kita ini, kalau Natuna maju barulah segan negara-negara tetangga, kalau sekarang kan tidak mereka masih wara wiri di wilayah perairan kita,” ucapnya.
Menurut Rodhial, Pemerintah banyak membuka jurusan kuliah untuk bekerja di darat, sementara untuk di wilayah Maritim tidak dibuka sehingga untuk pengembangan sumber daya manusia menjadi kurang. Tidak ada sarjana ahli dalam bidang Teknologi Pengembangan Maritim sendiri.
“Jadi kami sangat ingin dari Wantannas bagaimana ada formula untuk membangun wilayah kepulauan ini, agar bisa maju dan berkembang, kita banyak sumber daya alam, namun tidak ada para sarjana yang punya jurusan dalam pengembangan maritim di Kepulauan Natuna ini,” ujarnya.
Rodhial Huda juga menjelaskan, pemerintah daerah tengah berfokus dalam pengembangan SDM.
“Untuk saat ini kita pemerintah Kabupaten Natuna, tengah fokus dalam pengembangan SDM melalui kuliah gratis melalui beasiswa di berbagai universitas,” terangnya.
Selain itu, Rodhial Huda juga menyampaikan, perlunya pembaharuan di bidang SDM, sehingga kekayaan-kekayaan yang dimiliki oleh Kabupaten Natuna bisa dikelola langsung oleh daerah bukan di jual ke negara lain.
“Kita ambil contoh gamat. Minyak gamat itu kita beli dari Malaysia dengan harga yang cukup mahal, padahal bahan bakunya itu dari kita. Coba kita bisa mengolah sendiri kan tidak perlu lagi kita membeli dari luar,” tuturnya.
Sementara Sekjen Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas), Laksdya TNI Dadi Hartanto, menyampaikan, Wantannas sesuai Keppres 101 tahun 1999 adalah lembaga yang berada langsung di bawah Presiden yang mempunyai tugas membantu Presiden dalam rangka menyelenggarakan pembinaan Ketahanan Nasional guna menjamin pencapaian tujuan dan kepentingan nasional.
Klaim kedaulatan Tiongkok di wilayah Laut Cina Selatan (LCS) mulai menarik keterlibatan Indonesia sejak tahun 2010. Kemudian sejak adanya pernyataan klaim Tiongkok di perairan Natuna pada tahun 2016 penguatan militer di Kepulauan Natuna ditingkatkan.
Hal ini dilakukan untuk melindungi kepentingan nasional bangsa Indonesia, pengelolaan sumber daya nasional untuk pertahanan negara yang terdiri dari SDM SDA, sumber daya buatan (SDB) dan sarana prasarana nasional sebagai kekuatan pertahanan perlu dikelola secara terencana dan terintegrasi oleh seluruh stakeholder pemerintah agar mampu menjadi kekuatan pengganda multiplier effect pertahanan untuk menghadapi berbagai ancaman faktual dan potensial seperti yang dihadapi di Laut Natuna Utara (LNU) yang bersinggungan dengan Laut Cina Selatan (LSC).
Kemudian kata Dadi Hartanto, berdasarkan latar belakang di atas ada beberapa pokok persoalan yang coba di dalami berkaitan dengan optimalitas pengelolaan sumber daya nasional bidang pertahanan negara di Natuna dan diharapkan dari hasil pembahasan topik tersebut akan dapat memberikan gambaran nyata dan perbaikan-perbaikan yang sekiranya perlu disampaikan pada Presiden.
“Dari harapan tersebut mohon kiranya kami diberikan data-data ril dan valid sehingga saat nantinya dijadikan Instruksi Presiden RI maka hal tersebut adalah benar-benar hal yang dibutuhkan untuk kepentingan kita bersama,” ujarnya.
Turut hadir dalam rombongan, Marsda TNI Maman Suherman M.A.P M.Han, Laksma TNI F.Y. Nevy Dwi S, S.T., CHRMP, CACA, Kolonel Laut (T) Robert Litanto, S.T, M.M, M.Tr Hanla, Kolonel Lek Marudut Jhonson L, S.E, Brigjen TNI Rudy Adrianto, S.E., M.S.D, Kombes Pol Muhammad Nur Syam, S.I.K, S.H., M.H, Kol Adm Agus Basuki, S.T., M.M., M. Han. Ino, Susi Hendrawati, Serda Riyadi, Dr. Sungkono.
Sementara dari Pemerintah Daerah Kabupaten Natuna turut hadir, Danguspurla Koarmada I, Laksma TNI Heri Tri Wibowo, Wakil Ketua I DPRD Natuna, Daeng Ganda Rahmatullah, SH, Danlanal Ranai, Kolonel Laut (P) Arif Prasetyo Irbiyanto, Danyon Komposit I Gardapati, Letkol Inf Saiful Rizal, Dandim Natuna, Letkol Inf Morison Chandra Karundeng, S.Sos, Kapolres Natuna, AKBP Nanang Budi Santosa, S.I.K, Asisten III Administrasi Umum, Tasrif, S.Sos, Ka BKPSDM, M. Alim Sanjaya, S.IP MPP, Ka BPPD Hikmatul Arif, SE, Kadis Lingkungan Hidup, SH, Ahli Politik, Hukum Dan Pemerintahan Drs Muhtar Ahmad, M.Eng.(dod)
Ariranews.com, Batam – Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kepulauan…
Ariranews.com, Natuna – Tim SAR gabungan berhasil menemukan korban tenggelam di perairan Pantai Piwang, Kabupaten…
AriraNews.com, Batam - Semangat memberdayakan pelaku usaha hingga ke wilayah pesisir terus dilakukan Pemerintah Kota…
AriraNews.com, Batam - Badan Pengusahaan (BP) Batam merespons cepat dalam menyelesaikan persoalan perpanjangan Uang Wajib…
AriraNews.com, Batam - Badan Pengusahaan (BP) Batam kembali melanjutkan pergeseran warga terdampak rencana pengembangan Kawasan…
Ariranews.com, Natuna – Meteorologi di Pangkalan TNI AU Lanud Raden Sadjad menjadi unsur penting dalam…