Karimun, ariranews.com – Badan Usaha Milik Desa (BumDes) Beruntung di Desa Pangke Barat mencatat capaian penting dengan melaksanakan panen perdana jagung pakan dari lahan seluas satu hektare. Hasil panen yang mencapai sekitar 15 ton dalam waktu empat bulan ini menjadi langkah awal dalam memperkuat ketahanan serta kemandirian pangan di tingkat desa.
Kegiatan panen tersebut turut dihadiri Bupati Karimun, Iskandarsyah, bersama Wakil Bupati Rocky Marciano Bawole. Keduanya memberikan apresiasi atas keberhasilan BumDes dalam mengelola potensi sumber daya lokal secara optimal.
“Ini merupakan kegiatan yang luar biasa. BumDes mampu memanfaatkan lahan satu hektare untuk menghasilkan sekitar 15 ton jagung pakan hanya dalam waktu empat bulan,” ujar Iskandarsyah.
Ia menjelaskan, selama ini kebutuhan jagung pakan di Kabupaten Karimun masih bergantung pada pasokan dari luar daerah, seperti Pekanbaru, Pulau Jawa, Sulawesi, hingga Nusa Tenggara Barat. Kehadiran produksi lokal diharapkan dapat mengurangi ketergantungan tersebut secara bertahap.
Menurutnya, ketersediaan bahan baku pakan di daerah akan berdampak langsung pada stabilitas harga pakan ternak. Hal ini pada akhirnya juga akan menekan harga daging ayam di pasaran, sehingga lebih terjangkau bagi masyarakat.
“Jika bahan baku tersedia di Karimun, harga pakan bisa ditekan dan otomatis harga ayam juga lebih terjangkau. Ini tentu mendukung kebutuhan masyarakat, termasuk program MBG,” jelasnya.
Sementara itu, Direktur BumDes Beruntung, Eva Erlina, mengungkapkan bahwa pemilihan komoditas jagung pakan didasarkan pada kebutuhan lokal, khususnya bagi peternak ayam di desa tersebut yang selama ini menghadapi tingginya harga pakan.
“Di desa kami ada peternak ayam, sementara harga pakan cukup mahal. Dari situ kami berinisiatif membudidayakan jagung pakan di lahan sewa seluas satu hektare,” ujarnya.
Eva juga berharap adanya dukungan lanjutan dari pemerintah daerah, terutama dalam penyediaan sarana produksi seperti traktor yang saat ini masih disewa.
“Ke depan kami berharap Pemda dapat membantu penyediaan alat seperti traktor,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Karimun, lanjut Iskandarsyah, berkomitmen untuk mendorong pengembangan sektor pertanian dan peternakan berbasis desa. Salah satu upaya yang tengah direncanakan adalah pembangunan pabrik pakan ternak ayam, yang saat ini masih dalam tahap verifikasi. Selain itu, pembangunan gudang Bulog untuk menampung hasil produksi jagung juga sedang dipersiapkan.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Karimun, Jackie Stewart Touw, menambahkan bahwa program ketahanan pangan berbasis desa terus digalakkan di seluruh wilayah Karimun yang terdiri dari 42 desa.
“Setiap desa wajib memiliki satu produk unggulan. Melalui BumDes Beruntung, jagung pakan dan ikan lele akan terus kita kembangkan,” ujarnya.
Selain jagung pakan, sejumlah komoditas lain seperti ikan lele, ikan kerapu, serta peternakan ayam pedaging dan petelur juga telah dikembangkan di berbagai desa. Langkah ini diharapkan mampu menjadi fondasi dalam membangun kemandirian ekonomi desa yang berkelanjutan di Kabupaten Karimun.
*Ayat
AriraNews.com, Batam - Kota Batam kembali mendapat kepercayaan sebagai tuan rumah kegiatan berskala nasional. Dalam…
Ariranews.com, Natuna – Respons cepat Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Natuna berhasil menyelamatkan dua nelayan…
Ariranews.com, Natuna – Dalam upaya mengantisipasi risiko penerbangan, Pangkalan TNI AU Raden Sadjad (Lanud RSA)…
Ariranews.com, Natuna – Dalam upaya meningkatkan kapasitas kepemimpinan, Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Natuna, Daeng…
Ariranews.com, Natuna – Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Natuna melakukan uji fungsi repeater di Gunung…
AriraNews.com, Batam - Harga bahan pokok di Batam terancam melonjak tajam menyusul kenaikan signifikan harga…