Batam

Upaya Yayasan Citramas Menjaga Kelestarian Hutan Mangrove di Sungai Nongsa, Melalui Patroli Rutin hingga Pantauan Udara

AriraNews.com, Batam – Sejak tahun 2008, Citramas Group, melalui PT Kawasan Pembangunan Nongsa (PT KPN) berkomitmen melestarikan hutan mangrove di Kawasan Pariwisata Nongsa, khususnya di wilayah aliran sungai Nongsa. Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan MoU dengan Pemerintah Kota Batam dalam melindungi sekitar 95 hektare hutan lindung mangrove di wilayah tersebut.

Namun, dampak pandemi Covid-19 selama kurang lebih tiga tahun menyebabkan PT KPN berhenti beroperasi dan saat ini komitmen tersebut dilanjutkan oleh PT Taman Resor Internet (Tamarin) yang juga merupakan pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa. Selain itu Yayasan Citramas juga turut berperan aktif di dalamnya.

Jum’at (26/10/2023) pagi, sejumlah wartawan di Batam diajak untuk melihat secara langsung keasrian hutan mangrove yang berada di sepanjang aliran sungai Nongsa tersebut.

Jembatan sungai Nongsa.
Hutan mangrove sungai Nongsa.

Bersama Ketua Yayasan Citramas, Danche Wongkaren, pengurus yayasan lainnya Reggy Djakarya, serta Head Operation Nongsa Digital Park (NDP), Sastra Wijaya, kami menyusuri aliran sungai kurang lebih selama satu jam.

Sebelum menyelusuri sungai kami terlebih dulu berkumpul di Pelabuhan Internasional Nongsa Pura. Telah menunggu di sana Reggy Djakarya. Kemudian kami diajak menaiki speedboat bermesin tempel yang telah menunggu di pelantar restoran seafood yang berada di dalam kawasan pelabuhan atau tepatnya di bawah jembatan sungai Nongsa.

Kami kemudian bergerak ke arah hulu. Tak lama, di balik tikungan pertama bila di lihat dari atas jembatan kami berhenti di sebuah pelantar. Di sana telah menunggu Danche Wongkaren dan Sastra Wijaya bersama dua orang stafnya.

“Ini pos patroli dan lokasi pembibitan mangrove,” ungkap Reggy yang kemudian mengajak kami melihat tempat pembibitan mangrove. “Bibit-bibit ini tak hanya di tanam di sini. Siapa yang membutuhkan kami kasih,” ungkapnya.

Kealamian hutan mangrove sungai Nongsa masih terjaga.
Keasrian hutan mangrove sungai Nongsa.

Sebelum melanjutkan menyusuri sungai, Danche sedikit bercerita upaya Citramas Group khususnya dalam menjaga kelestarian ekosistem di aliran sungai Nongsa tersebut. Mulai dari upaya mandiri hingga membentuk wadah khusus, yang bernama PT KPN tersebut.

“Sudah sejak zaman Pak Mustofa Widjaja (mantan Kepala BP Batam),” ungkapnya.

Meski ungkap Danche ada sedikit ganguan-gangguan yang dapat merusak ekosistem hutan mangrove di aliran sungai Nongsa tersebut. Di antaranya penebangan liar, hingga penambangan pasir.

“Jika kita temukan gangguan akan kita laporkan langsung ke aparat terkait. Untuk penambangan pasir dulu pernah ada, tapi sekarang sudah berhenti. Nanti bisa dilihat bekasnya,” ungkap Danche.

Danche mengatakan dia sengaja mengajak para wartawan agar bisa melihat langsung ekosistem hutan mangrove di sungai Nongsa tersebut. Harapannya, agar masyarakat tahu hutan mangrove di sini masih terjaga dengan baik. Selain itu dapat menggugah hati masyarakat untuk bersama-sama menjaganya. Pasalnya, bila hutan mangrove ini rusak maka ekosistem yang ada di dalamnya juga akan ikut terganggu.

“Dapat menjaga yang sudah ada ini saja kita sudah sangat bersyukur. Karena merawat mangrove ini bukan hal yang gampang, tumbuhnya lama dan bibit-bibit yang kita tanam itu belum tentu tumbuh,” ujarnya.

Petugas patroli hutan mangrove sungai Nongsa.
Memantau hutan mangrove sungai Nongsa.

Sementara, Reggy mengatakan, yang menjadi kekhawatiran saat ini bukanlah aksi penebangan liar. Tapi, mulai rusaknya lingkungan di sekitarnya. Dia pun kemudian menunjukkan foto udara yang memperlihatkan daerah yang dulunya hutan kini sudah menjadi lahan terbuka. Dia takutkan pembukaan lahan tersebut terus menggerus hutan mangrove. Selain itu aliran air yang membawa lumpur juga bisa merusak ekosistem mangrove.

“Kita tak tahu ke depan perkembangan di sini ke depan. Jika pembukaan lahan tidak memperhatikan lingkungan tentu dapat merusak habitat di sini. Lumpur bisa masuk ke sini dan bisa membuat mangrove mati,” kata Reggy.

Reggy pun mengaku belum mengetahui regulasi atau aturan yang mengatur tentang pemanfaatan lahan yang berada di dalam atau didekat kawasan hutan mangrove.

“Kita ingin mangrove ini tetap dilestarikan. Jangan sampai berkurang lagi. Misalnya kalau ada pembangunan tak sampai merusak mangrove,” ujarnya.

Yayasan Citramas kata Reggy akan terus melakukan edukasi pelestarian hutan mangrove ini pada masyarakat termasuk pelajar.

“Siapa saja boleh ke sini, silahkan datang, lihat. Tempat ini kami kelola bukan profit center buat kami, malah cost center. Ini bukti kepedulian kami terhadap kelestarian lingkungan. Jangan sampai upaya-upaya pelestarian mangrove ini jadi seremonial saja,” kata Reggy.

Bekas lokasi tambang pasir di kawasan hutan mangrove sungai Nongsa.

Selanjutnya dengan menggunakan dua unit speedboat kami kemudian mulai menyusuri hutan mangrove. Kami di ajak masuk ke aliran-aliran sungai. Sebagian besar masih terjaga dengan baik. Beberapa kali kami menjumpai ular bakau yang melilit di dahan bakau.

“Burung juga banyak di sini. Kalau malam banyak kunang-kunang,” ungkap Renhard, yang bertugas berpatroli di kawasan tersebut.

Kami juga diperlihatkan bagian area mangrove yang dulunya rusak, namun sekarang sudah ditanami kembali.

“Ini dulu tempat penambangan pasir. Dulu mobil bisa masuk ke sini,” ungkapnya, sambil menunjukkan bekas-bekas tambang pasir tersebut.

Selain ular, burung elang juga terlihat berkembang baik di hutan mangrove tersebut. Beberapa ekor elang terlihat terbang di area hutan.

“Selama ini kita mungkin hanya melihat mangrove dari sisi darat. Akan jauh berbeda rasanya jika kita melihat langsung dari sisi laut,” ujar Reggy.

Faisal, salah seorang wartawan yang ikut mengaku kagum dengan keberadaan hutan mangrove di aliran sungai Nongsa tersebut.

“Satu jam lebih di dalam mutar-mutar tak terasa. Suasana di dalam luar biasa,” ujar Faisal.(ara)

Redaksi

Recent Posts

Pemko Batam Siap Perkuat Peran LAM Lewat Ranperda dan Dukungan Anggaran

AriraNews.com, Batam - Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang…

2 jam ago

324 Guru SMP di Batam Ikuti Pelatihan Peningkatan Kapasitas dan Manajemen Sekolah

AriraNews.com, Batam - Pemerintah Kota (Pemko) Batam terus memperkuat kapasitas guru Sekolah Menengah Pertama (SMP)…

2 jam ago

Momentum Hari Kartini, Amsakar Angkat Peran Strategis Satpol PP,  Satlinmas dan Damkar

AriraNews.com, BATAM – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan pentingnya peran aparat dalam menjaga ketertiban…

5 jam ago

PAD Terus Meningkat, Batam Dipercaya jadi Tuan Rumah Rembug Fiskal Nasional

AriraNews.com, Batam - Kota Batam kembali mendapat kepercayaan sebagai tuan rumah kegiatan berskala nasional. Dalam…

17 jam ago

Respons Cepat SAR Natuna, Dua Nelayan Selamat dari Insiden Pompong Mati Mesin di Anambas

Ariranews.com, Natuna – Respons cepat Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Natuna berhasil menyelamatkan dua nelayan…

24 jam ago

Antisipasi Risiko Penerbangan, Lanud Raden Sadjad Lakukan Penataan Drainase

Ariranews.com, Natuna – Dalam upaya mengantisipasi risiko penerbangan, Pangkalan TNI AU Raden Sadjad (Lanud RSA)…

1 hari ago