Pastikan Infrastruktur Aman, PGN Batam Gencarkan Edukasi Penggunaan Jargas Pada Masyarakat

Avatar photo
PGN resmi mengalirkan gas bumi ke Perumahan Rosinton Raya, Batuaji, Batam. Sebanyak 171 sambungan pelanggan rumah tangga telah terpasang dan mulai menikmati manfaat energi gas bumi yang bersih, aman, dan efisien dari PGN.

AriraNews.com, Batam – PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Area Batam telah menyiapkan infrastruktur jaringan gas rumah tangga (jargas) yang andal dan aman. Seiring dengan itu, PGN juga terus menggencarkan edukasi kepada masyarakat Batam mengenai aspek keselamatan serta keunggulan penggunaan gas bumi melalui jaringan pipa.

Upaya tersebut diwujudkan melalui program sosialisasi kepada pelanggan rumah tangga maupun pelaku usaha guna memastikan distribusi energi berjalan optimal sekaligus meminimalkan risiko kecelakaan akibat kelalaian pengguna.

Area Head PGN Batam, Wendi Purwanto, menegaskan bahwa faktor keselamatan tidak hanya bergantung pada sistem yang dibangun perusahaan, tetapi juga pada tingkat pemahaman dan kepedulian masyarakat sebagai pengguna.

BACA JUGA:   Di Bawah Danantara, PGN Siapkan Batam Jadi Role Model Kota Gas Nasional
Area Head PGN Batam, Wendi Purwanto kegiatan buka puasa bersama media bertajuk “Energi untuk Melangkah Penuh Harapan” yang digelar di Ibis Styles Batam Nagoya, Jumat (27/2/2026).

Hal itu disampaikannya di sela kegiatan buka puasa bersama media bertajuk “Energi untuk Melangkah Penuh Harapan” yang digelar di Ibis Styles Batam Nagoya, Jumat (27/2/2026).



“Tidak aman kalau kita lalai, dan akan menjadi aman kalau kita peduli dengan keselamatan. Kami sudah berusaha membuat sistem yang aman, tapi kembali lagi, apakah masyarakat memahami cara membuatnya tetap aman?” ujarnya.

Menurut Wendi, secara alami gas bumi tidak berbau. Untuk meningkatkan aspek keamanan, PGN menambahkan zat pembau (odorant) agar kebocoran dapat segera terdeteksi oleh pengguna. Dengan adanya aroma menyengat tersebut, masyarakat dapat langsung mengenali jika terjadi kebocoran pada instalasi.

BACA JUGA:   Hari Minggu Besok, Vaksinasi Anak Sekolah di Batam Dimulai

Selain bau khas, kebocoran juga bisa ditandai dengan bunyi mendesis pada jaringan atau sambungan pipa. Dalam sosialisasi, PGN mengajarkan langkah sederhana untuk mendeteksi titik kebocoran, seperti mengoleskan air sabun pada sambungan pipa. Jika muncul gelembung, terdapat indikasi kebocoran yang perlu segera ditangani.

PGN juga menekankan pentingnya langkah penanganan awal ketika terjadi kebocoran, yakni segera mematikan aliran gas dari katup utama, membuka ventilasi agar sirkulasi udara lancar, serta menghindari menyalakan api maupun perangkat listrik yang berpotensi menimbulkan percikan.

Dalam edukasi tersebut, PGN turut memperkenalkan konsep “segitiga api”, yaitu tiga unsur penyebab kebakaran: bahan bakar (gas), oksigen (udara), dan sumber panas atau api. Jika salah satu unsur dihilangkan, potensi kebakaran dapat dicegah.

BACA JUGA:   BP Batam Dukung Kebijakan Jargas di Kota Batam, Masuk Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional

Dari sisi infrastruktur, PGN memastikan jaringan distribusi telah memenuhi standar keamanan, termasuk sistem pemantauan dan respons cepat apabila terjadi gangguan pada jaringan luar. Meski demikian, peran aktif masyarakat tetap menjadi kunci utama keselamatan penggunaan gas bumi.

Seiring meningkatnya jumlah pelanggan jargas di Batam akibat pertumbuhan ekonomi dan kawasan permukiman, PGN berharap kesadaran kolektif terhadap keselamatan energi juga semakin kuat.

“Kalau kita sama-sama jaga, insya Allah penggunaan gas bumi akan tetap aman dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat,” tutup Wendi. (emr)