SDN 008 Binjai Gelar Pesantren Kilat, Bentuk Generasi Berkarakter Religius

Suasana saat anak-anak SDN 008 Binjai mengikuti Pesantren Kilat.

AriraNews.com, Natuna – Dalam rangka mengisi kegiatan Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah, SDN 008 Binjai menggelar pesantren kilat selama tiga hari, mulai Senin hingga Rabu (23–25 Februari 2026). Kegiatan ini diikuti siswa kelas III hingga kelas VI sebagai bagian dari pembinaan karakter serta peningkatan keimanan di lingkungan sekolah.

Kepala SDN 008 Binjai, M. Sholihin, menjelaskan bahwa pelaksanaan pesantren kilat dilakukan secara serentak di seluruh Sekolah Dasar se-Kecamatan Bunguran Barat, bahkan se-Kabupaten Natuna, dengan kegiatan dilaksanakan di sekolah masing-masing.

BACA JUGA:   Literasi Digital, Bahaya Pornografi dan Pelecehan Seksual di Ruang Digital

“Program ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman keagamaan siswa sejak dini serta membiasakan mereka menjalankan ibadah dengan baik dan benar selama Ramadhan,” ujar Sholihin di ruang kerjanya, Kamis (26/02/2026) pagi.

Selama tiga hari pelaksanaan, para siswa mengikuti berbagai kegiatan keagamaan, seperti tadarus Al-Qur’an, pembiasaan puasa, salat berjamaah, salat dhuha, serta pemberian materi tentang kewajiban puasa dan larangan-larangan yang harus dihindari selama menjalankan ibadah. Seluruh rangkaian kegiatan dikemas secara edukatif dan interaktif agar mudah dipahami peserta didik.


BACA JUGA:   Bawaslu dan KPU Kepri Gelar Apel Gabungan Serentak se-Kepri

Tak hanya fokus pada ibadah, siswa juga diberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga akhlak, kedisiplinan, serta menghormati guru dan orang tua sebagai bagian dari penguatan karakter religius.
Usai pelaksanaan pesantren kilat, pada Kamis (26/02/2026), kegiatan belajar mengajar kembali berjalan seperti biasa.

Namun, durasi setiap mata pelajaran disesuaikan menjadi 30 menit guna menyesuaikan suasana Ramadhan.
Melalui kegiatan ini, pihak sekolah berharap terbentuk karakter siswa yang tidak hanya memahami nilai-nilai agama secara teori, tetapi juga mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

BACA JUGA:   Pilkada Kepri Dalam Bingkai Hoax dan Kebencian

“Kami berharap anak-anak dapat melaksanakan salat secara mandiri, memahami makna puasa, serta menerapkan nilai-nilai kebaikan, baik di sekolah maupun di rumah,” tutup Sholihin. (Dod)