Jalur Vital Ranai–Sedanau Memprihatinkan, Warga Binjai Minta Perbaikan Segera

Kepala Desa Binjai dan tampak jalan yang rusak.

Ariranews.com, Natuna – Jalan poros Desa Binjai, Kecamatan Bunguran Barat, Kabupaten Natuna, yang menjadi akses utama menuju Pelabuhan Fery Binjai, kini mengalami kerusakan berat. Kondisi jalan sepanjang kurang lebih lima kilometer tersebut dikhawatirkan mengganggu aktivitas bongkar muat barang serta transportasi penumpang yang menghubungkan Ranai dan Sedanau.

Berdasarkan hasil penelusuran di lapangan, sedikitnya terdapat 13 titik kerusakan berat di sepanjang ruas jalan tersebut. Permukaan jalan yang berlubang dan rusak parah tidak hanya memperlambat waktu tempuh, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama saat malam hari dan musim hujan.

Jalan poros ini memiliki peran strategis bagi masyarakat, khususnya warga Desa Binjai dan Ranai yang hendak menuju Sedanau maupun sebaliknya. Selain menjadi jalur transportasi penumpang fery, akses tersebut juga digunakan untuk distribusi logistik dan aktivitas bongkar muat barang di Pelabuhan Fery Binjai.

BACA JUGA:   Bupati Natuna Sambut Kepulangan Jemaah Haji Asal Natuna di Batam

Kepala Desa Binjai, Said Rosyid, mengatakan bahwa persoalan kerusakan jalan itu sebelumnya telah disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melalui kegiatan reses anggota DPRD Provinsi Kepri, Mustamin.



“Sudah pernah kita sampaikan lewat reses anggota DPRD Provinsi, Pak Mustamin, beberapa waktu lalu,” ujar Said Rosyid, Kamis (26/2/2026).

Ia berharap, mengingat jalan tersebut merupakan satu-satunya akses menuju pelabuhan dan memiliki peran penting dalam mendukung roda perekonomian masyarakat, pemerintah dapat memberikan perhatian serius.

BACA JUGA:   Rudi-Aunur Terima Rekomendasi Nasdem untuk Pilkada Kepri 2024

“Jalan ini satu-satunya akses ke Pelabuhan Fery Binjai. Di pelabuhan ini juga terdapat aktivitas bongkar muat barang, selain sebagai akses transportasi penumpang fery dari Ranai ke Sedanau maupun sebaliknya. Kita berharap ada keseriusan dari pemerintah dalam memperbaiki akses ini,” tegasnya.

Seorang pengemudi jasa transportasi rute Ranai–Binjai menuturkan bahwa kondisi jalan tersebut sudah lama tidak diperbaiki. Menurutnya, jalur itu merupakan akses vital yang setiap hari dilalui kendaraan penumpang maupun distribusi barang.

“Setiap hari kami lewat sini. Jalannya rusak dan cukup berbahaya, apalagi kalau malam atau saat hujan. Sudah beberapa kali terjadi kecelakaan,” ujarnya kepada media ini, Rabu (25/2/2026).

BACA JUGA:   Sosialisasi Perbup Nomor 45 Tahun 2023, Sekda Natuna Minta Semua Pejabat Komit

Keluhan serupa juga disampaikan warga setempat saat ditemui di sekitar kawasan pelabuhan. Mereka mengaku khawatir kerusakan jalan akan terus memakan korban jika tidak segera ditangani.

Seorang warga Binjai, Andi, menyebut kondisi tersebut berpotensi menyebabkan kecelakaan serius, bahkan dapat menimbulkan korban jiwa apabila dibiarkan berlarut-larut.

“Kami khawatir akan memakan korban jiwa jika tidak segera diperbaiki. Mudah-mudahan pemerintah segera memperbaiki jalan itu,” ujarnya.

Masyarakat berharap perbaikan segera direalisasikan agar mobilitas warga dan distribusi barang tidak terus terganggu, serta risiko kecelakaan akibat jalan rusak dapat diminimalkan. (Dod)