Airlangga Hartarto Resmikan Masjid Tanjak Bandara Hang Nadim, Ikon Baru Wisata Batam

Avatar photo
Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto (tengah) didampingi Kepala BP Batam, Muhammad Rudi dan Gubernur Kepri, Ansar Ahmad menanam pohon di area Masjid Tanjak Bandara Hang Nadim.

AriraNews.com, BATAM – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meresmikan Masjid Tanwirun Naja (Masjid Tanjak), Bandara Hang Nadim, Batam, Kepri, Jumat (24/6/2022) siang.

Peresmian ditandai dengan pembukaan selubung nama masjid dan penandatanganan prasasti oleh Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto yang didampingi Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, Anggota DPR RI, Asman Abnur, dan sejumlah tokoh agama dan masyarakat lainnya. Dalam kesempatan yang sama Airlangga juga melakukan penanaman pohon di area masjid.

BACA JUGA:  Perkuat Wawasan Geostrategis, Amsakar Achmad Jadi Narasumber Pasis Seskoau Angkatan 64 di Batam

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, memuji desain Masjid Tanwirun Naja (Masjid Tanjak) yang dibangun BP Batam tersebut. Menurutnya desain masjid tidak biasa dan memiliki sirkulasi udara yang sangat baik, sehingga terasa sangat nyaman saat menjalankan ibadah.

“Melihat desain, ornamen yang digunakan sangat out of the box. Begitu menggambarkan kearifan lokal. Sangat berbeda dari masjid pada umumnya,” kata Airlangga.

Dia pun berharap masjid ini dapat difungsikan dengan baik. Selain sarana ibadah juga dapat meningkatkan perekonomian serta mendukung pengembangan Bandara Hang Nadim ke depan.

BACA JUGA:  Amsakar-Li Claudia Lepas 641 Jemaah Calon Haji asal Batam

“Selain tempat ibadah tentunya juga bisa menjadi tujuan wisata religi yang banyak berkembang saat ini. Masjid ini merupakan simbol dan bisa menjadi ikon baru wisata Batam,” kata Airlangga.

Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto (tengah) berbincang dengan Kepala BP Batam, Muhammad Rudi sebelum penandatanganan prasasti peresmian Masjid Tanjak Bandara Hang Nadim.

Masjid Tanjak Bandara Hang Nadim Batam mulai dibangun Rabu (23/12/2020). Ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Kepala BP Batam, HM Rudi.

Masjid dibangun di lahan seluas 15000 meter persegi. Bangunan masjid atau tapak seluas 5000 meter persegi, dapat menampung jamaah sekitar 1000 orang. Sedangkan mezanin dapat menampung jamaah sekitar 400 orang.

BACA JUGA:  Pasca Tabrak Lari Siswa, Li Claudia Perintahkan Percepat Pembangunan Zona Selamat Sekolah

Disain Kubah masjid berbentuk tanjak terbuat dari bahan khusus sejenis aluminium yang tahan karat. Bangunan masjid sendiri setinggi 39 meter. Dilengkapi menara setinggi 45 meter.

Pembangunan masjid akan dilakukan selama tiga tahun dengan menelan biaya sekitar Rp39 miliar. Namun, tak sampai tiga tahun masjid sudah rampung dan dapat difungsikan.(emr)