Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Kepulauan Riau, Guntur Sakti, yang ditemui di Nongsa Point Marina Resorts, Nongsa, Kamis (23/1/2025) malam.
AriraNews.com, Batam – Pemerintah Provinsi Kepri optimis dapat meraih jumlah kunjungan wisatawan mancanegara negara (Wisman) sesuai yang ditargetkan Pemerintah Pusat pada tahun 2025, dengan jumlah kunjungan 2,4 juta orang.
Hal tersebut dilihat terus naiknya jumlah Wisman pada tahun 2024. Selain itu sejumlah kebijakan dan insentif yang diberikan Pemerintah Pusat baik yang berlaku Nasional, lokal, mau pun segmentasi diyakini dapat mendorong kunjungan wisatawan ke Kepri.
“Target kunjungan 2025 masih memiliki dua skema. Satu target pemerintah pusat yang diberikan ke Kepri. Kedua target Kepri yang menjadi RPJMD Gubernur,” kata Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Kepulauan Riau, Guntur Sakti, yang ditemui di Nongsa Point Marina Resorts, Nongsa, Kamis (23/1/2025) malam.
Dijelaskan Guntur, Pemerintah Pusat pada tahun 2025 menargetkan jumlah kunjungan Wisman ke Kepri 2025 sebesar 2,4 juta orang. Sementara target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Gubernur Kepri, Ansar Ahmad sebesar 1,6 juta orang. Target tersebut akan direvisi usai Gubernur Kepri terpilih dilantik.
Ia mengaku optimis bisa mencapai target kunjungan Wisman yang diberikan oleh Pemerintah Pusat. Apalagi Pemerintah Pusat menambah lagi regulasi kemudahan Wisman masuk ke Kepri.
“Sangat optimis bisa tercapai kalau pemerintah memberikan regulasi-regulasi kemudahan untuk masuk. Kita berdoa semoga ekosistem Tourism di Kepri semakin kompetitif terutama kalau dilihat dari aksesbilitas. Yaitu terbukanya akses warga negara asing yang akan masuk ke Kepri di mana pemerintah membuat skema kebijakan khusus bagi Kepri,” kata Guntur.
Berdasarkan data BPS Kepri, jumlah kunjungan Wisman ke Kepri secara kumulatif, dari Januari hingga November 2024, sebanyak 1.471.449 orang. Didominasi oleh wisatawan dari Singapura (50,6%) dan Malaysia (20,9%).
“Angka pertumbuhannya menggembirakan. Target di RPJMD 1,4 juta Wisman. Kalau lebih, itu karena efek promosi sangat berpengaruh dan kekuatan regulasi yang memudahkan kepada turis maupun investor,” katanya.
Guntur mengatakan sudah ada dua regulasi kemudahan yang diberikan Pemerintah Pusat pada 2024 lalu. Diluncurkan pada Oktober 2024 dan Desember 2024. Pertama bebas bisa kunjungan bagi Permanen Residence Singapura yang diterbitkan pada bulan Oktober 2024, dan pada Desember 2024 diluncurkan dengan skema Lokalizer, Customize, Segmented. Selain visa 30 hari untuk Indonesia, khusus Kepri akan mendapatkan fasilitas visa 7 hari dengan biaya Rp 250 ribu.
“Ada beberapa lagi yang kita usulkan pada Pemerintah Pusat. Mudah-mudahan bila dikabulkan maka akan membuat Wisman mudah masuk ke Kepri, tapi tak kita ungkap dulu, tunggu saja,” kata Guntur.
Guntur berharap para pelaku wisata bisa menangkap peluang ini. Pelaku wisata bisa membuat berbagai promosi-promosi baru sebagai daya tarik Wisman. (ara)
AriraNews.com, Batam - Hotel Santika Batam menghadirkan inovasi terbaru di bidang kuliner dengan meluncurkan dua…
KARIMUN, seputarkarimun.com – Dalam rangka memeringati hari jadi Kabupaten Karimun yang ke-198, Pemerintah Kabupaten Karimun…
AriraNews.com, Batam - Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Lansia yang jatuh pada tanggal 29 Mei…
AriraNews.com, BATAM – Developer properti terbesar dan terpercaya di Kota Batam, PT Putera Karyasindo Prakarsa…
AriraNews.com, BATAM - Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Harris Pratamura, resmi membuka perayaan International Jazz…
AriraNews.com, Batam - Finalis Duta Wisata Encik & Puan Kota Batam 2026 melaksanakan audiensi bersama…