Batam  

Perbaharui Info Cuaca Kepri Melalui Webside BMKG Hang Nadim

Avatar photo
Informasi cuaca di situs resmi BMKG Hang Nadim.

AriraNews.com, Batam – Bagi masyarakat yang ingin mengetahui kondisi cuaca, Badan Meteorologi Klimatalogi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteologi Kelas 1 Hang Nadim Batam, membuka layanan informasi cuaca 24 jam 7 hari melalui nomor 0813 1470 7352, melalui aplikasi InfoBMKG (Android dan iOS) atau dapat mengakses website https://www.cuaca.bmkg-go.id.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas 1 Hang Nadim Batam, Ramlan mengimbau agar masyarakat waspada potensi cuaca ekstrem di wilayah Kepri yang dapat mengakibatkan terjadinya bencana hidrometeorologi hujan lebat, banjir, angin kencang dan tanah intensitas ringan-sedang- hingga longsor pada periode 18-21 Maret di Batam, Tanjungpinang, Bintan, Karimun, Lingga, Natuna dan Anambas.

BACA JUGA:  Reformasi Regulasi dan Pembenahan Infrastruktur Dorong Lonjakan Investasi Kota Batam

“Waspada potensi gelombang tinggi di wilayah Perairan Batam, Bintan, Lingga, Selat Berhala, Tambelan, Natuna, Kepulauan Subi Serasan, dan Perairan Anambas,” katanya.

Dengan masih tingginya potensi curah hujan di Indonesia, masyarakat yang tinggal di daerah pesisir, rawan longsor beraktivitas di wilayah rawan bencana dihimbau untuk terus waspada dan siaga.

“Terutama pengendara maupun kapten kapal untuk tetap berhati-hati dalam perjalanan saat terjadi hujan lebat untuk mengantisipasi dampak yang dapat terjadi seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, sambaran petir, dan pohon tumbang,” katanya.

BACA JUGA:  BI Kepri: Konsumsi Rumah Tangga Perlu Ditingkatkan untuk Perkuat Pertumbuhan Ekonomi

Perkembangan kondisi dinamika atmosfer wilayah Kepulauan Riau (Kepri) menunjukkan adanya indikasi potensi kejadian hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang dalam beberapa hari ke depan.

Potensi terjadinya hujan dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain aktifnya Madden Julian Oscillation (MJO) serta adanya Bibit Siklon Tropis 91S di Wilayah Selatan Sumatera. Hal ini menyebabkan terbentuknya pola belokan angin (Shearline) di wilayah Kepri, sehingga mengakibatkan perlambatan massa udara (Konvergensi) dan meningkatkan Kondisi genangan air sudah pertumbuhan awan-awan hujan di wilayah Kepri dan sekitarnya. (ara)

BACA JUGA:  Diinisiasi HARRIS Hotel Batam Center dan HARRIS Resort Waterfront Batam, Ratusan Peserta Meriahkan Hari Yoga Internasional 2026