Tampak kapal pompong nelayan dari enam desa di kecamatan Subi ikut mencari nelayan yang hilang kontak pada Jumat kemaren.
Ariranews.com, Natuna – Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Natuna terus mengintensifkan pencarian terhadap Arif (26), nelayan yang dilaporkan hilang kontak saat melaut di perairan Pulau Subi. Memasuki hari kedua operasi pencarian, dukungan masyarakat setempat menjadi kekuatan utama dalam memperluas area penyisiran yang dilakukan tim SAR gabungan.
Puluhan nelayan dari sejumlah desa di Kecamatan Subi turut mengerahkan kapal pompong mereka untuk membantu pencarian. Keterlibatan masyarakat pesisir tersebut menunjukkan kuatnya semangat gotong royong dan kepedulian terhadap sesama nelayan yang sedang tertimpa musibah.
Operasi pencarian pada Sabtu (20/6/2026) difokuskan di wilayah perairan dan pesisir barat Pulau Subi dengan cakupan area pencarian mencapai 222 mil laut persegi. Tim SAR gabungan bergerak sejak pagi hari untuk menyisir sejumlah sektor yang telah ditentukan berdasarkan hasil analisis dan informasi di lapangan.
Kepala Kantor SAR Natuna, Abdul Rahman, mengatakan tim SAR gabungan mulai bergerak dari Pelabuhan Nelayan Desa Subi dengan dukungan armada SAR dan kapal milik masyarakat.
“Tim SAR gabungan bergerak sejak pukul 07.20 WIB dari Pelabuhan Nelayan Desa Subi. Kami mengerahkan satu unit Rigid Buoyant Boat (RBB) dan mendapat dukungan 30 kapal pompong milik masyarakat dari enam desa di Kecamatan Subi,” ujar Abdul Rahman.
Menurutnya, partisipasi masyarakat memberikan kontribusi besar dalam memperluas jangkauan pencarian, terutama di area-area yang membutuhkan pemantauan lebih intensif.
“Keterlibatan 30 unit pompong milik nelayan Subi menunjukkan kepedulian dan semangat kebersamaan masyarakat yang luar biasa. Ini sangat membantu memperluas jangkauan pencarian di lapangan,” katanya.
Selain masyarakat nelayan, operasi pencarian juga melibatkan berbagai unsur SAR gabungan, di antaranya TNI, Polri, Dinas Perhubungan, pemerintah desa, pemerintah kecamatan, serta Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kecamatan Subi.
SAR Natuna mengapresiasi sinergi seluruh pihak yang terlibat dalam operasi kemanusiaan tersebut. Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi faktor penting dalam mendukung efektivitas pencarian dan memperbesar peluang ditemukannya korban.
Abdul Rahman menegaskan, tim SAR gabungan akan terus melanjutkan pencarian dengan memaksimalkan seluruh sumber daya yang tersedia hingga korban ditemukan.
“Operasi akan terus kami lanjutkan dengan dukungan seluruh unsur dan masyarakat hingga korban ditemukan,” tegasnya.
Solidaritas yang ditunjukkan masyarakat Subi di tengah luasnya perairan Natuna menjadi bukti kuat bahwa budaya gotong royong masih terjaga. Kehadiran puluhan kapal nelayan yang bahu-membahu bersama tim SAR tidak hanya membantu operasi pencarian, tetapi juga mencerminkan kuatnya rasa persaudaraan masyarakat pesisir dalam menghadapi musibah.
(Dod)
Ariranews.com, Natuna – Tim Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Natuna mengevakuasi seorang warga yang diduga…
Ariranews.com, Natuna – Keluarga Arif (26), nelayan asal Kampung Tarayak, Desa Terayak, Kecamatan Subi, masih…
AriraNews.com, Mersing - Di sebuah sudut tenang Kampung Bahagia, Mersing, Johor, aroma malam dan warna-warni…
AriraNews.com, MERSING – Mersing tidak hanya dikenal sebagai gerbang wisata bahari menuju gugusan pulau eksotis…
AriraNews.com, Mersing - Sebelum menjejakkan kaki di hamparan pasir putih dan menikmati jernihnya laut di…
Ariranews.com, Natuna – Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Natuna bergerak cepat menindaklanjuti laporan hilang kontak…