Batam

Syarat Tinggi Badan Diperbolehkan Saat Seleksi Masuk Kerja

AriraNews.com, Batam – Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam, Rudi Sakyakirti menanggapi video viral pelamar kerja di Kawasan Batamindo, Mukakuning, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang dites tinggi badannya.

Rudi Sakyakirti menyampaikan permintaan tenaga kerja dengan tinggi badan tertentu, berdasarkan kebutuhan perusahaan. Hal tersebut bukan diskriminasi.

“Tidak semua perusahaan begitu. Ada pekerjaan yang membutuhkan tinggi badan tertentu, karena memang itu yang dibutuhkan perusahaan. Kan tidak semua, untuk itu pencaker lain jangan merasa kalah bersaing,” ujar Rudi, Senin (20/5/2024).

Diakuinya saat ini informasi lowongan pekerjaan di Batam cukup banyak. Mulai dari melakukan perekrutan tenaga kerja baru. Hal ini juga membuat serbuan pencaker masih menjadikan Batam sebagai tujuan utama.

Dalam Peraturan Daerah (Perda) Penempatan Tenaga Kerja di Kota Batam diatur tidak diperbolehkan mencantumkan persyaratan fisik saat membuat kriteria lowongan pekerjaan. Persyaratan khusus bisa disampaikan saat memasuki tahapan seleksi atau interview antara tenaga kerja dan perusahaan.

Sementara itu, Anggota DPRD Kota Batam, Mustofa menuturkan aturan yang diatur adalah tidak boleh mencantumkan tinggi badan dalam membuat kriteria lowongan pekerjaan. Namun ketika dalam seleksi itu dijalankan, menurutnya itu merupakan ranah dari perusahaan.

“Karena untuk pekerjaan tertentu itu butuh pekerja yang memiliki tinggi badan tertentu. Sehingga ketika seleksi itu yang menjadi perhatian mereka. Jadi tidak semua perusahaan ya, ada beberapa perusahaan gitu. Jadi tidak ada tindakan yang diskriminasi terhadap calon pekerja. Ini murni karena jobdesk yang akan mereka,” tutur Politisi PKS ini.

Ia melanjutkan DPRD Kota Batam terus mengawasi jalannya Peraturan Daerah (Perda) penempatan tenaga kerja. Termasuk penempatan di perusahaan. Menurutnya, pencari kerja tidak perlu merasa ada perlakuan khusus bagi mereka yang memiliki tinggi badan tertentu.

Menurutnya, mayoritas pencaker yang ada di Batam merupakan pencari. Harus diakui persaingan kerja tinggi, karena jumlah pencaker juga banyak. Namun harus diapresiasi, perusahaan sudah mengutamakan pemilik e-KTP Batam.

“Ini dicantumkan syarat untuk menyokong serapan tenaga kerja lokal. Ini kami atur dalam Perda penempatan tenaga kerja yang sudah disahkan beberapa bulan lalu,” kata Mustofa.

Mengenai ramainya pencari kerja di Batam, menurut Mustofa hal itu menandakan Batam masih manis bagi pencari kerja.

“Lowongan yang penting tersedia. Untuk serapan tenaga kerja tergantung kebutuhan perusahaan. Tetap harus memprioritaskan pekerja lokal,” terangnya.(oma)

Redaksi

Recent Posts

Ketua DPRD Batam Hadiri Peresmian Kantor Zona Bakamla Barat, Tekankan Peran Strategis Bakamla

AriraNews.com, Batam - Ketua DPRD Kota Batam, Haji Muhammad Kamaluddin, menghadiri peresmian Kantor Zona Bakamla…

2 jam ago

Jaga Ekosistem Pesisir, Kejari Natuna Dukung Program Indonesia ASRI

Ariranews.com, Natuna – Upaya menjaga ekosistem pesisir terus digaungkan di wilayah perbatasan. Kejaksaan Negeri Natuna…

6 jam ago

Li Claudia Siapkan Langkah Penataan 60 Pasar di Batam

AriraNews.com, Batam - Pemerintah Kota (Pemko) Batam terus berupaya mewujudkan pasar yang bersih dan tertata,…

10 jam ago

Batam Tuan Rumah Pantun Tiga Serumpun, Amsakar: Perkuat Identitas Budaya Melayu

AriraNews.com, Batam - Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, resmi membuka kegiatan Pantun Tiga Serumpun yang…

10 jam ago

Peresmian Mako Bakamla Zona Barat di Batam, Amsakar: Keamanan Maritim Pendorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah

AriraNews.com, Batam - Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menghadiri peresmian Markas Komando (Mako) Badan Keamanan…

10 jam ago

WFH, Pemko Batam Targetkan Hemat Rp 18 Miliar

AriraNews.com, Batam - Pemerintah Kota (Pemko) Batam menargetkan efisiensi belanja hingga Rp18,1 miliar melalui penerapan…

11 jam ago