AriraNews.com, Tanjungpinang (Advertorial) – Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad membuka rapat koordinasi penguatan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) Provinsi Kepri dan Jambi di Aula Wan Seri Beni, Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Rabu (17/5/2023).
Acara yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI ini diisi paparan oleh sejumlah narasumber yakni PIC Monitoring Center for Prevention (MCP) Kepri, Joko Kartiko Krisno, Kepala BPKP Perwakilan Kepri, Mardiyanto Arif Rakhmadi, Kepala BPKP Perwakilan Jambi, Sueb Cahyadi, dan Plt. Direktur Korsup Wilayah I.1, Edy Suryanto, serta diskusi dan tanya jawab yang dipandu oleh Kasatgas Wilayah I.1 KPK, RI Maruli Tua.
Gubernur Ansar menyambut baik dilaksanakannya rakor ini. Rakor ini akan menjadi suplemen sekaligus diharapkan menjadi booster terhadap penanganan potensi korupsi di Indonesia khususnya di Kepri maupun Jambi.
“Pencegahan dan pemberantasan korupsi adalah komitmen pemerintah dalam rangka mewujudkan penyelenggaraan negara yang bersih dan berwibawa, komitmen ini akan terus menerus diupayakan pewujudannya tanpa ada kata henti,” ujar Ansar.
Penguatan peran APIP dibutuhkan untuk menilai dan memberi rekomendasi tentang efesiensi dan efektifitas pelaksanaan kebijakan program dan kegiatan sebagaimana tercantum dalam Lampiran Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 88 Tahun 2022.
“Kami berharap kepada seluruh APIP provinsi dan kabupaten/kota untuk bersinergi dengan baik untuk mencapai tujuan tersebut dan tetap menjadi garda terdepan dalam mengawal visi dan misi kepala daerah guna membangun pemerintahan yang bersih dan akuntabel,” ajak Gubernur Ansar.
Gubernur Ansar juga menyampaikan apresiasinya atas kinerja para bupati/walikota, para kepala perangkat daerah, dan Tim MCP KPK atas upaya yang berkesinambungan dalam meningkatkan perbaikan di 8 area intervensi dengan program MCP.
Hadir dalam acara ini Sekdaprov Kepri Adi Prihantara, Kepala OPD Pemprov Kepri, dan Inspektur Daerah Kabupaten/Kota se-Provinsi Kepri dan Provinsi Jambi.(adv/ara)








