Investasi di Batam Triwulan 2025 Mencapai Rp 8,6 Triliun

Avatar photo
Kawasan Industri Batamindo, Mukakuning, Batam, Kepri.

AriraNews.com, BATAM – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Batam mencatat realisasi investasi di Batam pada Triwulan 2025 mencapai Rp 8,6 triliun dan menyerap tenaga kerja sebanyak 15.192 orang. Investasi tersebut kombinasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Batam, Reza Khadafi menjelaskan realisasi ini setara dengan 23,9% dari target Pemerintah Provinsi Kepri (Rp 36 triliun) dan 215,4% dari target Renstra Kota Batam (Rp 4 triliun). Kendati secara kuartalan (Quarter-on-Quarter/QoQ) dan tahunan (Year-on-Year/YoY) investasi mengalami penurunan masing-masing 38,5% dan 15,7%, namun dari sisi struktur dan distribusi sektor, pertumbuhan tetap terjaga positif.

BACA JUGA:  Jumlah Permintaan Hewan Kurban di Batam Tahun 2026 Diperkirakan Menurun

Ia melanjutkan capaian Kota Batam dalam investasi Triwulan I 2025 menunjukkan daya tarik yang kuat di mata investor, terutama dari Singapura dan sektor jasa. Pemerintah Kota (Pemko) Batam terus berupaya menjaga iklim investasi yang kondusif melalui perbaikan sistem perizinan, penguatan infrastruktur, dan penyediaan lahan yang terintegrasi.

Adapun komposisi PMA dan PMDN, PMA berkontribusi sebesar Rp 5,9 triliun (68,5%), meningkat 45,5% QoQ dan 15,7% YoY. Dan PMDN menyumbang Rp 2,7 triliun (31,5%), tumbuh 25,3% QoQ dan melonjak 58,5% YoY

Selain itu, ada empat sektor dominan dalam realisasi investasi di Batam Triwulan I 2025 meliputi:

BACA JUGA:  Batam Raih Penghargaan Penurunan Kemiskinan dan Stunting

1. Jasa Lainnya – Rp 2,2 triliun

2. Industri Mesin, Elektronik, dan Peralatan Presisi (termasuk instrumen kedokteran, listrik, optik, dan jam) – Rp 1,5 triliun

3. Perumahan, Kawasan Industri, dan Perkantoran – Rp 729,3 miliar

4. Perdagangan dan Reparasi – Rp 709,69 miliar

Reza mengatakan sektor jasa menjadi yang tertinggi, mencerminkan pertumbuhan signifikan dari layanan pendukung industri dan kebutuhan digital serta logistik.

Singapura tetap menjadi investor asing terbesar dengan nilai realisasi investasi mencapai Rp 3,6 triliun, setara lebih dari setengah total PMA yang masuk ke Batam. Tiga negara lain yang menyusul dalam daftar 4 besar negara.

BACA JUGA:  Polresta Barelang Musnahkan 1.931 Vape Mengandung Narkoba

Di antaranya investasi PMA Malaysia sebesar Rp 669,3 miliar, Republik Rakyat Tiongkok (RRT) sebesar Rp 448,7 miliar dan Taiwan sebesar Rp 373,9 miliar

Dari total realisasi investasi Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) senilai Rp 13,2 triliun (periode Januari-Maret 2025), Batam menyumbang 65,2% atau Rp 8,6 triliun. Hal ini menjadikan Batam sebagai lokomotif utama pertumbuhan investasi di Kepri, jauh melampaui daerah lainnya seperti:

Kabupaten Bintan – Rp 1,3 triliun (28,8%)

Kabupaten Karimun – Rp 412,8 miliar (3,2%)

Kota Tanjungpinang – Rp 281,1 miliar (2,1%)

Sementara kontribusi daerah lain seperti Kepulauan Anambas, Lingga, dan Natuna masih di bawah 1%. (ara)