Perka BP Batam Terbit, Industri Maritim di Batam Tumbuh 500 Persen

Avatar photo
Ketua Aliansi Gerakan Kebangkitan Industri Maritim Batam, Osman Hasyim.

AriraNews.com, Batam – Ketua Aliansi Gerakan Kebangkitan Industri Maritim Batam, Osman Hasyim berkeyakinan industri maritim di Batam akan terus tumbuh. Apalagi sejak terbitnya Peraturan Kepala (Perka) BP Batam Nomor 20/2021 terkait Pengelolaan Tarif Layanan dan Tata Cara Pengadministrasian Keuangan pada Badan Usaha Pelabuhan (BUP) BP Kawasan Perdagangan dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam, awal September tahun 2021 lalu, sektor maritim langsung menggeliat.

“Perka berubah perubahan sangat terasa. Dibanding 2021-2022, April per April, terjadi peningkatan 498 persen, hampir 500 persen. Industri maritim itu mulai dari galangan kapal, pabrikasi, jasa pelayanan pelabuhan dan lainnya. Sekarang galangan kapal sudah mulai penuh. Informasi yang kita terima juga ship to ship dari Januari sampai September kenaikan mencapai 767 persen berbasis GDP dan itulah nilai akhir dari proses ini,” ungkapnya pada sejumlah wartawan di Batam Center, Rabu (16/11/2022) siang.

BACA JUGA:  Pasca Tabrak Lari Siswa, Li Claudia Perintahkan Percepat Pembangunan Zona Selamat Sekolah

Dia memuji di bawah kepemimpinan Muhammad Rudi, BP Batam cepat berbenah. Menampung aspirasi para pelaku usaha dan membuat terobosan-terobosan.

“Di bawah pak Rudi, BP Batam sangat jauh berubah,” akunya, meski dulu kata mantan Ketua INSA Batam ini dia kerap melontarkan kritik pada BP Batam. Hal. Itu tak lain untuk kemajuan industri, khususnya industri maritim di Batam.

“Kita berusaha objektif, mana yang bagus kita bilang bagus, mana yang belum kita kasih masukan,” kata Osman.

Untuk pelayanan saat ini ungkapnya semakin membaik dari waktu ke waktu.

BACA JUGA:  Amsakar-Li Claudia Lepas 641 Jemaah Calon Haji asal Batam

“Sekarang sudah sistem online semua. Dari rumah saja bisa. Waktu pengurusan dokumen makin cepat. Kalau level 1 sampai 10, untuk pelayanan sudah 8,” ungkapnya.

Osman berharap tren positif ini terus dijaga. Dengan terus berusaha memberikan rasa aman, nyaman, kepastian hukum, tarif bersaing, dan memberikan pelayanan prima.

“Kalau lima ini kita jaga saya yakin ekonomi Batam akan terus naik,” kata Osman.

Dikatakan Osman, bangkitnya industri maritim akan mampu menyediakan banyak lapangan pekerjaan. Karena industri maritim merupakan industri padat modal dan padat karya. Industri maritim memiliki dampak ke segala sektor. Industri maritim tidak bisa dilihat dari pendapatan PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) saja.

BACA JUGA:  BP Batam Rayakan Paskah Bersama Opa dan Oma di Graha Lansia Titian Kasih

“Kita melihat kontribusinya dengan terciptanya multiplier effect (efek berganda). Perputaran uang yang terjadi di sektor luar biasa. Maka pemerintah dengan kebijakan-kebijakan progresif pro industri sangat menguntungkan kita. Dan tolak ukur majunya industri maritim ada di Batam,” kata Osman.

Bahkan Osman menklaim industri maritim saat ini menjadi penggerak utama perekonomian di Batam.

“Yang menggerakkan ekonomi Batam sekarang terutama industri maritim karena padat modal dan padat karya tadi,” ungkapnya.

Sehingga jika ada yang pesimis ekonomi Batam akan turun tahun depan melihat situasi global justru dia sebaliknya.

“Melihat sejarah justru saya optimis. Krisis ekonomi 98 Batam justru tumbuh. Tahun 2000, 2008 begitu juga,” ujarnya.(ara)