Tampak bangunan Sekolah SMPN2 Bunguran Selatan.
AriraNews.com, Natuna – Setelah hampir sembilan tahun bertahan dengan fasilitas serba terbatas, Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Bunguran Selatan akhirnya mendapat angin segar. Sekolah yang terletak di wilayah selatan Kabupaten Natuna ini kini tengah menjalani revitalisasi besar-besaran dengan nilai anggaran mencapai Rp3,135 miliar.
Proyek ini merupakan bagian dari program percepatan pembangunan pendidikan yang bersumber dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, dengan sistem swakelola bersama masyarakat, tanpa melibatkan pihak ketiga.
Kepala SMPN 2 Bunguran Selatan, Nurul Afandi, menjelaskan bahwa revitalisasi kali ini bukan sekadar perbaikan, tetapi pembangunan baru secara menyeluruh. Terdapat tujuh bangunan baru yang saat ini sedang dikerjakan, terdiri dari:
3 ruang kelas baru
1 ruang administrasi (gabungan ruang guru, tata usaha, dan kepala sekolah)
1 laboratorium komputer (Laboratorium B)
1 perpustakaan
1 rumah dinas guru
“Selama lebih kurang sembilan tahun, sekolah kami hanya memiliki tiga ruangan: ruang kelas, ruang guru, dan WC. Anak-anak belajar dalam keterbatasan tanpa fasilitas penunjang seperti perpustakaan dan laboratorium,” ujar Nurul Afandi, Kamis (16/10/2025) melalui pesan WhatsApp.
Menurutnya, pelaksanaan revitalisasi kali ini berbeda karena dilakukan secara swakelola penuh, di mana pengawas dan perencana ditunjuk berdasarkan kualifikasi pendidikan serta ketentuan dalam Petunjuk Teknis (Juknis).
Meski dalam kondisi serba terbatas, siswa SMPN 2 Bunguran Selatan tetap mampu menorehkan sejumlah prestasi membanggakan, di antaranya lolos Olimpiade Matematika tingkat provinsi, meraih Juara 3 Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tulisan Arab Melayu tingkat provinsi, serta berpartisipasi dalam olimpiade penelitian pelajar.
“Kami sangat bersyukur atas perhatian pemerintah. Keberadaan gedung-gedung baru ini akan sangat membantu proses belajar mengajar. Apalagi rumah dinas guru juga menjadi solusi bagi tenaga pengajar yang sebagian besar tinggal di Ranai dan harus menempuh jarak sekitar 55 kilometer setiap hari,” tambah Nurul.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Natuna, Hendra Kusuma, menegaskan bahwa revitalisasi SMPN 2 Bunguran Selatan merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam pemerataan akses dan mutu pendidikan di wilayah pesisir dan perbatasan.
“Program ini menjadi wujud nyata perhatian pemerintah terhadap pemerataan kualitas pendidikan. Kami ingin memastikan anak-anak di wilayah selatan Natuna memperoleh hak belajar yang sama dengan siswa di pusat kota,” tegas Hendra.
Ia berharap, setelah pembangunan rampung, SMPN 2 Bunguran Selatan dapat menjadi contoh bagi sekolah lain dalam meningkatkan mutu tenaga pendidik dan minat belajar siswa.
“Revitalisasi ini bukan hanya soal bangunan fisik, tetapi juga langkah awal menciptakan lingkungan belajar yang lebih layak, aman, dan inspiratif bagi anak-anak Natuna,” ujarnya.
Dengan terlaksananya program revitalisasi ini, diharapkan kualitas pendidikan di SMPN 2 Bunguran Selatan meningkat signifikan serta menjadi model pengembangan sekolah yang berorientasi pada pemerataan dan peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Natuna. (dod)
AriraNews.com, Batam - Upaya pengesahan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Lembaga Adat Melayu (LAM) di…
AriraNews.com, BATAM - Pemerintah Kota Batam terus mengakselerasi pembenahan data kependudukan sebagai fondasi utama dalam…
AriraNews.com, Batam - Boy Karisma terpilih dan resmi menyandang status sebagai Ketua Umum Perkumpulan Pemandu…
AriraNews.com, Batam - Ketua DPRD Kota Batam, Haji Muhammad Kamaluddin, menghadiri peresmian Kantor Zona Bakamla…
Ariranews.com, Natuna – Upaya menjaga ekosistem pesisir terus digaungkan di wilayah perbatasan. Kejaksaan Negeri Natuna…
AriraNews.com, Batam - Pemerintah Kota (Pemko) Batam terus berupaya mewujudkan pasar yang bersih dan tertata,…