Ariranews.com, Batam: Program vaksinasi Covid-19 di Batam dimulai, Jumat (15/1/2021), ditandai dengan divaksinnya sejumlah pejabat utama di Kota Batam. Mulai dari Wakil Wali Kota Batam, Ketua DPRD Batam, perwakilan masyarakat, termasuk Komandan Batalyon Infanteri (Yonif) Raider Khusus 136 Tuah Sakti, Letkol Inf Dodiek Wardoyo, SAP, M.I.Pol.
Pencangan vaksinasi Covid-19 untuk Kota Batam tersebut digelar di panggung utama Dataran Engku Putri, Batam Center. Wali Kota Batam, HM Rudi yang rencananya akan menjadi orang pertama kali disuntik vaksin Covid-19 harus ditunda. Pasalnya, saat pengecekan kesehatan sebelum disuntik, tensi darah HM Rudi tinggi dan tak boleh disuntik vaksin saat itu.
Usai divaksin Danyonif Raider Khusus 136 Tuah Sakti, Letkol Inf Dodiek Wardoyo, mengaku senang program vaksinasi Covid-19 di Batam sudah dimulai. Dengan divaksinnya semua masyarakat nanti wabah penyakit yang telah melulantakkan sendi-sendi kehidupan saat ini hilang dan manusia kembali hidup normal.
Dodiek juga mengimbau pada seluruh masyarakat untuk tidak takut divaksin. “Ini kan untuk kebaikan kita semua. Pemerintah pasti memberikan yang terbaik bagi masyarakat,” ujarnya.
Terkait vaksin yang baru disuntikkan pada tubuhnya kata Dodiek tak terasa ada hal yang aneh setelahnya. “Biasa saja, seperti disuntik biasa, gak ada panas,” ungkapnya.
Dodiek pun mengaku tak ada persiapan khusus sebelum disuntik. “Seperti hari-hari biasa aja. Yang penting kita hidup sehat dan jaga kesehatan,” kata Dodiek.
Dia juga menyampaikan, khusus untuk anggota TNI yang juga menjadi garda terdepan dan menjadi prioritas untuk divaksin masih menunggu arahan dari Mabes TNI.
Sebelumnya diberitakan, program penyuntikan vaksin Covid-19 di Batam dimulai hari ini, Jumat (15/1/2021). Wali Kota Batam menjadi orang yang pertama akan disuntik.
HM Rudi sebelum disuntik membuka segel vaksin yang dikirim pusat. Dia memastikan vaksin yang akan disuntikkan padanya tak dipilih-pilih.
“Tak ada dipilih-pilih. Jangan ada yang beranggapan untuk Wali Kota dipilih-pilih sama semua. Nanti ngambilnya pun acak,” ungkap Rudi sebelum disuntik.
HM Rudi kemudian terlebih dulu melakukan pendaftaran, pengecekan suhu tubuh, tekanan darah, dan pemeriksaan lainnya.
Setelah melakukan pemeriksaan awal HM Rudi gagal menjadi orang yang pertama kali disuntik vaksin Covid-19, Sinovac asal China tersebut. “Karena tekanan darah Pak Wali tinggi maka Pak Wali tak bisa divaksin hari ini,” ungkap Kadis Kesehatan Batam, dr Didi Kusmarjadi. HM Rudi akan dijadwal ulang untuk divaksin Covid-19. (emr)
AriraNews.com, Batam - Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad, mengapresiasi terselenggaranya Musyawarah Konsolidasi Persatuan…
AriraNews.com, Batam - Nilai ekspor Batam pada Januari–Februari 2026 tercatat sebesar US$3,107 miliar, atau turun…
AriraNews.com, Batam - Rumah Sakit BP Batam (RSBP Batam) tancap gas mendorong kualitas pelayanan dan…
AriraNews.com, Batam - Perhimpunan Dokter Estetika Indonesia (PERDESTI) Kepulauan Riau akan menggelar kegiatan ilmiah bertajuk…
AriraNews.com, Batam - Perayaan International Jazz Day 2026 di Batam kembali menegaskan posisi kota ini…
AriraNews.com, Batam - Reses Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau, H. Taba Iskandar, SH, MH, MSI,…