AriraNews.com, BATAM – Dari hasil identifikasi sementara yang dilakukan Satreskrim Polresta Barelang, janin bayi yang ditemukan di tempat pembuangan sampah sementara (TPS) Bandara Hang Nadim Batam pada Senin (13/6/2022) siang, coba diawetkan pelaku dengan cara tradisional sebelum dibuang. Yakni memberi janin dengan es batu. Hal itu diduga agar janin tak cepat membusuk.
Cara seperti itu biasa dilihat di pasar-pasar ikan. Ikan yang diletakkan pedagang di lapak-lapak diberi es batu. Agar ikan yang dijual tetap segar dan tidak cepat busuk.
“Dari hasil olah TKP oleh tim Inafis tidak ada di temukan ari-ari bayi dan belum diketahui pasti jenis kelamin janin bayi tersebut. Janin bayi tersebut diduga sudah diberi es batu guna mengurangi bercak darah yang berada di janin bayi,” ungkap Kapolsek Kawasan Bandara Hang Nadim Iptu Enggar Anjarani, SIK, dalam keterangan pers, Senin kemarin. Untuk penyelidikan lebih lanjut ungkapnya janin bayi malang tersebut dibawa ke RS Bhayangkara, Polda Kepri.
Dijelaskan Enggar, janis bayi tersebut ditemukan pertama kali oleh salah seorang petugas kebersihan yang bekerja di TPS Bandara Hang Nadim. Saat itu dia sedang melakukan pemilihan sampah menurut jenisnya.
“Saat melakukan pemilihan sampah yang berasal dari terminal bandara saksi dikagetkan dengan jatuhnya banin bayi dari dalam kantong plastik. Temuan tersebut langsung dilaporkan pada petugas,” ungkapnya.
Kemudian personel Polsek Kawasan Bandara Hang Nadim beserta anggota Inafis Polresta Barelang mendatangi TKP dan melakukan pengamanan di lokasi.(***/emr)








