Internasional

Bantuan AS Senilai Rp1,2 Miliar Perkuat Kesehatan dan Pendidikan di Natuna

Ariranews.com, Natuna– Bantuan Pemerintah Amerika Serikat senilai sekitar Rp1,2 miliar difokuskan untuk memperkuat sektor kesehatan dan pendidikan di Kabupaten Natuna, khususnya dalam meningkatkan kapasitas tanggap bencana serta kualitas pembelajaran.

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Konsul Amerika Serikat untuk Sumatera, Lisa Podolny, bersama perwakilan Kelompok Militer AS (USMILGP) yang berkantor di Kedutaan Besar AS Jakarta, dengan total nilai mencapai sekitar 76.000 dolar AS, Selasa (13/4/2026) di kabupaten Natuna.

Program bantuan ini didanai melalui Program Bantuan Kemanusiaan, Bencana, dan Sipil Luar Negeri (OHDACA) dari Departemen Pertahanan Amerika Serikat. Inisiatif tersebut bertujuan memperkuat kemampuan tanggap bencana Indonesia, khususnya di wilayah strategis seperti Natuna yang berada di jalur pelayaran internasional.

Tiga institusi di Natuna menjadi penerima bantuan, yakni SMA Negeri 2 Bunguran Timur, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Natuna, serta Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Natuna.

Untuk sektor kesehatan dan kebencanaan, BPBD dan RSUD Natuna menerima berbagai peralatan medis darurat, di antaranya tourniquet, perban trauma, perlengkapan pertolongan pertama, alat pemantau tekanan darah, serta perlengkapan medis kritis lainnya. Bantuan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas penanganan kondisi darurat dan bencana alam di daerah tersebut.

Sementara itu, SMA Negeri 2 Bunguran Timur mendapatkan dukungan teknologi pendidikan modern berupa komputer desktop, laptop Chromebook, papan tulis interaktif, perangkat audio kelas, fasilitas pengisian daya, hingga perlengkapan pembelajaran bahasa Inggris, termasuk buku persiapan TOEFL.

Dukungan tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas pembelajaran sekaligus membuka peluang bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, termasuk ke luar negeri.

Dalam kesempatan itu, Lisa Podolny menegaskan bahwa peningkatan kapasitas Indonesia dalam merespons krisis secara mandiri di wilayah strategis seperti Natuna turut berkontribusi terhadap stabilitas kawasan Indo-Pasifik.

“Kemampuan Indonesia untuk merespons krisis secara mandiri di wilayah strategis ini secara langsung mendukung kepentingan Amerika dalam mewujudkan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka,” ujarnya.

Selain penyerahan bantuan, Kantor Bahasa Inggris Regional dari Kedutaan Besar AS Jakarta juga menggelar lokakarya bagi para guru di SMAN 1 Natuna. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas pengajaran bahasa Inggris di wilayah tersebut.

Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian keterlibatan misi Amerika Serikat di Natuna dalam program Roadshow Freedom 250, yang menandai peringatan 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat.

(Dod)

Dodi

Recent Posts

Pembangunan Rumah Wakaf Qur’an BWI Batam Dimulai

AriraNews.com, Batam - Di bawah hangatnya sinar matahari pagi, langkah awal pembangunan Rumah Wakaf Qur’an…

17 jam ago

PLN Batam dan DayOne Wujudkan Data Center Terbesar di Indonesia

AriraNews.com, Batam – PT PLN Batam bersama DayOne melaksanakan penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik…

18 jam ago

Dukungan Penuh BP Batam, DayOne Bangun Data Center Kedua, PLN Batam Siap Bangun PLTS Kapasitas 200 MWP

AriraNews.com, Batam - Batam terus mempertegas posisinya sebagai destinasi utama investasi digital di Asia Tenggara.…

19 jam ago

Tren Positif Kinerja BP Batam di Awal Tahun, Volume Peti Kemas Tumbuh, Jumlah Penumpang Melonjak

AriraNews.com, Batam - Badan Pengusahaan (BP) Batam melalui Direktorat Pengelolaan Kepelabuhanan secara konsisten, terus mencatatkan…

19 jam ago

Demi Investasi dan Penataan, Tim Terpadu Kota Batam Tertibkan Bangunan Ilegal di Kelurahan Sei Binti

AriraNews.com, Batam - Tim Terpadu (Timdu) Kota Batam melaksanakan penertiban bangunan ilegal di Kelurahan Sei…

19 jam ago

Danlanud RSA Tekankan Disiplin Kebersihan, Program ASRI Diperkuat

Ariranews.com, Natuna – Komandan Lanud Raden Sadjad (Danlanud RSA), Marsekal Pertama TNI Onesmus Gede Rai…

1 hari ago