Foto bersama sesuai audiensi dengan Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) RI di Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI, Jalan Gerbang Pemuda Nomor 3, Senayan, Jakarta Pusat.
Jakarta,Ariranews.com— Pemerintah Kabupaten Natuna mulai mematangkan persiapan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XI Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) 2028.
Salah satu langkah yang ditempuh adalah mengusulkan pembangunan sarana olahraga aquatik kepada pemerintah pusat untuk mendukung kesiapan venue sekaligus memperkuat pembinaan atlet di daerah.
Usulan tersebut disampaikan Bupati Natuna Cen Sui Lan saat melakukan audiensi dengan Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) RI Suyadi Pawiro di Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI, Jalan Gerbang Pemuda Nomor 3, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (12/8/2026).
Dalam pertemuan itu, Cen Sui Lan didampingi Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Natuna Hikmatul Arif. Audiensi membahas perkembangan olahraga di Natuna sekaligus kebutuhan sarana dan prasarana yang harus dipersiapkan menghadapi pelaksanaan POPDA XI Kepri 2028.
Bagi Pemkab Natuna, menjadi tuan rumah bukan sekadar persoalan menyiapkan lokasi pertandingan. Lebih dari itu, ajang olahraga pelajar tingkat provinsi tersebut diharapkan menjadi momentum untuk mempercepat pembenahan fasilitas olahraga sekaligus meninggalkan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Salah satu fasilitas yang menjadi perhatian adalah sarana olahraga aquatik. Pemkab Natuna mendorong agar kebutuhan tersebut dapat memperoleh dukungan pemerintah pusat sehingga fasilitas yang tersedia nantinya mampu memenuhi kebutuhan pertandingan sekaligus menunjang pembinaan atlet secara berkelanjutan.
Bupati Natuna Cen Sui Lan mengatakan, persiapan menuju POPDA XI Kepri 2028 harus dilakukan sejak dini agar Natuna benar-benar siap ketika pelaksanaan berlangsung.
“Kalau kita sudah ditetapkan menjadi tuan rumah, tentu persiapannya harus dimulai dari sekarang. Kita ingin POPDA 2028 tidak hanya sukses dalam pelaksanaan, tetapi juga memberikan peninggalan yang baik bagi Natuna, terutama dari sisi sarana dan prasarana olahraga,” kata Cen Sui Lan.
Menurutnya, pembangunan fasilitas olahraga tidak boleh hanya berorientasi pada kebutuhan saat pertandingan berlangsung. Infrastruktur yang dibangun diharapkan dapat terus dimanfaatkan untuk pembinaan atlet dan kegiatan olahraga masyarakat setelah POPDA selesai.
“Kita mengusulkan fasilitas aquatik karena fasilitas ini juga penting untuk pembinaan atlet. Setelah POPDA selesai, fasilitas tersebut tetap bisa digunakan oleh atlet-atlet Natuna dan masyarakat. Jadi manfaatnya tidak berhenti pada saat pertandingan saja,” ujarnya.
Dalam audiensi tersebut, disampaikan bahwa usulan sarana dan prasarana olahraga selanjutnya akan diproses melalui rekomendasi Kemenpora RI kepada Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Skema tersebut diharapkan membuka ruang kolaborasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam memenuhi kebutuhan infrastruktur olahraga di Natuna.
Cen Sui Lan menegaskan, status Natuna sebagai tuan rumah POPDA XI Kepri 2028 harus dimanfaatkan sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas olahraga di daerah.
Dengan waktu yang masih tersedia menuju 2028, pemerintah daerah memiliki kesempatan untuk melakukan pembenahan secara bertahap, baik dari sisi fasilitas maupun pembinaan atlet.
“Kita tidak ingin hanya menjadi tuan rumah. Kita ingin ada legacy dari POPDA ini. Ada fasilitas yang bisa dimanfaatkan, ada pembinaan atlet yang semakin baik, dan ada semangat baru bagi anak-anak muda Natuna untuk berprestasi di bidang olahraga,” kata Cen.
Kesiapan infrastruktur menjadi salah satu faktor penting agar Natuna tidak hanya sukses sebagai penyelenggara, tetapi juga mampu memanfaatkan momentum tersebut untuk meningkatkan kualitas olahraga daerah.
Di sisi lain, keberadaan fasilitas olahraga yang representatif diharapkan dapat digunakan setelah POPDA selesai. Sarana tersebut dapat menjadi ruang latihan dan pembinaan atlet muda Natuna serta dimanfaatkan masyarakat untuk kegiatan olahraga.
Langkah itu dinilai penting bagi Natuna yang memiliki posisi strategis sebagai salah satu wilayah perbatasan Indonesia.
Dalam pertemuan dengan Kemenpora, Bupati Natuna juga membawa gagasan yang lebih luas, yakni menjadikan olahraga sebagai bagian dari pengembangan pariwisata daerah.
Natuna memiliki karakter wilayah kepulauan dengan potensi alam yang besar. Kondisi tersebut dinilai dapat dikembangkan untuk menghadirkan berbagai kegiatan olahraga yang dipadukan dengan sektor pariwisata atau sport tourism.
Karena itu, Pemkab Natuna mendorong Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga Kemenpora RI ikut melihat potensi penyelenggaraan event olahraga di Natuna.
Cen Sui Lan mengatakan, Natuna memiliki keunggulan geografis dan potensi wisata yang dapat dipadukan dengan kegiatan olahraga.
“Kita ingin Natuna tidak hanya dikenal sebagai daerah perbatasan dan daerah kepulauan. Dengan olahraga, kita bisa memperkenalkan Natuna lebih luas. Event olahraga dapat kita kemas bersama potensi wisata sehingga memberikan dampak bagi masyarakat dan ekonomi daerah,” ujarnya.
Konsep tersebut diharapkan mampu menciptakan efek berganda. Selain meningkatkan prestasi atlet, event olahraga dapat mendatangkan pengunjung, menggerakkan sektor usaha lokal, serta memperluas promosi destinasi wisata Natuna.
“Olahraga tidak hanya soal prestasi, tetapi juga bisa menjadi bagian dari pengembangan pariwisata dan ekonomi daerah. Natuna memiliki potensi yang bisa kita dorong melalui event olahraga,” kata Cen.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Natuna Hikmatul Arif mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti hasil audiensi dengan Kemenpora, terutama berkaitan dengan kebutuhan sarana dan prasarana olahraga untuk mendukung POPDA XI Kepri 2028.
“Ini menjadi bagian dari persiapan kita. Sarana dan prasarana harus mulai kita siapkan dari sekarang agar pelaksanaan POPDA 2028 nantinya dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.
Menurut dia, persiapan lebih awal diperlukan agar kebutuhan penyelenggaraan dapat dipetakan secara matang. Dengan demikian, pembangunan maupun pembenahan fasilitas olahraga dapat dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan.
POPDA XI Kepri 2028 pun diharapkan tidak berhenti sebagai agenda olahraga lima tahunan. Bagi Natuna, ajang tersebut menjadi kesempatan untuk memperkuat ekosistem olahraga, mencetak atlet muda berprestasi, sekaligus mendorong pemanfaatan potensi daerah melalui kegiatan olahraga.
Dengan mengusulkan pembangunan fasilitas aquatik dan membuka peluang kolaborasi dengan pemerintah pusat, Pemkab Natuna mulai menyiapkan fondasi penyelenggaraan POPDA dari jauh hari.
Bagi daerah kepulauan di ujung utara Indonesia itu, menjadi tuan rumah POPDA bukan hanya soal menjadi pusat perhatian olahraga pelajar Kepri pada 2028. Momentum tersebut juga menjadi peluang untuk meninggalkan warisan infrastruktur, pembinaan atlet, serta pengembangan olahraga yang dapat memberi manfaat bagi generasi muda dan masyarakat Natuna dalam jangka panjang.
(Dod)
AriraNews.com, LINGGA — Dari sebuah rumah sederhana di Kampung Tembaga, kawasan Masjid Sultan Lingga, Kabupaten…
Natuna, Ariranews.com – Wanita TNI Angkatan Udara (Wara) Lanud Raden Sadjad (RSA) Natuna mendapat pembekalan…
AriraNews.com, Batam - Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang diselenggarakan…
AriraNews.com, ANAMBAS – Kepolisian Resor (Polres) Kepulauan Anambas melalui Polsek Jemaja menyelesaikan persoalan pemukulan salah…
AriraNews.com, ANAMBAS – Persoalan yang sempat mewarnai pertandingan sepak bola di Kecamatan Jemaja akhirnya berujung…
AriraNews.com, ANAMBAS – Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Tarempa,…