AriraNews.com, Natuna — Komitmen menghadirkan pelayanan kesehatan yang bersih dan profesional di wilayah perbatasan kembali ditunjukkan Puskesmas Ranai. Fasilitas kesehatan tingkat pertama di ibu kota Kabupaten Natuna ini berhasil meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB) tahun 2025.
Predikat tersebut menjadi bukti upaya peningkatan kualitas pelayanan publik di daerah perbatasan, sekaligus mempertegas komitmen menghadirkan layanan kesehatan yang transparan, bebas praktik percaloan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Kepala Puskesmas Ranai, Nazri, mengatakan capaian ini merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran dalam memberikan pelayanan tanpa diskriminasi kepada masyarakat.
“Kami menekankan pelayanan yang setara, tanpa pilih kasih, tanpa jasa calo, dan melayani dengan sepenuh hati,” ujarnya, Kamis (12/02/2026).
Menurutnya, predikat WBK bukan menjadi tujuan akhir, melainkan langkah awal untuk terus memperbaiki kualitas layanan, terutama di wilayah perbatasan yang memiliki tantangan tersendiri dalam akses dan ketersediaan sumber daya kesehatan.
“Penilai sesungguhnya adalah masyarakat. Karena itu, kami membuka ruang pengaduan agar masyarakat bisa menyampaikan kritik demi pelayanan yang lebih baik,” tambahnya.
Selama lima tahun terakhir, Puskesmas Ranai terus berbenah melalui peningkatan mutu layanan, efisiensi administrasi, serta penguatan budaya kerja yang berintegritas.
Saat ini, Puskesmas Ranai juga tengah mempersiapkan diri menuju predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
Sebagai bagian dari peningkatan layanan, Puskesmas Ranai berencana memperpanjang jam operasional hingga malam hari guna menjawab kebutuhan masyarakat.
“Setelah Lebaran nanti, kami rencanakan buka hingga pukul 20.00 WIB,” jelas Nazri.
Meski demikian, keterbatasan tenaga medis masih menjadi tantangan. Saat ini, Puskesmas Ranai hanya memiliki empat dokter aktif, terdiri dari dua dokter umum, satu dokter anak, dan satu dokter di Unit Gawat Darurat (UGD).
Nazri berharap masyarakat dapat terus berperan aktif dalam mendorong peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Natuna sebagai wilayah perbatasan yang terus berkembang.
“Kami ingin masyarakat menjadi mitra perubahan. Kritik dan saran sangat kami butuhkan agar pelayanan semakin prima,” tutupnya.
Dengan semangat integritas dan keterbukaan, Puskesmas Ranai menjadi salah satu wajah reformasi birokrasi pelayanan kesehatan di beranda terdepan NKRI, Kabupaten Natuna. (Dod)








