Runway Bandara Raja Haji Abdullah di Kabupaten Karimun. Panjang runway bandara dinilai masih kurang.
AriraNews.com, KARIMUN – Majelis Rakyat Kepulauan Riau (MRKR) mendesak Pemerintah Pusat segera memprioritaskan pembangunan dan perpanjangan landasan pacu (runway) Bandara Raja Haji Abdullah di Sei Bati, Kabupaten Karimun. Menurut MRKR, proyek tersebut bukan sekadar pembangunan infrastruktur transportasi, melainkan investasi strategis yang akan memperkuat konektivitas nasional, mendorong pertumbuhan ekonomi, sekaligus memperkokoh posisi Indonesia di kawasan Selat Malaka.
Ketua MRKR, Huzrin Hood, mengatakan Kepulauan Riau sebagai provinsi kepulauan yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia membutuhkan infrastruktur transportasi udara yang memadai untuk mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus kepentingan strategis nasional.
Menurutnya, paradigma pembangunan nasional tidak lagi dapat diukur hanya dari jumlah penduduk maupun luas wilayah, tetapi juga harus mempertimbangkan nilai strategis suatu daerah bagi kepentingan negara.
“Pembangunan di wilayah kepulauan harus dilihat dari nilai strategisnya dalam menjaga kedaulatan negara, memperkuat konektivitas nasional, dan membuka pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru,” ujar Huzrin, Sabtu (11/7/2026).
MRKR menilai Kabupaten Karimun merupakan salah satu simpul ekonomi utama di Provinsi Kepulauan Riau. Letaknya yang berada di jalur pelayaran internasional Selat Malaka menjadikan daerah ini memiliki peran penting sebagai kawasan industri, galangan kapal, perdagangan internasional, jasa maritim, dan perikanan yang memberikan kontribusi terhadap perekonomian nasional.
Namun, keterbatasan panjang runway Bandara Raja Haji Abdullah membuat kapasitas pelayanan penerbangan belum dapat beroperasi secara optimal. Kondisi tersebut membatasi pembukaan rute baru, menghambat mobilitas masyarakat, memperlambat arus investasi, serta menurunkan daya saing Karimun dibandingkan daerah lain yang memiliki fasilitas transportasi udara lebih memadai.
Menurut MRKR, pengembangan Bandara Raja Haji Abdullah akan menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi kawasan. Bandara yang mampu melayani pesawat berbadan sedang hingga besar diyakini dapat memperkuat konektivitas Karimun dengan berbagai kota di Indonesia, memperlancar jaringan logistik nasional, serta meningkatkan efisiensi distribusi barang dan jasa.
Selain manfaat ekonomi, pengembangan bandara juga dinilai memiliki nilai strategis dari sisi pertahanan dan keamanan. Sebagai wilayah perbatasan yang berhadapan langsung dengan negara tetangga, Kepulauan Riau membutuhkan infrastruktur yang mampu mendukung mobilitas aparat negara, penanganan kebencanaan, evakuasi medis, hingga berbagai kepentingan strategis nasional lainnya.
Huzrin menambahkan, percepatan pembangunan runway Bandara Raja Haji Abdullah akan memberikan efek berganda bagi masyarakat, mulai dari meningkatnya investasi, terbukanya lapangan kerja baru, berkembangnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga tumbuhnya sektor pariwisata yang pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Karimun dan Kepulauan Riau.
Atas dasar itu, MRKR meminta Pemerintah Republik Indonesia memasukkan pembangunan dan perpanjangan runway Bandara Raja Haji Abdullah sebagai bagian dari agenda strategis nasional. Dukungan kebijakan, percepatan penganggaran, serta sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, DPR RI, dan seluruh pemangku kepentingan dinilai menjadi kunci agar proyek tersebut segera terealisasi.
Sebagai representasi aspirasi masyarakat Kepulauan Riau, MRKR akan menyampaikan usulan tersebut secara resmi kepada Presiden Republik Indonesia dengan tembusan kepada Badan Anggaran DPR RI, Kepala Kantor Staf Presiden, serta Menteri Perhubungan.
“Harapan ini lahir dari keyakinan bahwa pembangunan Indonesia harus dimulai dari wilayah-wilayah strategis yang selama ini menjadi garda terdepan negara,” kata Huzrin.
Ia menegaskan, Karimun sudah saatnya memperoleh dukungan infrastruktur yang sepadan dengan peran strategisnya bagi Indonesia.
“Membangun runway Bandara Raja Haji Abdullah bukan sekadar membangun landasan pacu, tetapi membangun konektivitas, meningkatkan daya saing, dan membangun masa depan kawasan barat Indonesia,” pungkasnya.(emr)
AriraNews.com, Batam – Badan Pengusahaan (BP) Batam mendukung penuh penyelenggaraan Batam Prime International Grassroot Football…
AriraNews.com, BATAM – Hotel Beverly Batam terus memperkuat komitmennya dalam menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan…
AriraNews.com, BATAM – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) kembali menyalurkan kepeduliannya…
Ariranews.com, ANAMBAS – Semangat gotong royong ditunjukkan para nelayan jongkong di Desa Sunggak, Kecamatan Jemaja…
Ariranews.com, ANAMBAS – Kepala Desa Bukit Padi, Lukman Hakim, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih…
Ariranews.com, Batam – BP Batam mulai membangun wajah baru Kota Batam melalui pembangunan Landmark Bundaran…