Ariranews.com: Sumatera Selatan mengalami fenomena alam hari tanpa bayangan. Itu dampak kondisi matahari yang berada tepat di posisi paling tinggi di langit. Hari tanpa bayangan dimulai dari OKU Selatan dan berakhir di Muratara 13 Maret mendatang.
“Fenomena ini tidak berdampak langsung terhadap kondisi alam karena memang fenomena normal tahunan,” ujar Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Kenten Palembang Hartanto, dikutip dari inews, Relasa (10/3/2021).
Masyarakat dapat menguji fenomena alam tersebut dengan berdiri atau meletakkan benda langsung di bawah sinar matahari sekitar pukul 12.00 WIB atau ketika waktu Shalat Zuhur.
Semua bayangan benda di bawah sinar matahari dipastikan hilang karena posisi matahari tepat berada di atas kepala, kondisi tersebut biasa dimanfaatkan para peneliti untuk mengukur luas bumi.(emr)
sumber: inews
foto: ilustrasi
AriraNews.com, Mersing - Cahaya api berputar membelah gelap malam di tepi pantai Pulau Besar. Sesekali…
AriraNews.com, Mersing - Hamparan laut berwarna hijau zamrud, toska, hingga bening bak kristal menyambut perjalanan…
Ariranews.com, Natuna – Tim Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Natuna mengevakuasi seorang warga yang diduga…
Ariranews.com, Natuna – Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Natuna terus mengintensifkan pencarian terhadap Arif (26),…
Ariranews.com, Natuna – Keluarga Arif (26), nelayan asal Kampung Tarayak, Desa Terayak, Kecamatan Subi, masih…
AriraNews.com, Mersing - Di sebuah sudut tenang Kampung Bahagia, Mersing, Johor, aroma malam dan warna-warni…