Wali Kota Batam, Amsakar Achmad.
AriraNews.com, Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa tidak ada impor beras ke Kota Batam sepanjang satu tahun terakhir masa kepemimpinannya. Ia memastikan seluruh beras yang saat ini beredar di pasaran Batam berasal dari produksi dalam negeri.
Penegasan tersebut disampaikan Amsakar untuk meluruskan isu yang berkembang terkait dugaan masuknya beras impor ke Batam. Ia menyebut, Pemerintah Kota Batam tidak pernah menerbitkan izin impor beras, baik secara administratif maupun operasional.
“Setelah kami cek melalui dokumen di Pemerintah Kota Batam maupun BP Batam, tidak ada kegiatan impor beras,” tegas Amsakar.
Untuk memastikan kesesuaian data antara daerah dan pusat, Amsakar mengungkapkan bahwa dirinya telah melakukan koordinasi langsung dengan pemerintah pusat. Bahkan, ia dipanggil secara khusus oleh Menteri Pertanian untuk menjelaskan kondisi faktual di lapangan.
“Saya bertemu langsung dengan Pak Menteri di kediamannya pada pukul 04.00 subuh. Saya jelaskan bahwa di Batam tidak ada impor beras. Semua pasokan berasal dari dalam negeri,” ungkapnya.
Dalam pertemuan tersebut, Amsakar juga menyampaikan kondisi stok beras di Batam, khususnya kebutuhan masyarakat terhadap beras premium. Ia menjelaskan bahwa pada saat itu stok Bulog didominasi beras medium, sehingga Pemko Batam mengambil langkah cepat dengan meminta dukungan pasokan beras premium dari daerah sentra produksi nasional.
Permintaan tersebut langsung direspons oleh pemerintah pusat dan distributor. Berdasarkan data yang dihimpun, pengiriman beras dari dalam negeri mulai masuk ke Batam secara bertahap sejak akhir November 2025.
Pada Rabu, 26 November 2025, sebanyak 48 ton beras merek BFood Central Ramos dan BFood Punokawan tiba di Batam dari SP Subang melalui Pelabuhan Tanjung Priok. Pada hari yang sama, tambahan 8 ton beras merek Punokawan juga dikirimkan dari Lampung.
Selain itu, penguatan cadangan pangan Batam akan diperkuat melalui rencana pengiriman beras dalam jumlah besar dari wilayah timur Indonesia. Kantor Wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) saat ini tengah memproses pengiriman sebanyak 4.000 ton beras dengan spesifikasi broken 15 persen dalam kemasan 50 kilogram.
Meski sempat mengalami kendala teknis terkait pencarian armada transporter, Amsakar memastikan proses tersebut sudah dalam penanganan dan tetap berjalan sesuai rencana.
Dengan masuknya pasokan beras dari Subang dan Lampung, serta komitmen ribuan ton beras dari Sulawesi, Amsakar optimistis ketahanan pangan Batam, khususnya untuk beras premium, berada dalam kondisi aman.
“Setelah bertemu Menteri dan melihat kiriman yang masuk mulai dari 48 ton, 8 ton, hingga rencana 4.000 ton, saya yakin cadangan beras premium di Batam insyaallah tidak ada masalah,” ujarnya.
Amsakar juga menegaskan bahwa fluktuasi harga yang terjadi belakangan ini bukan disebabkan oleh kelangkaan beras. Menurutnya, kenaikan harga lebih dipengaruhi oleh komoditas strategis lainnya.
Pemerintah Kota Batam, lanjutnya, akan terus melakukan pemantauan harga dan distribusi di pasar guna memastikan stabilitas harga dan ketersediaan pangan tetap terjaga bagi masyarakat. (emr)
Ariranews.com, Natuna – Dalam upaya meningkatkan kapasitas kepemimpinan, Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Natuna, Daeng…
Ariranews.com, Natuna – Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Natuna melakukan uji fungsi repeater di Gunung…
AriraNews.com, Batam - Harga bahan pokok di Batam terancam melonjak tajam menyusul kenaikan signifikan harga…
AriraNews.com, Batam - Di bawah hangatnya sinar matahari pagi, langkah awal pembangunan Rumah Wakaf Qur’an…
AriraNews.com, Batam – PT PLN Batam bersama DayOne melaksanakan penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik…
AriraNews.com, Batam - Batam terus mempertegas posisinya sebagai destinasi utama investasi digital di Asia Tenggara.…