Batam

952 Orang Warga Batam Alami Gangguan Jiwa Berat, 38 Orang Dipasung

AriraNews.com, Batam – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam mencatat, terdapat 952 orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Kota Batam. Bahkan, 38 di antaranya dipasung.

Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes Kota Batam, drg. Anna Hashina mengatakan, mayoritas penderita gangguan jiwa didominasi oleh usia produktif.

Gangguan jiwa tersebut termasuk jenis skizofrenia dan psikotik akut. Meski demikian, seluruh pasien tersebut sudah mendapatkan penanganan dan pelayanan.

“Penderita gangguan jiwa di Batam ini kebanyakan laki-laki dibandingkan perempuan,” ungkapnya, Jumat (9/8/2024).

38 orang yang dipasung kata Anna Hashina ditampung di Yayasan Al Fateh dan Yayasan Kasih-Kasihan yang terletak di Kecamatan Nongsa.

“Pasien yang dipasung itu bukan berarti pasien yang kakinya dipasangkan kayu ataupun dirantai seperti gambaran orang awam, melainkan hanya sebatas pembatasan gerak dalam aktivitas sehari-hari dengan menempatkannya di suatu ruangan,” katanya.

Beberapa rumah sakit di Batanm seperti RS BP Batam, RSUD Embung Fatimah, RS Soedarsono Darmosoewito dan RS Bhayangkara, juga menyediakan layanan pengobatan dan tempat rawat inap bagi penderita gangguan jiwa.

Diakuinya faktor utama penyebab terjadinya gangguan jiwa di Batam disebabkan oleh faktor ekonomi. Adapun pemicu lainnya yakni karena kerap mengonsumsi narkoba, mengalami KDRT dan bullying.

“Ketidakberdayaan ekonomi karena tidak memiliki pekerjaan menjadi penyebab terbanyak warga setempat mengalami gangguan jiwa,” kata Anna.

Anna nengungkapkan, untuk mencegah  mendeteksi dan menangani ODGJ di wilayahnya, Dinkes Kota Batam nemiliki tim pelaksana kesehatan jiwa masyarakat (TPKJM) yang terdiri dari petugas kesehatan seperti dokter spesialis kejiwaan, petugas dari Dinas Sosial dan Satpol PP.

“Apabila ada ODGJ yg terlantar, kita langsung tangani dengan dinas terkait. Kita juga ada prorgram skrining kesehatan jiwa ke sekolah-sekolah dan OPD. Ada juga perusahaan yang memang meminta kami untuk datang melakukan skrining ke tempat mereka,” ujarnya.

“Untuk total target sasaran atau estimasi penderita ODGJ berat yang kami layani pada tahun ini sebanyak 1.149 orang. Sementara pada tahun lalu yakni sebanyak 1.505 orang,” tuturnya. (oma)

Redaksi

Recent Posts

Ekspor Batam Awal 2026 Terkoreksi, BP Batam Siapkan Respons Terarah

AriraNews.com, Batam - Nilai ekspor Batam pada Januari–Februari 2026 tercatat sebesar US$3,107 miliar, atau turun…

5 jam ago

Tingkatkan Kinerja Layanan dan Tata Kelola, RSBP Batam Studi Banding ke RS dr. Soepraoen Malang

AriraNews.com, Batam - Rumah Sakit BP Batam (RSBP Batam) tancap gas mendorong kualitas pelayanan dan…

5 jam ago

PERDESTI Kepri Gelar Simposium Estetika Medis di Batam, Dorong Inovasi Berkelanjutan

AriraNews.com, Batam - Perhimpunan Dokter Estetika Indonesia (PERDESTI) Kepulauan Riau akan menggelar kegiatan ilmiah bertajuk…

14 jam ago

Zamis, Rising Star Jazz Batam, Siap Pukau Panggung International Jazz Day 2026

AriraNews.com, Batam - Perayaan International Jazz Day 2026 di Batam kembali menegaskan posisi kota ini…

15 jam ago

Reses Taba Iskandar di Kavling Seraya Sambau Penuh Nostalgia, Warga Curhat Serasa ke Saudara Sendiri

AriraNews.com, Batam - Reses Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau, H. Taba Iskandar, SH, MH, MSI,…

1 hari ago

Bukan Pendaratan Darurat, Ini Penyebab Tertundanya Keberangkatan JCH Kloter 5 Batam

AriraNews.com, Batam - Keberangkatan jemaah calon haji (JCH) Kloter 5 Embarkasi Batam mengalami penundaan dari…

1 hari ago