Peresmian Rusun Rumah Hugeng dihadiri langsung oleh Wali Kota Batam Amsakar Achmad bersama Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra. Kehadiran keduanya menegaskan komitmen pemerintah kota dalam mendukung fasilitas penunjang bagi aparat.
AriraNews.com, Batam – Di tengah kebutuhan hunian yang kian mendesak di kota industri seperti Batam, langkah kolaboratif antara pemerintah daerah dan aparat penegak hukum kembali diperlihatkan. Rabu (8/4/2026), sebuah rumah susun yang diperuntukkan bagi anggota kepolisian resmi berdiri dan mulai dimanfaatkan di lingkungan Mapolresta Barelang.
Peresmian Rusun Rumah Hugeng tersebut dilakukan oleh Kapolda Kepri, Irjen Pol. Asep Safrudin dan dihadiri langsung oleh Wali Kota Batam Amsakar Achmad bersama Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra. Kehadiran keduanya menegaskan komitmen pemerintah kota dalam mendukung fasilitas penunjang bagi aparat, sekaligus menjawab tantangan keterbatasan lahan di Batam.
“Rusun Rumah Hugeng ini adalah bentuk konkret kebersamaan kita. Mengingat lahan di Batam yang semakin terbatas, pola pembangunan vertikal seperti ini harus terus kita galakkan ke depan,” ujar Amsakar.
Dalam suasana seremoni yang berlangsung sederhana namun penuh makna, Amsakar menilai pembangunan rusun tersebut bukan sekadar proyek fisik, melainkan simbol kebersamaan antara Pemko Batam dan kepolisian. Ia menyebut, penggunaan dana hibah untuk pembangunan ini menjadi bukti konkret sinergi lintas institusi.
Amsakar juga menyoroti arah pembangunan Batam ke depan yang menurutnya tak bisa lagi bergantung pada pola horizontal. Keterbatasan lahan memaksa kota ini beradaptasi dengan konsep hunian vertikal sebagai solusi jangka panjang.
Tak hanya berbicara soal infrastruktur, ia turut mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas sosial di tengah masyarakat Batam yang majemuk. Menurutnya, harmoni dan kekompakan menjadi kunci utama dalam menjaga keamanan dan kenyamanan kota.
“Batam adalah rumah kita bersama. Keamanan dan kenyamanan daerah ini hanya bisa terwujud jika kita semua bersatu dan kompak,” tegasnya.
Ia bahkan mengungkapkan bahwa kekompakan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Batam mendapat apresiasi dari lembaga pusat seperti KPK RI dan BPK RI. Sinergi tersebut, kata dia, berdampak nyata pada perbaikan indikator ekonomi, mulai dari pertumbuhan ekonomi hingga penurunan angka kemiskinan dan pengangguran.
Di sisi lain, Amsakar menyinggung tingginya arus migrasi ke Batam. Data tahun 2025 mencatat sekitar 17 ribu orang masuk ke kota ini, menjadikannya salah satu tujuan utama urbanisasi nasional. Ia mengibaratkan Batam sebagai “gula yang dikerubungi semut”, menggambarkan daya tariknya yang terus meningkat.
Kondisi itu, lanjutnya, perlu diantisipasi agar tidak memicu persoalan sosial baru, terutama terkait keamanan fasilitas umum. Ia mengingatkan pentingnya menjaga aset kota dari tindakan vandalisme maupun pencurian.
Menutup sambutannya, dalam nuansa bulan Syawal, Amsakar bersama wakilnya menyampaikan pesan kebersamaan sekaligus permohonan maaf kepada masyarakat. Ia mengakui bahwa kepemimpinan bukan perkara mudah, namun dengan koordinasi yang solid, berbagai tantangan dapat dihadapi bersama.
Saat ini, Rusun Rumah Hugeng telah dihuni oleh 71 anggota Polresta Barelang. Keberadaannya diharapkan tidak hanya memberikan kenyamanan tempat tinggal, tetapi juga meningkatkan kinerja aparat dalam melayani masyarakat Batam. (*/emr)
Ariranews.com, Natuna – Dalam upaya meningkatkan kapasitas kepemimpinan, Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Natuna, Daeng…
Ariranews.com, Natuna – Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Natuna melakukan uji fungsi repeater di Gunung…
AriraNews.com, Batam - Harga bahan pokok di Batam terancam melonjak tajam menyusul kenaikan signifikan harga…
AriraNews.com, Batam - Di bawah hangatnya sinar matahari pagi, langkah awal pembangunan Rumah Wakaf Qur’an…
AriraNews.com, Batam – PT PLN Batam bersama DayOne melaksanakan penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik…
AriraNews.com, Batam - Batam terus mempertegas posisinya sebagai destinasi utama investasi digital di Asia Tenggara.…