Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) RI, Helvi Yuni Moraza (tengah) melakukan peninjauan kawasan Tanjung Pantun, Kelurahan Sungai Jodoh, Kecamatan Batu Ampar. Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Jumat (9/1/2025).
AriraNews.com, BATAM – Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) RI, Helvi Yuni Moraza, melakukan peninjauan kawasan Tanjung Pantun, Kelurahan Sungai Jodoh, Kecamatan Batu Ampar. Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Jumat (9/1/2025).
Peninjauan ini sebagai bagian dari rencana penataan kawasan New Nagoya yang direncanakan BP Batam sekaligus penguatan peran UMKM di dalam rencana pengembangan kawasan tersebut. Diketahui saat ini di kawasan Tanjung Pantun terdapat banyak pelaku UMKM dan akan dilakukan penataan ulang.
Kunjungan Helvi Yuni Moraza, didampingi oleh Anggota/Deputi Infrastruktur BP Batam, Mouris Limanto, serta Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Francis, Kepala Dinas UMKM, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Batam, Salim dan sejumlah dinas terkait lainnya.
Dalam peninjauan tersebut, Wamen UMKM juga berdialog langsung dengan masyarakat dan pedagang setempat. Seorang warga yang telah bermukim di Jodoh sejak 1986 menyampaikan harapannya agar penataan kawasan dilakukan secara adil dan melibatkan pedagang yang memang bergantung hidup di kawasan tersebut.
“Kami mendukung pemerintah, tapi tolong ditata yang benar-benar berkepentingan. Catat pedagangnya. Kami dengar Nagoya Citiwalk, Tanjung Uma, dan Harbourbay juga akan ditata,” ujarnya.
Wamen Helvi Yuni Moraza mengatakan, kunjungannya ke kawasan Jodoh merupakan undangan dari BP Batam dan Pemerintah Kota (Pemko) Batam untuk melihat langsung konsep besar menjadikan Batam sebagai pusat perdagangan dan kota wisata belanja.
Ia menegaskan, sebagai kementerian yang ditugaskan Presiden untuk menumbuhkembangkan UMKM, pihaknya siap berkolaborasi melalui pembinaan, pendampingan, hingga membuka akses pembiayaan dan pasar.
“Kami sangat mendukung upaya ini, apalagi ada misi Pemko Batam dan BP Batam menjadikan Batam sebagai pusat investasi nasional, pusat wisata belanja, sekaligus melestarikan budaya dan sejarah masa lalu. Salah satu spot penting yang direncanakan adalah kawasan Jodoh ini,” ujar Helvi.
Menurutnya, revitalisasi kawasan tidak boleh dimaknai sebagai penggusuran. Pedagang dan pelaku usaha mikro akan tetap berada di lokasi yang sama, namun dikelola dengan konsep yang lebih tertata, bersih, menarik, serta memiliki akses yang baik.
“Kami ingin meluruskan bahwa revitalisasi bukan penggusuran. Mereka tetap di sini, tapi kita kelola agar kawasan ini nyaman, menarik, dan mendukung aktivitas UMKM,” jelasnya.
Helvi juga menekankan pentingnya sosialisasi dan dialog dengan masyarakat. Pemerintah akan mengundang para pedagang untuk duduk bersama membahas konsep penataan, skema pembiayaan, hingga mekanisme pembinaan.
“Pemerintah sudah menyiapkan fasilitas pembiayaan, mulai dari ultra mikro hingga mikro. Untuk usaha kuliner misalnya, pembiayaan ultra mikro bisa di bawah Rp15 juta. Kita duduk bersama agar program ini berjalan dan UMKM bisa bertumbuh serta berkelanjutan,” tambahnya.
Ia juga mengingatkan agar penataan kawasan tetap memperhatikan nilai heritage dan sejarah Jodoh sebagai salah satu kawasan awal perkembangan Kota Batam.
“Ada bagian sejarah yang tidak boleh dirobohkan. Kita hanya memberi sentuhan agar rapi, meniru konsep kota belanja seperti Bandung, namun dengan pendekatan pelestarian,” katanya.
Sementara itu, Anggota/Deputi Infrastruktur BP Batam, Mouris Limanto, menegaskan bahwa penataan kawasan masih pada tahap inisiasi dan belum mengarah pada penertiban atau penggusuran pedagang kaki lima.
“Untuk penertiban PKL belum sejauh itu. Kita akan bekerja sama dengan APKLI. Yang penting kita tidak kebanyakan teori, tapi bekerja satu per satu,” ujarnya.
Mouris mengakui, hingga saat ini BP Batam masih melakukan pendataan jumlah pedagang di kawasan tersebut. Namun, kehadiran Wamen UMKM dinilainya menjadi suntikan optimisme bahwa penataan kawasan Jodoh akan dilakukan secara serius dan berkelanjutan.
“Dengan kedatangan Pak Wamen, ini jadi sinyal bahwa kita serius, bukan main-main. Tapi super hero tidak bisa kerja sendiri. Semua stakeholder harus terlibat,” tegasnya.
Ke depan, kawasan Tanjung Pantun Jodoh direncanakan ditata menyerupai pedestrian mall terbuka, dengan zonasi khusus untuk kuliner, pakaian, dan oleh-oleh. Kantong parkir akan disiapkan, lingkungan diperbaiki, dan pelibatan masyarakat menjadi kunci utama.
“Kita ingin masyarakatnya hidup dulu di sini, baru ditata. Lingkungannya yang kita rapikan. Soal bangunan mana yang akan direnovasi atau tidak, itu akan dibahas bersama,” ujar Mouris. (emr)
Ariranews.com, Natuna – Dalam upaya meningkatkan kapasitas kepemimpinan, Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Natuna, Daeng…
Ariranews.com, Natuna – Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Natuna melakukan uji fungsi repeater di Gunung…
AriraNews.com, Batam - Harga bahan pokok di Batam terancam melonjak tajam menyusul kenaikan signifikan harga…
AriraNews.com, Batam - Di bawah hangatnya sinar matahari pagi, langkah awal pembangunan Rumah Wakaf Qur’an…
AriraNews.com, Batam – PT PLN Batam bersama DayOne melaksanakan penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik…
AriraNews.com, Batam - Batam terus mempertegas posisinya sebagai destinasi utama investasi digital di Asia Tenggara.…