Bukti kwitansi pengembalian uang oleh Z.
Ariranews.com, Lingga – Pria berinisial Z angkat bicara terhadap kasus yang dihadapinya, yakni dugaan penipuan rekrutmen calon anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Selasa (6/01/2026). Dia menegaskan masalah tersebut sudah diselesaikan dengan cara kekeluargaan dan uang sudah dikembalikan.
“Kalau saya berniat menipu, tidak mungkin saya menggunakan rekening pribadi saya sendiri. Fakta di lapangan, persoalan ini sudah diselesaikan secara kekeluargaan, bahkan telah ada surat kesepakatan damai di Polres. Uang tersebut juga sudah dikembalikan seluruhnya, dan bukti pengembaliannya berupa kuitansi ada,” katanya.
Terkait nominal uang sebesar Rp60 juta yang sempat mencuat dalam pemberitaan, Z menjelaskan bahwa dana tersebut bukan merupakan biaya perjanjian kelulusan, melainkan hanya sebagai bentuk pegangan sementara. Ia menegaskan tidak memiliki niat sedikit pun untuk melakukan penipuan.
Z juga menegaskan bahwa hubungan dirinya dengan pihak keluarga yang bersangkutan hingga saat ini tetap baik dan masih terjalin komunikasi secara intens. Ia menyebut bahwa secara kekeluargaan, persoalan tersebut sebenarnya telah selesai dan tidak lagi dipermasalahkan.
Dalam kesempatan tersebut, dia menduga kasus tersebut muncul ke publik bentuk tekanan dan ada pihak tertentu yang ingin menjatuhkan kredibilitasnya sebagai aktivis.
Dia juga mencurigai bahwa mencuatnya kembali persoalan ke ruang publik tidak terlepas dari sikap kritisnya terhadap kondisi Kabupaten Lingga belakangan ini. Ia menilai ada upaya tertentu untuk membungkam suara kritik yang selama ini ia sampaikan, terutama terkait isu pengundulan hutan dan darurat ekonomi daerah.
“Belakangan saya cukup keras mengkritik kondisi Lingga, termasuk soal pengundulan hutan dan situasi ekonomi yang semakin memburuk. Saya mendapat informasi bahwa saya memang sedang diincar, sehingga persoalan lama ini dimunculkan kembali dengan narasi yang berbeda,” katanya.
Z menjelaskan bahwa hubungan antara dirinya dengan pihak yang dibantu untuk bisa masuk dalam Calon Anggota Kepolisian Republik Indonesia masih hubungan keluarga, sehingga niat awalnya semata-mata hanya ingin membantu saudara sendiri, bukan menjanjikan atau menjual kelulusan.
“Saya tidak pernah menjanjikan kelulusan untuk menjadi anggota polisi, karena itu bukan kewajiban dan bukan kapasitas saya. Kalau sebatas membantu jalan atau mengarahkan, saya rasa itu wajar karena ini masih keluarga saya,” ujar Z dalam keterangannya.
Ia berharap tidak ada pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan isu ini untuk kepentingan politik maupun untuk menjatuhkan kredibilitasnya sebagai aktivis yang kerap menyuarakan kritik demi kepentingan masyarakat Lingga.
“Saya sangat menjunjung tinggi institusi Polri yang berdedikasi kepada masyarakat. Tidak mungkin saya berani melakukan tindakan penipuan seperti yang dituduhkan. Saya berharap persoalan keluarga ini tidak digoreng untuk kepentingan tertentu, hanya karena saya konsisten mengkritik demi kemajuan Lingga yang saat ini sedang mengalami darurat ekonomi,” tutupnya. (ydi)
AriraNews.com, Batam - Di bawah hangatnya sinar matahari pagi, langkah awal pembangunan Rumah Wakaf Qur’an…
AriraNews.com, Batam – PT PLN Batam bersama DayOne melaksanakan penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik…
AriraNews.com, Batam - Batam terus mempertegas posisinya sebagai destinasi utama investasi digital di Asia Tenggara.…
AriraNews.com, Batam - Badan Pengusahaan (BP) Batam melalui Direktorat Pengelolaan Kepelabuhanan secara konsisten, terus mencatatkan…
AriraNews.com, Batam - Tim Terpadu (Timdu) Kota Batam melaksanakan penertiban bangunan ilegal di Kelurahan Sei…
Ariranews.com, Natuna – Komandan Lanud Raden Sadjad (Danlanud RSA), Marsekal Pertama TNI Onesmus Gede Rai…