Batam

Targetkan Peningkatan Investasi Asing, BP Batam Terima Kunjungan Perusahaan Hong Kong

AriraNews.com, Batam – Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) kembali menerima kunjungan dari perusahaan asal Hong Kong, Ngai Hing Engineering Plastic Materials, Selasa (4/4/2023).

Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait, menjelaskan bahwa perusahaan tersebut berencana untuk mendirikan kantor perwakilan mereka di Kota Batam.

Tidak hanya itu, lanjut Tuty, Ngi Hing Engineering Plastic Materials juga akan membangun pabrik produk plastik rekayasa jika rencana ini bisa terealisasi.

Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait, saat menerima investor asal Hong Kong.

“Kota Batam ini potensinya besar sekali. Oleh karena itu, mereka bermaksud untuk mencari lokasi di sini,” ujarnya di Marketing Centre BP Batam.

Ia optimistis, rencana perusahaan asal Hong Kong tersebut akan terealisasi. Mengingat, salah satu klien (customer) besar mereka berada di Kota Batam.

Selain itu, Hong Kong termasuk dalam lima investor asing terbesar di Kota Batam dengan nilai investasi sebesar USD 28,1 juta.

Perwakilan perusahaan asal Hong Kong, Ngai Hing Engineering Plastic Materials saat berkunjung ke BP Batam. Rencananya mereka akan membuat pabrik di Batam.

“Kami menyambut baik kedatangan mereka dan berharap ada percepatan untuk bisa segera beroperasi di Kota Batam,” tambahnya.

Bukan tanpa alasan, kehadiran Ngai Hing Engineering Plastic Materials bakal meningkatkan nilai investasi asing di Kota Batam.

Berdasarkan catatan terbaru BP Batam, nilai investasi asing di Kota Batam tumbuh 50,93 persen pada tahun 2022.

Realisasi investasi asing Kota Batam tahun 2022 mencapai USD 746,9 juta atau setara Rp 11,11 triliun.

Nilai ini naik signifikan jika dibandingkan realisasi investasi asing tahun 2021 yang hanya sebesar USD 504,2 juta atau setara Rp 7,36 triliun.

Tuty menyebut, investasi merupakan hal penting untuk pembangunan dan peningkatan ekonomi daerah.

Dengan beberapa rencana strategis BP Batam ke depan, lanjut Tuty, akan berdampak positif untuk pertumbuhan ekonomi daerah ke depan.

“Ini sudah pertemuan kesekian kalinya, semoga bisa terwujud dan mendapat hasil terbaik,” pungkasnya.

Dalam pertemuan ini, turut hadir Kepala Pusat Pengembangan KPBPBB dan KEK, Irfan Syakir Widyasa, Plt Kabag Promosi BP Batam, Sofyan, dan Kasubdit Pelayanan Penanaman Modal, Yani Alkindi.

Sementara, Ngai Hing Engineering Plastic Materials diwakili oleh Export Business Development Manager, Darreb Jamieson.

“Potensi Batam sangat luar biasa. Semoga rencana ini bisa terealisasi,” ujar Jamieson usai pertemuan dilaksanakan.(dn/emr)

Redaksi

Recent Posts

SPMB 2026 Batam Dimulai 8 Juni, Rudi Panjaitan: Belum Memiliki KIA, Siswa Tetap Bisa Mendaftar

AriraNews.com, Batam - Pemerintah Kota (Pemko) Batam memastikan calon peserta didik yang belum memiliki Kartu…

28 menit ago

Batam Pertahankan Opini WTP ke-14 Berturut-turut dari BPK, Li Claudia: Bukti Komitmen Pengelolaan Keuangan yang Akuntabel

AriraNews.com, BATAM — Konsistensi Pemerintah Kota Batam dalam menjaga akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah kembali mendapat…

43 menit ago

Volume Peti Kemas Direct Call di TPK Batu Ampar Tembus 58 Ribu TEUs, Batam Kian Kokoh sebagai Gerbang Logistik Internasional

AriraNews.com, Batam - Kinerja layanan direct call internasional di Terminal Peti Kemas (TPK) Batu Ampar,…

2 jam ago

Satnarkoba Polres Barelang Sita 2.672 Vape Mengandung Narkoba Senilai Rp 8 Miliar

AriraNews.com, BATAM – Satuan Reserse Narkoba Polresta Barelang mengungkap peredaran vape mengandung Narkoba. Sebanyak 2.672…

16 jam ago

Polresta Barelang Tangkap RS Pelaku Ujaran Kebencian di Batam, Terancam Tiga Tahun Penjara

AriraNews.com, Batam – RS, pelaku ujaran kebencian di media sosial Facebook diamankan Satuan Reserse Kriminal…

17 jam ago

Terima Kunjungan DPRD DKI, Li Claudia Ungkap Kunci Pertumbuhan Ekonomi Batam dan Rencana Ubah Sampah Jadi Energi

AriraNews.com, Batam - Batam terus memperkuat posisinya sebagai salah satu daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi…

22 jam ago