Batam

Taba Iskandar Desak Pemerintah Pusat Buka Kran Ekspor Pasir Laut dan Serahkan Pengelolaan Labuh Jangkar ke Daerah

AriraNews.com, Batam – Anggota DPRD Kepri, Taba Iskandar mendesak Pemerintah Pusat agar membuka kran ekspor pasir laut. Pasalnya, ekspor pasir laut bisa menjadi sumber pendapatan asli daerah (PAD) bagi Kepri. Bila PAD bertambah bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kepri.

“Tentu dengan tetap memperhatikan faktor dampak lingkungan. Melalui kajian amdal yang benar, sehingga, potensi ekspor pasir laut dapat meningkatkan PAD,” kata Taba Iskandar ditemui usai menjadi salah seorang narasumber dalam Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka menyiapkan peta jalan/blueprint pemanfaatan potensi sumber daya kelautan dan kemaritiman Provinsi Kepulauan Riau, yang digelar Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau di Hotel AP Premier Batam, Batuampar, Batam, Senin (5/12/2023) siang.

Dalam FGD tersebut, Taba Iskandar  memaparkan bagaimana mengoptimalkan potensi sumber daya kelautan dan kemaritiman Provinsi Kepri untuk kesejahteraan masyarakat. Pasalnya, diakui pengelolaan sumber daya kelautan dan kemaritiman di Kepri belum sepenuhnya optimal. Mulai dari sektor perikanan tangkap, budidaya, industri pengolahan hasil perikanan, industri, pertambangan dan energi, wisata bahari, industri jasa maritim dan transportasi laut,  hingga pembangunan pulau-pulau kecil dan sumber daya non konvensional.

“Komitmen menggali potensi maritim masuk dalam RPJMD Kepri 2021-2026 yang menjadikan sektor maritim sebagai sektor prioritas,” Taba, mengingatkan.

Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka menyiapkan peta jalan/blueprint pemanfaatan potensi sumber daya kelautan dan kemaritiman Provinsi Kepulauan Riau, yang digelar Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau di Hotel AP Premier Batam, Batuampar, Batam, Senin (5/12/2023) siang.

Kran ekspor pasir laut kata Taba, sampai saat ini belum juga dibuka. Padahal, Kepri, memiliki potensi yang cukup besar.

“Artinya kita jangan berhenti hanya karena ketakutan atau kekhawatiran terhadap dampak lingkungan sehingga kita tak berbuat apa-apa,” ujar Taba, yang saat ini menjabat Ketua Dewan Kehormatan DPRD Kepri tersebut.

Provinsi Kepri kata Taba Iskandar, memerlukan PAD. Di antaranya menggali potensi dari sektor kelautan atau kemaritiman. Ekplorasi atau menggali potensi dari sektor laut dapat lebih dioptimalkan.

Selain itu, Taba juga mendesak Pemerintah Pusat menyerahkan sepenuhnya pengelolaan labuh jangkar pada Pemerintah Daerah.

“Labuh jangkar sebetulnya tinggal selangkah saja. Kementerian Perhubungan seharusnya segera memberikan kewenangan pengelolaan labuh jangkar kepada Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, karena itu masih masuk dalam wilayah pengelolaan pemerintah daerah. Bukan kah itu juga bagian dari otonomi daerah,” papar Taba.

Untuk mengatasi persoalan ini diperlukan kearifan seluruh stakeholders yang terlibat, mengutamakan kepentingan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Ego sektoral sebaiknya dibuang jauh. Perlu kerja sama yang saling menguntungkan. Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Perhubungan agar memberikan hak dan kewenangan kepada Pemprov Kepri untuk mengelola retribusi labuh jangkar/parkir ruang laut di bawah 12 mil sesuai dengan amanat undang-undang. Ada 6 jenis pungutan di dalamnya yang dapat dioptimalkan, mulai dari Labuh Jangkar/parkir ruang laut, Vessel Traffic Service, Rambu, Pemanduan, Penundaan, dan Alih Muat.

“Seharusnya persoalan ini tidak perlu harus sampai berlarut-larut untuk menjamin kelanjutan pembangunan di Provinsi Kepri,” tegas Taba.

Selain Taba Iskandar, hadir narasumber lainnya di antaranya, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MS. (Guru Besar Institut Pertanian Bogor/Pakar Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil), Prof. Dr. Ir. Chablullah Wibisono, MM (Guru Besar Universitas Batam/Ketua YKKIS), Rodhial Huda (Wakil Bupati Natuna), Gibran Huzaifah (CEO eFisheryTechnoplex).

“Dan yang lebih penting dari FGD hari ini, hasil yang didapatkan dari pemateri, hasil diskusi dan tanya jawab dijadikan road map atau grand desain pengembangan sektor kemaritiman Provinsi Kepri dan menjadi pedoman Pemerintah Provinsi Kepri untuk membangun daerah ini dari sektor kelautan,” harap Taba.(ara)

Redaksi

Recent Posts

PT Pelayanan Energi Batam bersama PLN Nusa Daya Perkuat Keandalan Kelistrikan Karimun

AriraNews.com, Batam – PT Pelayanan Energi Batam (PEB) resmi menandatangani kerja sama dengan PLN Nusa…

16 jam ago

PGN Hadirkan Program TAMASYA untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak di Batam

AriraNews.com, Batam – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) melalui Offtake Stasiun Panaran kembali menunjukkan…

16 jam ago

Budaya Jadi Perekat Persatuan, Forkopimda Natuna Turun Langsung Dukung Pelestarian Tradisi Grebek Gunungan

Ariranews.com, Natuna – Tradisi budaya kembali membuktikan perannya sebagai perekat persatuan masyarakat di Kabupaten Natuna.…

23 jam ago

ASR Festival 2026 Tarik Lebih dari 7.000 Pengunjung, Ascott Indonesia Perkuat Komitmen Beyond the Stay

AriraNews.com, JAKARTA — Ascott Indonesia kembali mencatatkan kesuksesan melalui penyelenggaraan ASR Festival 2026 yang berlangsung…

1 hari ago

Keluarga Besar Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah Gelar Kemilau Muharram Sambut Tahun Baru Hijriah

AriraNews.com, BATAM - Suasana semarak dan penuh kekeluargaan mewarnai kegiatan Kemilau Muharram 1448 H/2026 yang…

1 hari ago

Ditpam BP Batam Resmi Berada di Bawah Koordinasi Deputi Bidang Pelayanan Umum

AriraNews.com, Batam - Badan Pengusahaan (BP) Batam menggelar Apel Penyerahan Direktorat Pengamanan (Ditpam) Aset dan…

2 hari ago