Headline

Kepala Dinkes Batam Pastikan Stok Oksigen di Batam Aman

Ariranews.com, Batam – Seiring meningkatnya penderita Covid-19 khususnya di Pulau Jawa membuat ketersediaan oksigen di rumah sakit menipis. Bahkan warga kesulitan mencari tabung oksigen di pasaran.

Namun, Pemerintah Kota Batam memastikan stok oksigen aman untuk di seluruh rumah sakit di Batam. Bahkan dua rumah sakit di Batam memiliki generator oksigen sendiri.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi mengatakan, stok oksigen aman di Batam lantaran pabrik penyuplai kebutuhan oksigen berada di Batam yakni PT Samator. Kata dia, perusahaan ini salah satu perusahan oksigen terbesar di Indonesia.

“Kita aman untuk stok oksigen di Batam. Kecuali ada gangguan produksi di Samator barulah kita cemas,” kata Didi, Senin (5/6/2021).

Didi menyebutkan, tidak hanya PT Samator saja yang memproduksi tabung gas oksigen, tetapi dua rumah sakit yakni RS Embung Fatimah dan RSBP Batam juga memiliki mesin generator oksigen. Ia menganjurkan, agar kedua rumah sakit tersebut menjual oksigen bagi rumah sakit yang membutuhkan.

“Kami minta kedua rumah sakit itu agar bisa memproduksi massal, hal ini dilakukan apabila ada kendala ketersediaan oksigen di rumah sakit yang membutuhkannya,” ucapnya.

Selain itu kata Didi, faktor lain adalah jumlah penduduk di Kota Batam, yang tidak sebanyak dengan jumlah penduduk di Jakarta dan beberapa Provinsi lain yang berada di Pulau Jawa.

“Jumlah penduduk kita hanya lebih dari 1 juta jiwa. Berbeda dengan Provinsi lain di Pulau Jawa. Untuk itu kelangkaan oksigen tidak akan mungkin terjadi,” tegasnya.

Sementara itu, ketika ditanyakan mengenai ketersediaan oksigen di fasilitas kesehatan (faskes) seperti puskesmas, Didi juga menuturkan bahwa saat ini ada 10 puskesmas juga memiliki alat generator oksigen yang merupakan bantuan dari Otoritas Singapura pada awal pandemi lalu.

Adapun alat ini, diakuinya dapat digunakan untuk menangani pasien dengat status gawat darurat, namun hanya dengan jangka waktu yang lebih singkat.

“10 puskesmas yang diberikan alat itu ada di Mainland, dan bahkan di Puskesmas Galang untuk daerah Hinterland. Bisa dipakai untuk pasien gawat darurat, namun jangka waktu nya hanya 4-6 jam saja,” ungkapnya.(emr)

Redaksi

Recent Posts

Dari Lapangan Hijau ke Tugas Negara, SAR Natuna dan Lanud RSA Perkuat Sinergi Penjaga Perbatasan

Ariranews.com, Natuna – Dari lapangan hijau hingga pelaksanaan tugas negara di wilayah perbatasan, Kantor Pencarian…

19 menit ago

Air Bersih Keruh di Tiban Akibat Interkoneksi Pipa, Ariastuty Sirait: ABHi Telah Lakukan Flushing Bertahap

AriraNews.com, Batam - BP Batam angkat bicara atas keluhan masyarakat soal kondisi air bersih yang…

14 jam ago

SPMB 2026 Batam Dimulai 8 Juni, Rudi Panjaitan: Belum Memiliki KIA, Siswa Tetap Bisa Mendaftar

AriraNews.com, Batam - Pemerintah Kota (Pemko) Batam memastikan calon peserta didik yang belum memiliki Kartu…

17 jam ago

Batam Pertahankan Opini WTP ke-14 Berturut-turut dari BPK, Li Claudia: Bukti Komitmen Pengelolaan Keuangan yang Akuntabel

AriraNews.com, BATAM — Konsistensi Pemerintah Kota Batam dalam menjaga akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah kembali mendapat…

17 jam ago

Volume Peti Kemas Direct Call di TPK Batu Ampar Tembus 58 Ribu TEUs, Batam Kian Kokoh sebagai Gerbang Logistik Internasional

AriraNews.com, Batam - Kinerja layanan direct call internasional di Terminal Peti Kemas (TPK) Batu Ampar,…

18 jam ago

Satnarkoba Polres Barelang Sita 2.672 Vape Mengandung Narkoba Senilai Rp 8 Miliar

AriraNews.com, BATAM – Satuan Reserse Narkoba Polresta Barelang mengungkap peredaran vape mengandung Narkoba. Sebanyak 2.672…

1 hari ago