Kepala Ombudsman Kepri, Lagat Siadari menerima kunjungan kerja Imigrasi Batam.
AriraNews.com, BATAM – Ombudsman RI Perwakilan Kepulauan Riau menerima kunjungan kerja dan koordinasi perdana dari Kepala Kantor Imigrasi (Kakanim) Batam, Subki Miuldi beserta jajaran, Kamis (2/6/2022) di Kantor Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kepulauan Riau.
Dalam kunjungan tersebut dibahas mengenai antrean pembuatan dan perpanjangan paspor yang membludak pasca negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura membuka pintu masuk bagi Warga Negara Indonesia (WNI) secara bebas. Warga sulit mendapatkan antrean dan harus menunggu lama untuk membuat maupun memperpanjang paspor.
Diketahui dari pertemuan itu, tidak hanya antrean di Kantor Imigrasi saja yang membludak, antrean secara online melalui aplikasi M-Paspor pun mengalami hal serupa hingga menyebabkan sistem down.
Dikatakan oleh Kepala Kantor Imigrasi Batam, Subki, pihaknya memiliki keterbatasan dalam melayani pembuatan dan perpanjangan paspor setiap harinya.
“Kemampuan kami, hanya 50 antrean dalam sehari. Jumlah itu, termasuk pembuatan paspor baru dan perpanjangan paspor,” jelasnya. Dalam kesempatan itu, Subki juga menyampaikan kekhawatirannya terkait blangko e-Passport yang menipis karena permintaan yang tinggi.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Ombudsman Kepri, Lagat Siadari mengatakan agar Imigrasi Batam tetap menjalankan tugasnya sesuai prosedur di tengah terjadinya ledakan permintaan pembuatan dan perpanjangan paspor.
“Seharusnya hal ini sudah diantisipasi. Kan sudah 2 tahun ini alami kelonggaran. Namun jika sudah seperti ini, jalankan saja sesuai dengan prosedur. Jangan sampai ada oknum yang melakukan penyimpangan,” ucapnya.
Dalam hal itu, Subki mengatakan pihaknya bersedia melaporkan oknum yang melakukan penyimpangan serta siap untuk melakukan klarifikasi jika diminta oleh Ombudsman RI Perwakilan Kepulauan Riau.
Lagat kemudian menyarankan agar antrean paspor dapat dibagi dalam beberapa gelombang waktu sehingga warga yang terlambat datang saat pembukaan antrean tidak kehabisan nomor.
“Buat saja pembukaan antrean jadi beberapa gelombang, contoh jam 8 hingga jam 9. Lalu dibuka lagi setengah jam berikutnya. Supaya warga yang terlambat juga bisa berkesempatan mendapatkan antrean,” katanya.
Menutup pertemuan Lagat Siadari menyampaikan apresiasinya pada Kantor Imigrasi Batam karena selama ini dapat berkoordinasi secara baik dengan Ombudsman RI Perwakilan Kepulauan Riau serta berharap di masa kepemimpinan Kakanim baru dapat menjadi lebih baik lagi.
“Pada masa kepemimpinan terdahulu pembahasan mengenai pelayanan publik dan penyelesaian laporan bisa dikoordinasikan dengan sangat baik. Kami berharap hal ini dapat dipertahankan oleh Kakanim baru, bahkan bisa menjadi baik lagi,” tutur Lagat.
Ia kemudian menyinggung upaya Kantor Imigrasi Batam agar segera mendapatkan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformas Birokrasi.
“Selama ini pelayanan kami bisa katakan sudah bagus. Kami berharap tahun ini, Kantor Imigrasi Batam dapatkan predikat WBBM,” harap Lagat.(***/emr)
AriraNews.com, Batam - Kota Batam kembali mendapat kepercayaan sebagai tuan rumah kegiatan berskala nasional. Dalam…
Ariranews.com, Natuna – Respons cepat Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Natuna berhasil menyelamatkan dua nelayan…
Ariranews.com, Natuna – Dalam upaya mengantisipasi risiko penerbangan, Pangkalan TNI AU Raden Sadjad (Lanud RSA)…
Ariranews.com, Natuna – Dalam upaya meningkatkan kapasitas kepemimpinan, Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Natuna, Daeng…
Ariranews.com, Natuna – Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Natuna melakukan uji fungsi repeater di Gunung…
AriraNews.com, Batam - Harga bahan pokok di Batam terancam melonjak tajam menyusul kenaikan signifikan harga…