Batam

Wujudkan Kedaulatan NKRI di Wilayah 3T Kepri, BI dan TNI AL Selenggarakan Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026

AriraNews.com, Batam – Bank Indonesia (BI) bersama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) kembali menyelenggarakan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026, sebagai wujud nyata komitmen dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) melalui penyediaan uang Rupiah  layak edar di wilayah Terdepan, Terluar, dan Terpencil (3T).

Atas dukungan bersama, Bank Indonesia berhasil meraih penghargaan currency initiative pada ajang 11th Annual Central Banking Award 2024 di London, Inggris. Penghargaan ini diberikan khusus untuk program Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB), yang menyoroti kerja sama baik antara BI dan TNI AL dalam mendistribusikan uang Rupiah ke wilayah 3T (terdepan, terluar, dan terpencil) di seluruh pelosok Indonesia.

Di wilayah Kepulauan Riau (Kepri), pelaksanaan ERB merupakan yang ke-10 di tahun 2026 dan akan berlangsung sejak tanggal 2 Juli hingga 8 Juli 2026. Ekspedisi ini merupakan ERB ke-12 di Provinsi Kepri. Dengan menggunakan KRI Beladau-643, tim ERB Kepri akan membawa Rp14 M Uang Layak Edar untuk kegiatan kas keliling di 5 (lima) wilayah Kepri yang termasuk dalam kawasan 3T, yaitu Pulau Tarempa, Pulau Midai, Pulau Subi Besar, Pulau Tambelan, dan Pulau Singkep.

Keberangkatan tim ERB Kepri 2026 dari Pelabuhan Bintang 99 Persada, Kota Batam, Kamis (2/7/2026) pagi, secara resmi ditandai dengan seremonial pelepasan oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Rony Widijarto P. bersama Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Kepulauan Riau, Andri Rizal , S.E. , M.M., dan Wakil Komandan Kodaeral IV Batam, Laksamana Pertama TNI Ketut Budiantara, serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Kepulauan Riau.

Pemilihan Batam sebagai lokasi pelaksanaan ERB ke-10 dilatarbelakangi oleh kekuatan simbolik dan strategis. Kepri juga memiliki keterkaitan erat dengan Rupiah karena di tahun 1963-1964 memiliki mata uang khusus yang dikenal dengan Kepulauan Riau Rupiah (KRRp). Di samping itu, secara geografis Kepri berbatasan langsung dengan negara Singapura dan Malaysia sehingga menjadi tantangan tersendiri untuk dapat menjaga eksistensi dan kedaulatan Rupiah di daerah 3T.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Rony Widijarto P. mengatakan ERB tahun 2026 merupakan program rutin dari Bank Indonesia sesuai amanat UU No.7 tahun 2011 tentang Mata Uang untuk melakukan pengelolaan uang Rupiah. “Dalam pengelolaan uang Rupiah yang di dalamnya termasuk pengedaran uang, Bank Indonesia memiliki misi untuk menyediakan uang Rupiah di seluruh wilayah NKRI dalam jumlah yang cukup, dengan jenis pecahan yang sesuai kebutuhan masyarakat serta dalam kondisi berkualitas dan layak edar,” kata Rony, usai pelepasan tim ERB.

Pelaksanaan amanat UU dan misi tersebut bukanlah tugas yang mudah mengingat kondisi geografis NKRI sebagai salah satu negara kepulauan terbesar di dunia. Untuk menjangkau pulau-pulau di wilayah 3T, BI bekerja sama dengan TNI AL yang memiliki armada dan kegiatan operasi memadai sebagai garda terdepan dalam menjaga kedaulatan NKRI. Sinergi strategis antara BI dan TNI AL tersebut telah terjalin sejak tahun 2012 dan hingga tahun 2025 telah dilaksanakan 150 kali kegiatan kas keliling 3T di 766 pulau. Pada tahun 2026 ini, kegiatan kas keliling 3T akan diselenggarakan di 19 provinsi dengan cakupan target sebanyak 97 pulau.

Di samping kegiatan kas keliling, rangkaian kegiatan ERB Kepri 2026 juga turut mencakup kegiatan edukasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah kepada masyarakat untuk memberikan pemahaman mengenai ciri -ciri keaslian Uang Rupiah dan bagaimana cara merawatnya. “Bersinergi dengan TNI AL, turut diberikan edukasi bela negara sebagai upaya menjaga keutuhan NKRI,” kata Rony.

Selain itu, sebagai wujud dedikasi Bank Indonesia untuk negeri juga dilakukan penyaluran bantuan sembako oleh Ikatan Pegawai Bank Indonesia (IPEBI) kepada masyarakat di pulau 3T Kepri tersebut. Ke depan, Bank Indonesia akan terus memperluas jangkauan pelayanan kas dan memperkuat literasi masyarakat tentang Rupiah melalui sinergi yang inklusif dan berkelanjutan dengan berbagai pihak guna mewujudkan clean money policy, yakni kebijakan untuk memastikan ketersediaan Rupiah layak edar di masyarakat dengan menarik kembaliuang tidak layak edar, termasuk di wilayah 3T . Upaya ini merupakan bagian dari ikhtiar bersama dalam membangun Indonesia Maju, dari kota hingga ke pelosok negeri. (emr)

Redaksi

Recent Posts

Hari Bhayangkara ke-80, Li Claudia Apresiasi Dedikasi Polri Jaga Batam Tetap Kondusif

AriraNews.com, Batam – Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, mengapresiasi dedikasi Kepolisian Negara Republik…

34 menit ago

Kalaséra Oakwood Hotel Batam Hadirkan Pengalaman Nonton Bareng Premium Piala Dunia 2026

AriraNews.com, Batam - Euforia Piala Dunia FIFA 2026 kini tengah melanda pecinta sepak bola di…

49 menit ago

Natuna Dorong Perhatian Pemerintah Pusat, Bupati Paparkan Tantangan Aksesibilitas Daerah Perbatasan

Ariranews.com, Natuna – Pemerintah Kabupaten Natuna mendorong pemerintah pusat memberikan perhatian lebih terhadap persoalan aksesibilitas…

2 jam ago

Polsek Batuaji Amankan Pelaku Penipuan Umrah Fiktif

AriraNews.com, Batam– Kepolisian Sektor (Polsek) Batuaji, Kota Batam, menangkap Yap (33), pelaku penipuan dengan modus…

5 jam ago

Hotel Beverly Batam Gelar Sunat Massal Gratis 2026, Daftarkan Anak Anda di Sini!

AriraNews.com, BATAM – Kabar baik bagi masyarakat Kota Batam. Hotel Beverly Batam bekerja sama dengan…

6 jam ago

Tak Perlu Transit Lagi, Rute Langsung Batam–Yogyakarta Resmi Dibuka

AriraNews.com, Batam – Bandara Internasional Batam resmi membuka rute penerbangan langsung Batam–Yogyakarta (YIA) yang dilayani…

19 jam ago