Batam

Wamendikdasmen Fajar Riza Resmi Tutup Forum Pendidikan Kepri, Dorong Kolaborasi dan Inovasi Teknologi

AriraNews.com, Batam – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq secara resmi menutup kegiatan Fasilitasi dan Supervisi Implementasi Program Prioritas Kemendikdasmen periode Juni 2025 di Hotel Harris Batamcenter, Rabu (25/6/2025).

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini dihadiri oleh perwakilan dari berbagai pemangku kepentingan bidang pendidikan, termasuk Dinas Pendidikan, Disdukcapil, Dinas Sosial, hingga Musyawarah Kerja Pengawas Sekolah se-Provinsi Kepulauan Riau.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq secara resmi menutup kegiatan Fasilitasi dan Supervisi Implementasi Program Prioritas Kemendikdasmen periode Juni 2025.

Dalam forum komunikasi tersebut, dibahas sejumlah program unggulan Kemendikdasmen dalam upaya memajukan pendidikan nasional. Beberapa di antaranya mencakup implementasi kecerdasan buatan (AI), pembelajaran coding, serta realisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk peserta didik.

Kepala BPMD Provinsi Kepri, Warsita, menyampaikan harapannya agar forum ini mampu merumuskan solusi konkret atas tantangan mutu pendidikan di daerah.

Jalan Gajah Mada Depan Hotel Vista Ditargetkan Kembali Dibuka 1 November

“Kami mohon saran dan masukan kepada Pak Wamen agar dapat menciptakan penguatan mutu pendidikan di Kepri,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Wamendikdasmen Fajar Riza menegaskan pentingnya kunjungan langsung ke daerah untuk memantau pelaksanaan program strategis nasional, termasuk SPMB dan program unggulan Presiden di sektor pendidikan.

Ia mengakui bahwa tantangan terbesar saat ini adalah rendahnya literasi dasar dan literasi digital di Indonesia, yang masih berada di bawah standar global.

“Kita bisa menjadi korban dari perkembangan teknologi jika tidak membekali anak-anak dengan kemampuan literasi digital. Oleh karena itu, pemerintah menghadirkan bahan ajar berbasis teknologi untuk meningkatkan kapasitas peserta didik,” tegasnya.

Fajar menambahkan, langkah strategis seperti pengenalan coding dan AI di jenjang pendidikan dasar dan menengah merupakan bagian dari upaya menyikapi revolusi teknologi.

“Kalau anak-anak tidak paham bagaimana gawai bekerja, mereka berisiko terpapar dampak buruk media sosial. Kita ingin mereka mengenal teknologi dengan cara yang benar dan membangun,” ujarnya.

Amsakar Tekankan PSN Wiraraja di Galang Tak Boleh Berhenti di Atas Kertas, Minta Segera Direalisasikan

Menurutnya, pembelajaran mendalam (deep learning) juga menjadi kunci untuk mengakselerasi kualitas pendidikan. Hal ini akan membentuk karakter anak yang memiliki rasa ingin tahu tinggi dan kemampuan berpikir kritis.

“Anak-anak perlu tahu apa yang mereka pelajari dan bagaimana itu relevan dengan kehidupan. Imajinasi mereka harus difasilitasi dan dipicu,” tambahnya.

Di akhir pernyataannya, Wamendikdasmen menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan seluruh pemangku kebijakan dalam meningkatkan mutu pendidikan, khususnya di Provinsi Kepri.

“Kita harus bahu membahu. Pendidikan karakter tetap harus menjadi fondasi. Agar anak-anak kita bisa melangkah sejajar dengan generasi dari belahan dunia lainnya,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Kepri, Warsita, S.S, M.Pd, membuka kegiatan Fasilitasi dan Supervisi Implementasi Program Prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) periode Juni 2025, Selasa (24/6/2025).

Kado Istimewa di Hari Bakti ke-55, Kepala BP Batam Raih Penghargaan Inovasi Membangun Negeri 2026

Kepala BPMP Kepri, Warsita, S.S., M.Pd., dalam sambutannya menegaskan komitmen untuk mendorong penjaminan mutu pendidikan secara holistik. “Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan satuan pendidikan adalah kunci keberhasilan program ini,” ujarnya.

Dalam kegiatan ini juga dilakukan  penandatanganan Pakta Integritas Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) sebagai bentuk komitmen transparansi dan akuntabilitas.

“Pakta ini menjadi fondasi untuk menjamin SPMB yang inklusif, adaptif, dan partisipatif, khususnya bagi anak marjinal dan penyandang disabilitas,” tegas Warsita.(ara)

Redaksi

Recent Posts

Rayakan HUT ke-27 Natuna, Wartawan Adu Strategi di Turnamen Domino

NATUNA, AriraNews.com – Sebanyak 19 tim insan pers mengikuti turnamen domino di Pantai Piwang, Ranai,…

2 jam ago

Jalan Gajah Mada Depan Hotel Vista Ditargetkan Kembali Dibuka 1 November

AriraNews.com, Batam - Pembukaan Jalan Gajah Mada, tepatnya di ruas depan Hotel Vista, ditargetkan pada…

13 jam ago

‎Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Bupati Aneng Ajak Generasi Muda Berjiwa Patriotik

AriraNews.com, ‎ANAMBAS - Bupati Kepulauan Anambas, Aneng membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia,…

13 jam ago

Amsakar Tekankan PSN Wiraraja di Galang Tak Boleh Berhenti di Atas Kertas, Minta Segera Direalisasikan

AriraNews.com, BATAM – Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad, menegaskan penandatanganan nota kesepahaman atau…

17 jam ago

Kado Istimewa di Hari Bakti ke-55, Kepala BP Batam Raih Penghargaan Inovasi Membangun Negeri 2026

AriraNews.com, Jakarta - Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Amsakar Achmad menerima penghargaan Inovasi Membangun Negeri…

22 jam ago

Bukan Sekadar Penonton, HMI Natuna Dorong Pemuda Ikut Menentukan Arah Pembangunan

NATUNA, AriraNews.com – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Natuna mendorong pemerintah daerah melibatkan pemuda dalam…

24 jam ago