Produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Kepulauan Riau (Kepri) semakin menunjukkan daya saing di pasar nasional dan internasional. Keikutsertaan 23 UMKM unggulan Kepri dalam Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 tidak hanya menghasilkan transaksi miliaran rupiah, tetapi juga membuka peluang ekspor ke sejumlah negara.
AriraNews.com, BATAM — Produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Kepulauan Riau (Kepri) semakin menunjukkan daya saing di pasar nasional dan internasional. Keikutsertaan 23 UMKM unggulan Kepri dalam Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 tidak hanya menghasilkan transaksi miliaran rupiah, tetapi juga membuka peluang ekspor ke sejumlah negara.
Salah satu capaian yang menonjol datang dari UMKM Sambal Sijago. Melalui business matching (BM) ekspor dalam rangkaian KKI 2026, produk makanan dan minuman asal Kepri tersebut berhasil membuka peluang pasar ke Australia dan Amerika.
Sementara itu, UMKM Putri Anjani yang bergerak di bidang wastra juga memiliki potensi untuk menembus pasar Italia.
Capaian tersebut menjadi gambaran bahwa produk lokal Kepri tidak lagi sekadar menyasar pasar domestik, tetapi mulai mampu bersaing di pasar global.
KKI 2026 yang digelar Bank Indonesia pada 20–23 Agustus 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC) Hall A dan B mengusung tema “Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing.”
Gelaran yang telah memasuki penyelenggaraan ke-11 tersebut diikuti lebih dari 550 UMKM. Lebih dari 1.300 UMKM juga mengikuti pameran secara daring melalui platform digital KKI.
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau (KPwBI Kepri) turut membawa 23 UMKM unggulan yang telah melalui proses kurasi. Produk yang ditampilkan cukup beragam, mulai dari makanan dan minuman, fesyen, kerajinan, hingga home decor.
Sejumlah nama UMKM unggulan Kepri ikut meramaikan booth KKI, di antaranya Rumah Tenun Lingga, Sambal Sijago, Kenara, Narata, Nisa Puring, hingga Iluh Craft.
Partisipasi UMKM Kepri dalam KKI 2026 memberikan hasil positif. Hingga 23 Agustus 2026, nilai penjualan sementara tercatat mencapai Rp177,2 miliar, dengan kontribusi penjualan UMKM Kepri sebesar Rp5,3 miliar.
Capaian KKI 2026 tersebut meningkat 35 persen dibandingkan capaian tahun 2025.
Tidak hanya transaksi penjualan, peluang ekspor juga menunjukkan perkembangan signifikan. Business matching ekspor mencapai Rp169,9 miliar, melibatkan 192 UMKM dan pembeli dari 16 negara.
Dari sisi pembiayaan, business matching pembiayaan mencapai Rp285 miliar, atau meningkat 30,3 persen dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir.
Bagi UMKM Kepri, capaian tersebut menjadi momentum penting untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan kapasitas usaha.
Produk ready to wear dan aksesori menjadi salah satu produk yang menonjol dalam penjualan UMKM Kepri. Produk wastra dan kuliner juga menunjukkan peningkatan omzet.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Rony Widijarto P., mengatakan penguatan UMKM ke depan bertumpu pada tiga semangat utama, yakni Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing.
Semangat bangkit diarahkan pada pemulihan UMKM dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi maupun bencana alam. Sementara ketangguhan dibangun melalui penguatan struktur usaha dan akses pembiayaan yang berkelanjutan.
Adapun daya saing diperkuat melalui inovasi produk dan perluasan akses pasar, baik domestik maupun ekspor.
Untuk mendukung hal tersebut, KPwBI Kepri menjalankan berbagai program peningkatan kapasitas UMKM, perluasan akses pasar, serta pembiayaan yang didukung digitalisasi.
Program tersebut antara lain onboarding UMKM digital, export coaching program, business matching ekspor, edukasi dan pendampingan sertifikasi halal, hingga business matching pembiayaan dengan perbankan.
Upaya tersebut dinilai penting mengingat posisi Kepri sebagai salah satu pusat perdagangan, industri, pariwisata, dan ekonomi kreatif di kawasan perbatasan.
Melalui KKI 2026, Bank Indonesia ingin membawa produk lokal naik kelas dari sekadar memenuhi kebutuhan pasar daerah menjadi produk yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.
“Dari karya lokal menuju pasar global,” semangat tersebut menjadi pesan utama dalam pengembangan UMKM Kepri. Dengan sinergi pemerintah, perbankan, pelaku usaha, dan mitra strategis, UMKM diharapkan semakin tumbuh, tangguh, berdaya saing, dan menjadi kekuatan baru dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. (emr)
AriraNews.com, BATAM – Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, menegaskan pentingnya membangun komunikasi…
NATUNA, Ariranews.com – Setelah tiga hari melakukan pencarian, Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Natuna akhirnya…
Oleh : Ady Indra PawennariKetua Umum Komunitas Jurnalis Kepri AriraNews.com, Tanjungpinang - Di bawah temaram…
AriraNews.com, Batam - Suasana ruang kerja Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, sore…
AriraNews.com, Batam - Tak kenal lelah dan waktu bahkan sampai malam, Wakil Kepala BP Batam,…
Natuna, Ariranews.com — Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dari Daerah Pemilihan Natuna–Anambas, H. Mustamin…