SCROLL TO CONTINUE WITH NEWS
Batam DPRD Batam

Subkontraktor Banyak di PT ASL, Pengawasan K3 Sulit Dilakukan

Anggota DPRD Batam, Muhammad Mustofa, dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) yang digelar di DPRD Kota Batam, Selasa (28/10/2025). RDPU dihadiri anggota lintas Komisi, Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kepri, Disnaker Batam, dan manajemen PT ASL.

AriraNews.com, Batam – Manajemen keselamatan kerja di PT ASL Tanjunguncang diduga sangat kurang. Ditambah banyaknya subkontraktor yang bekerja di satu proyek. Alhasil membuat pengawasan terhadap K3 sulit dilakukan. Kecelakaan kerja membayangi pekerja.

Hal tersebut diutarakan Anggota Komisi I DPRD Batam, Muhammad Mustofa, dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) yang digelar di DPRD Kota Batam, Selasa (28/10/2025). RDPU dihadiri anggota lintas Komisi, Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kepri, Disnaker Batam, dan manajemen PT ASL.

“Selama ini ada subkon 1, 2, 3, dan 4. Tidak ada transfer safety,” ungkapnya.

Dia pun meminta PT ASL segera berbenah. Menjalankan semua prosedur keselamatan dan kesehatan kerja. Agar kecelakaan kerja tak kembali terulang.

HUT ke-81 RI di Bulang Semarak dengan Perlombaan Khas Pesisir

Dalam RDPU tersebut, Mustofa juga menyinggung soal santunan BPJS Ketenagakerjaan, agar tidak diklaim sebagai tanggung jawab perusahaan.

“Santunan BPJS bisa mencapai ratusan juta. Jangan sampai diklaim dari perusahaan,” tegas Mustofa.

Diketahui dalam kecelakaan kerja terbakarnya kapal tanker MT Federal II yang sedang diperbaiki di galangan kapal PT ASL tersebut menyebabkan 13 pekerja meninggal dunia dan puluhan lainnya lula-luka. (ara)

Berita Terkait

Berita Terbaru

Berita Terbaru


Firmansyah Pimpin IPHI Batam


Batam




Kepri




Berita Populer

01

HUT ke-81 RI di Bulang Semarak dengan Perlombaan Khas Pesisir

02

Sederhana Penuh Makna, Bupati Aneng Bersama Istri Rawat Kebersihan Lingkungan Taman Bermadah

03

Firmansyah Pimpin IPHI Batam

04

Amsakar Tegaskan KSP Pasar Induk Jodoh Tetap Berjalan, Selama UJKM Penuhi Kontrak