Headline

PNS yang Gugur di KRI Nanggala-402 Ahli Torpedo

Ariranews.com: Tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala-402 di Utara perairan Bali dan gugurnya 53 awak masih meninggalkan cerita dan kesedihan yang mendalam, termasuk bagi jajaran Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Pasalnya, dari 53 awak yang gugur tersebut salah satunya berstatus PNS di lingkungan TNI AL bernama Suheri. Suheri ternyata merupakan ahli senjata torpedo.

“Indonesia berduka dengan gugurnya 53 patriot terbaik bangsa penjaga kedaulatan NKRI yang tenggelam bersama kapal selam KRI Nanggala 402, termasuk seorang PNS pakar torpedo,” tulis akun Instagram Resmi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, @Kemenpanrb, yang dikutip detikcom, Kamis (30/4/2021).

Suheri merupakan seorang PNS di lingkungan TNI AL yang turut gugur dalam tugas latihan penembakan torpedo KRI Nanggala-402. Suheri telah menjadi PNS sejak tahun 1991.

Pria kelahiran Gresik, Jawa Timur itu terakhir menjabat sebagai Asembling-Diasembling pada Subbag Senjata Khusus Torpedo, Bagian Ujicoba di Arsenal Dissenlekal Mabesal. Suheri memiliki keahlian di bidang senjata dan amunisi pada kapal perang, khususnya torpedo, membuatnya selalu diikutsertakan dalam banyak kegiatan satgas.

XLSMART dan Mitra Rekrut 850 Talenta Muda melalui Future Ready, Target 1.000 hingga Akhir 2026

Kemenpan RB mengucapkan rasa bangganya terhadap Suheri yang memiliki peran penting dalam persenjataan torpedo di setiap operasi kapal selam RI. Kemenpan RB juga menyampaikan terimakasih atas pengabdiannya mendukung pertahanan dan kedaulatan Indonesia.

“Terima kasih atas pengabdianmu untuk negeri ini, akan selalu kami kenang,” imbuhnya.

Diketahui, kapal selam KRI Nanggala-402 hilang pada 21 April 2021 ketika mengikuti latihan di perairan Bali. Segala upaya dikerahkan, tapi KRI Nanggala-402 tak dapat diselamatkan.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyatakan kapal ini tenggelam (subsunk). Dengan penuh kesedihan dan berat hati, Hadi juga mengumumkan bahwa seluruh awak KRI Nanggala-402 gugur.

Setelah itu, Presiden Jokowi menyatakan 53 prajurit TNI yang gugur dalam KRI Nanggala-402 akan diberi kenaikan pangkat. Para awak kapal selam yang gugur itu juga akan diberi tanda kehormatan Bintang Jalasena.

“Negara akan memberikan penghargaan kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi, serta Bintang Jasa Jalasena atas dedikasi pengabdian serta pengorbanan prajurit-prajurit terbaik tersebut,” kata Jokowi dalam konferensi pers melalui akun YouTube Sekretariat Presiden, Senin (26/4/2021).(emr)

Menyemai Asa D-Alpha, Perjuangan Natuna Menangkap Peluang Ekonomi dari Migas

sumber: detikcom
foto: Instagram

Redaksi

Recent Posts

Pemadaman Listrik di Tiga Kecamatan, Pemkab Anambas Minta PLN Perkuat Koordinasi

AriraNews.com, ANAMBAS — Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas meminta PLN memperkuat koordinasi dan memperjelas penyampaian informasi…

51 menit ago

Pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih Rempang Dimulai, Investasi SDM Untuk Masa Depan Anak Hinterland

AriraNews.com, Batam - Pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih di kawasan Rempang, Batam, Kepulauan Riau, resmi…

2 jam ago

XLSMART dan Mitra Rekrut 850 Talenta Muda melalui Future Ready, Target 1.000 hingga Akhir 2026

AriraNews.com, Jakarta – Di tengah tantangan pasar kerja yang semakin kompetitif, PT XLSMART Telecom Sejahtera…

2 jam ago

BP Batam Catat 1.182 Permohonan Perizinan OSS sejak September 2025 hingga September 2026

AriraNews.com, Batam - Badan Pengusahaan (BP) Batam mencatat sebanyak 1.182 permohonan perizinan yang masuk melalui…

8 jam ago

Kajati Kepri Kunjungi Kejari Natuna, Tekankan Pentingnya Menjaga Integritas

Natuna, Ariranews.com – Kepala Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau, Dr. Transiswara Adhi, S.H., M.Hum., melakukan kunjungan…

12 jam ago

Pengusaha Batam Sumbang Rp 150 M Bangun Sekolah Terintegrasi Merah Putih Rempang, Eddy Hussy Optimis  Rampung 2028

AriraNews.com, BATAM — Ketua Yayasan Merah Putih, Eddy Hussy, optimistis pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih…

21 jam ago