Batam

Pengembangan Rempang Eco-City, Realisasi Pembangunan Empat Rumah Contoh Hampir 70 Persen

AriraNews.com, Batam – BP Batam melalui Anggota Bidang Pengelolaan Kawasan dan Investasi, Sudirman Saad mengungkapkan bahwa progres pembangunan empat rumah contoh untuk warga terdampak pengembangan Rempang Eco-City sudah hampir 70 persen.

Sudirman yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Penanganan Dampak Sosial Kemasyarakatan dalam pengembangan Kawasan Rempang Eco-City menegaskan bahwa pihaknya juga berkomitmen untuk segera menyelesaikan pembangunan 961 unit lainnya hingga akhir tahun 2024 nanti.

“Hingga saat ini pun, pendataan terhadap warga terdampak pengembangan Rempang juga terus kami lakukan. BP Batam berharap, tidak ada hak-hak masyarakat yang terabaikan apabila program Rempang Eco-City terealisasi,” ujar Sudirman saat memimpin rapat koordinasi yang melibatkan perwakilan masyarakat Tanjung Banon, Senin (26/2/2024).

BP Batam melalui Anggota Bidang Pengelolaan Kawasan dan Investasi, Sudirman Saad menerangkan progres pembangunan empat rumah contoh pada perwakilan masyarakat Tanjung Banon.

Sudirman mengatakan, BP Batam masih terus berupaya untuk melakukan sosialisasi terhadap seluruh warga yang terdampak. Tentunya dengan mengedepankan musyawarah mufakat dan pendekatan humanis agar proyek yang menjadi Program Strategis Nasional (PSN) tersebut mendapat dukungan seluruh pihak.

Perwako Pariwisata Batam Disiapkan, Pelaku Usaha Ingin Ada Aturan Main yang Jelas

“BP Batam sendiri telah menyiapkan konsep _resettlement_ untuk masyarakat. Oleh sebab itu, hal-hal terkait teknis bisa didudukkan bersama agar bisa mempercepat proses pengembangan Kawasan Rempang,” tambah Sudirman.

Di samping itu, lanjut Sudirman, Tim Terpadu pun juga telah menyiapkan beberapa kebijakan yang mengacu pada peraturan perundang-undangan. Sehingga, penanganannya pun tidak menimbulkan risiko hukum ke depan.

Dimana, perumusan kebijakan tersebut turut melibatkan beberapa unsur penting. Mulai dari unsur Pemerintah Provinsi Kepri, Pemerintah Kota Batam, Kantor Pertanahan Batam, perwakilan Majelis Ulama Indonesia, Lembaga Adat Melayu (LAM) serta akademisi.

“Dalam tahun ini juga, pembangunan 961 unit rumah lainnya ditargetkan bisa rampung menjelang akhir tahun 2024. Kita ingin realisasi pembangunannya bisa selesai tepat waktu, hal ini pun membutuhkan dukungan dari seluruh pihak,” pungkasnya. (agm)

Redaksi

Recent Posts

Perwako Pariwisata Batam Disiapkan, Pelaku Usaha Ingin Ada Aturan Main yang Jelas

AriraNews.com, Batam - Draf Perwako Pariwisata Batam mulai disiapkan oleh para pelaku industri pariwisata. Mereka…

15 menit ago

Dukung Kegiatan Keagamaan, Pemdes Mampok Salurkan Insentif bagi Bilal dan Nuje

AriraNews.com, ‎ANAMBAS — Kepala Desa Mampok, Kecamatan Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas, Darmawizar menyerahkan insentif kepada…

1 jam ago

Aliran Air Kembali Lancar, Warga GMP Tahap 2 Sampaikan Apresiasi kepada BP Batam

AriraNews.com, Batam - Aliran air yang kembali lancar membawa kelegaan bagi warga Perumahan GMP Tahap…

1 jam ago

Blok D-Alpha Kembali Dibuka, IPMKN AYO Bidik Shorebase dan Tenaga Kerja Lokal

Natuna, AriraNews.com – Ikatan Pelajar Mahasiswa Kabupaten Natuna-Alumni Yogyakarta (IPMKN AYO) menyoroti kembali dibukanya pengembangan…

15 jam ago

Riahi Villas Gelar Aksi Bersih Pantai di Nirup Island Peringati World Cleanup Day 2026

AriraNews.com, Batam — Sampah plastik, puntung rokok, dan berbagai jenis sampah yang terbawa arus menjadi…

20 jam ago

Dialog Nasional KAHMI Hasilkan Rekomendasi untuk Batam Maju, Alumni HMI Ditantang Ambil Peran Lebih

AriraNews.com, BATAM - Batam tidak lagi cukup dipandang sebagai kawasan industri dan pintu masuk investasi.…

21 jam ago