Nasional

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki Dorong UMKM Perempuan Masuk ke Sektor Produktif

AriraNews.com, Jakarta – Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, menghadiri acara “Dialog nasional UMKM, Peran Pemerintah, swasta, dan tokoh perempuan dalam pemberdayaan UMKM untuk Kebangkitan Ekonomi Nasional” di Kantor PWI Pusat, JL Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (7/2/24).

Hadir dalam acara itu, Ketua Umum PWI Pusat Hendry Ch Bangun, Sekjen PWI Sayid Iskandarsyah, Ketua Darma wanita Kementerian Investasi/BKPM Ny Sri Suparni  Bahlil Lahadalia.

Dalam paparannya, Teten mengatakan,  sebanyak 60 persen pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) masih didominasi oleh kaum ibu. 

The Power of Emak-emak ini lanjut Teten perlu didorong sehingga mampu memberi kontribusi di tingkat nasional.

BI Pertahankan Suku Bunga Acuan 5,75 Persen di Tengah Tekanan Global

Pengembangan UMKM khususnya bagi para emak emak ini diperlukan karena mereka masih terkendala oleh keuntungan yang masih rendah jika dibandingkan dengan  laki-laki.

Ada tiga faktor penyebab pelaku UMKM belum bisa meraih keuntungan yang signifikan yakni karena  bergerak  di wilayah tak produktif, lalu penggunaan teknologi yang masih rendah serta berskala rumahan. 

“Perempuan itu lebih tinggi dan kreatif dari laki-laki, akan tetapi untuk mengambil keuntungan masih unggul laki-laki,” ujar Teten Masduki. 

Menteri Teten mengusulkan guna meningkatkan keuntungan usahanya, pelaku UMKM perempuan ini harus didorong agar bisa masuk ke sektor produktif. Sektor ini, lanjut Teten memang masih identik dengan laki-laki. 

Salah satunya adalah sektor pertanian dan perkebunan. “Dua sektor ini yang perlu dilirik, yang kini masih  dikuasai laki-laki,” ujarnya. 

Sementara itu, Ketua Umum PWI Pusat Hendry Ch Bangun mengapresiasi dukungan dari Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki yang bersedia hadir pada  acara Dialog Nasional UMKM yang diselenggarakan PWI ini. 

Blok D-Alpha Kembali Dibuka, IPMKN AYO Bidik Shorebase dan Tenaga Kerja Lokal

Hendry mengatakan, keberadaan koperasi dan UMKM telah teruji dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. 

“Bagaimanapun keberadaan Koperasi dan UMKM ini telah teruji saat era krisis lalu, merekalah yang bertahan,” ujar Hendry Ch Bangun. 

Hendry berharap acara Diskusi Nasional UMKM ini bermanfaat dan bisa menginspirasi para pelaku UMKM dan koperasi agar bisa melakukan kegiatan  yang lebih efektif dan efisien.

Acara yang berlangsung sekitar 2 jam ini cukup menarik. Banyak pertanyaan dari peserta undangan seputar pengembangan usaha kecil dan menengah. Tanya jawab ini berlangsung cair.

Beberapa undangan juga mengapresiasi PWI yang menyelenggarakan acara ini. Mereka berharap acara serupa bisa diselenggarakan lagi di kemudian hari. (hms)

HMI Natuna Desak Pemerintah Pastikan Blok D-Alpha Beri Manfaat ke Daerah
Redaksi

Recent Posts

Sekolah Terintegrasi Merah Putih di Rempang Mulai Dibangun, Ditargetkan Rampung Akhir Tahun 2028

AriraNews.com, BATAM — Pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih resmi dimulai melalui prosesi groundbreaking dan pemasangan…

4 jam ago

BI Pertahankan Suku Bunga Acuan 5,75 Persen di Tengah Tekanan Global

AriraNews.com, Jakarta - Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan BI-Rate di level 5,75 persen.…

4 jam ago

Perwako Pariwisata Batam Disiapkan, Pelaku Usaha Ingin Ada Aturan Main yang Jelas

AriraNews.com, Batam - Draf Perwako Pariwisata Batam mulai disiapkan oleh para pelaku industri pariwisata. Mereka…

5 jam ago

Dukung Kegiatan Keagamaan, Pemdes Mampok Salurkan Insentif bagi Bilal dan Nuje

AriraNews.com, ‎ANAMBAS — Kepala Desa Mampok, Kecamatan Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas, Darmawizar menyerahkan insentif kepada…

6 jam ago

Aliran Air Kembali Lancar, Warga GMP Tahap 2 Sampaikan Apresiasi kepada BP Batam

AriraNews.com, Batam - Aliran air yang kembali lancar membawa kelegaan bagi warga Perumahan GMP Tahap…

6 jam ago

Blok D-Alpha Kembali Dibuka, IPMKN AYO Bidik Shorebase dan Tenaga Kerja Lokal

Natuna, AriraNews.com – Ikatan Pelajar Mahasiswa Kabupaten Natuna-Alumni Yogyakarta (IPMKN AYO) menyoroti kembali dibukanya pengembangan…

19 jam ago