Tengah, Dewan Pembina KPDN, Muhammad Erimuddin besama pengurus KPDN Natuna dan peserta ngael Cancang.
NATUNA, Ariranews.com – Lebih dari 200 peserta meramaikan lomba Ngael Cancang atau memancing sambil berjalan yang digelar Komunitas Pecinta Domino Natuna (KPDN) bersama Persatuan Olahraga Domino Indonesia (PORDI) Kabupaten Natuna, Minggu (1/11/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya mengangkat dan melestarikan tradisi lokal yang masih hidup di tengah masyarakat Natuna.
Berlangsung di Pantai Piwang, Kecamatan Bunguran Timur, perlombaan tersebut merupakan bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Natuna. Selain menjadi ajang rekreasi masyarakat, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai ruang mempererat silaturahmi sekaligus memperkenalkan tradisi Ngael Cancang kepada generasi muda.
Dewan Pembina KPDN, Muhammad Erimuddin, mengatakan rangkaian kegiatan pada Minggu pagi diawali dengan senam bersama pukul 07.00 WIB dan dilanjutkan pembagian doorprize. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan lomba Ngael Cancang yang secara resmi dilepas olehnya.
Menurut Erimuddin, Ngael Cancang bukan sekadar perlombaan memancing, tetapi merupakan bagian dari kebiasaan masyarakat di sejumlah kampung di Natuna yang perlu terus dipertahankan.
“Pertama, kegiatan ini untuk menjalin silaturahmi sesama masyarakat. Selain itu, kita juga ingin melestarikan budaya lokal. Tradisi Ngael Cancang ini masih lestari di kampung-kampung kita dan tidak semua daerah memiliki tradisi seperti ini,” ujarnya.
Ia menyebutkan, jumlah peserta yang mendaftar mencapai lebih dari 200 orang. Peserta berasal dari berbagai kalangan, tidak hanya laki-laki atau bapak-bapak, tetapi juga perempuan hingga anak-anak perempuan.
Erimuddin menilai antusiasme tersebut menunjukkan bahwa kegiatan memancing sambil berjalan masih diminati masyarakat dan menjadi salah satu pilihan untuk mengisi waktu libur bersama keluarga.
“Pesertanya bukan hanya bapak-bapak atau laki-laki. Ada juga ibu-ibu, bahkan tadi saya melihat beberapa anak perempuan ikut berpartisipasi. Ini menunjukkan kegiatan seperti ini masih menjadi hobi masyarakat,” katanya.
Dalam perlombaan tersebut, setiap peserta diwajibkan menyediakan umpan sendiri dengan jenis yang bebas. Sementara itu, panitia menetapkan sejumlah ketentuan mengenai jenis ikan yang masuk dalam penilaian.
Penentuan pemenang tidak berdasarkan berat atau ukuran ikan, melainkan jumlah tangkapan yang diperoleh peserta. Beberapa jenis ikan, seperti selayang dan ikan buntal, tidak masuk dalam perhitungan lomba.
“Dalam menentukan juara, ikan tidak ditimbang. Penilaiannya berdasarkan jumlah ikan yang didapat. Jadi, meskipun ikannya besar tetapi jumlahnya sedikit, belum tentu menjadi juara. Sebaliknya, peserta yang mendapatkan ikan lebih banyak sesuai ketentuan bisa berpeluang menang,” jelasnya.
Melalui kegiatan tersebut, KPDN berharap tradisi Ngael Cancang tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi muda. Selain memeriahkan HUT ke-27 Kabupaten Natuna, kegiatan ini diharapkan dapat menjaga keberlangsungan tradisi masyarakat yang menjadi bagian dari kekayaan budaya daerah.
(Dod)
NATUNA, Ariranews.com – Lanud Raden Sadjad (RSA) bersama aparat gabungan meningkatkan pengawasan keamanan wilayah dan…
AriraNews.com, Batam - BP Batam memberikan apresiasi kepada sejumlah investor dan pelaku usaha melalui penyelenggaraan…
AriraNews.com, BATAM – Peserta Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III Pro Jurnalismedia Siber (PJS) mulai berdatangan…
AriraNews.com, ANAMBAS – Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, didampingi Wakil Bupati Kepulauan Anambas, Raja Bayu Febri…
AriraNews.com, ANAMBAS – Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, didampingi Wakil Bupati Kepulauan Anambas, Raja Bayu Febri…
AriraNews.com, ANAMBAS - Bupati Kepulauan Anambas, Aneng didampingi Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas, Raja Bayu…