Batam

Kurangi Belanja Pegawai Pemko Batam, Pemotongan TPP Jadi Opsi Terakhir

AriraNews.com, BATAM – Pemerintah Kota Batam membuka kemungkinan melakukan penyesuaian atau pemotongan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi pejabat struktural sebagai langkah terakhir. Upaya ini untuk mengendalikan tingginya belanja pegawai yang diproyeksikan mencapai 39,22 persen dari APBD 2026.

Wali Kota Batam Amsakar Achmad menegaskan pemerintah daerah tidak ingin mengurangi penghasilan pegawai pelaksana atau staf. Karena itu, apabila berbagai upaya yang sedang dibahas bersama pemerintah pusat belum membuahkan solusi, maka penyesuaian TPP akan difokuskan kepada pejabat struktural mulai tahun anggaran 2027.

“Kami tidak ingin menyentuh staf. Jika memang tidak ada pilihan lain, penyesuaian TPP akan difokuskan kepada pejabat struktural,” ujar Amsakar, Senin (15/6/2026).

Langkah tersebut dipertimbangkan karena porsi belanja pegawai Kota Batam masih jauh di atas ketentuan pemerintah pusat yang menetapkan batas ideal maksimal 30 persen dari total APBD. Saat ini, porsi belanja pegawai Batam berada di kisaran 39 persen atau terdapat selisih sekitar sembilan persen yang harus dicarikan solusi.

Juara 1 Pria Merdeka Trail Run Jalur Ekstrim Panbil Nature Capai Garis Finish Hanya dengan Waktu 42 Menit!

Di tengah tekanan fiskal tersebut, kebutuhan penambahan aparatur tetap tidak bisa dihindari. Pertumbuhan penduduk yang terus meningkat mendorong kebutuhan pembangunan sekolah, penambahan ruang kelas, serta peningkatan jumlah tenaga pendidik. Di sektor kesehatan, kebutuhan tenaga medis juga terus bertambah untuk memenuhi pelayanan masyarakat.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemko Batam telah mengajukan sejumlah usulan kepada pemerintah pusat. Beberapa di antaranya adalah relaksasi batas maksimal belanja pegawai sebesar 30 persen dalam beberapa tahun ke depan, pengembalian dukungan Dana Alokasi Umum (DAU) untuk pembiayaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), serta penghapusan komponen TPP dari kategori belanja pegawai.

Menurut Amsakar, berbagai opsi tersebut masih dibahas bersama pemerintah pusat sebagai bagian dari upaya mencari formula terbaik bagi daerah-daerah yang menghadapi persoalan serupa.

“Kami sedang mencari formula terbaik. Ada pembahasan bersama Komisi II DPR RI, BKN, dan Kementerian PAN-RB terkait persoalan ini. Saya masih menunggu laporan lengkap karena masalah belanja pegawai cukup kompleks,” katanya.

Berdasarkan data Pemko Batam, peningkatan belanja pegawai terjadi seiring pengangkatan 5.934 tenaga PPPK sepanjang 2021 hingga 2025 yang terdiri atas guru, tenaga kesehatan, dan tenaga teknis.

Kebijakan tersebut berdampak pada kenaikan porsi belanja pegawai dari 34,14 persen pada 2022 menjadi 37,10 persen pada 2024 dan diproyeksikan meningkat menjadi 39,22 persen pada 2026.

FJP Kepri dan Suksesnya Rally Wisata 2026, Perkuat Hubungan Batam-Johor dan Gerakkan Ekonomi Pariwisata

Lonjakan itu terutama dipicu meningkatnya alokasi belanja PPPK yang naik signifikan dari 3,95 persen pada 2022 menjadi 15,49 persen pada 2026. Sebaliknya, porsi belanja pegawai non-PPPK justru mengalami penurunan dari 30,19 persen menjadi 23,73 persen pada periode yang sama.

Untuk tahun anggaran 2027, total belanja pegawai Kota Batam diperkirakan mencapai Rp1,85 triliun dengan asumsi APBD sebesar Rp4,7 triliun. Bahkan setelah dikurangi tunjangan guru sebesar Rp163,8 miliar, porsi belanja pegawai masih berada di angka 35,88 persen atau tetap melampaui batas maksimal yang ditetapkan pemerintah pusat.

Melalui usulan relaksasi regulasi, dukungan pembiayaan PPPK dari pemerintah pusat, dan berbagai opsi efisiensi termasuk penyesuaian TPP pejabat struktural, Pemko Batam berharap ruang fiskal daerah tetap terjaga tanpa mengurangi kualitas pelayanan publik maupun kebutuhan penambahan tenaga pendidik dan tenaga kesehatan di masa mendatang. (emr)

Redaksi

Recent Posts

Natuna Jadi Penerima Bantuan Hilirisasi Kelapa Terbesar di Kepri, Dapat 350 Hektare

Natuna, Ariranews.com — Kabupaten Natuna menjadi daerah dengan alokasi terbesar dalam program Hilirisasi Kelapa Dalam…

2 jam ago

Juara 1 Pria Merdeka Trail Run Jalur Ekstrim Panbil Nature Capai Garis Finish Hanya dengan Waktu 42 Menit!

AriraNews.com, Batam - Setelah sukses menggebrak Batam dengan event trail run pertama pada tahun 2024…

2 jam ago

FJP Kepri dan Suksesnya Rally Wisata 2026, Perkuat Hubungan Batam-Johor dan Gerakkan Ekonomi Pariwisata

AriraNews.com, Batam - Rally Wisata 2026 yang berlangsung selama dua hari, 21-22 Agustus 2026, di…

14 jam ago

Dari Standar hingga Pengaduan, PTSP BP Batam Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik

AriraNews.com, Batam - Peningkatan kualitas pelayanan publik terus dilakukan Badan Pengusahaan (BP) Batam melalui Pelayanan…

22 jam ago

Pemko Batam Galang Rp 2,3 Miliar untuk Korban Gempa NTT

AriraNews.com, Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam menggalang bantuan bagi masyarakat terdampak bencana gempa di…

2 hari ago

Batam Prime International Football Series 2026 Perkuat Jejaring Sepak Bola Regional

AriraNews.com, Batam - Badan Pengusahaan (BP) Batam menggelar Welcome Dinner Batam Prime International Football Series…

2 hari ago